three. [last chapter]

84 16 3
                                        

Neera's Pov

"Ayolah, Josh. Sebelum ayah pulang," gumamku sambil mondar mandir di ruang tamu menunggu kedatangan Josh.

tok tok tok

Ada yang mengetuk pintu, aku lalu berjalan ke arah pintu.

Ayah? Atau bukan?

"My Godness. Kau masih sempat mengetuk pintu?" tanyaku begitu melihat Josh berdiri di depan pintu.

"Kenapa? Bagaimana kalau yang membuka pintu itu ayahmu?" sahut Josh sambil tersenyum simpul.

Tak lama ia lalu diam tak berkutik.

"Uh.. ya, kau benar" sahutku.

"Jadi?"

Josh masih diam. Ya Tuhan! Ada apa dengan anak ini?

"Josh?" kulambaikan tanganku tepat di depan wajahnya.

"Ah Neera, kau- hanya saja.." ia tergagap. Aku tertawa kecil melihat tingkahnya.

"Ya?"

"Kau cantik sekali malam ini," ucapnya dengan senyum.

"Umm, terima kasih. Jadi?"

"Ah iya, ayo kita berangkat." jawabnya, ia lalu menarik tanganku keluar dari rumah. Sesampainya di halaman rumah, kulihat Daisy.

"Dengan Daisy?" tanyaku.

"Ya, kenapa? Kau tidak suka?" sahutnya balik bertanya padaku.

"Seriously? Aku justru suka sekali. Aku jadi seperti putri kerajaan di dongeng-dongeng" sahutku.

Berharap sekali kau, Neera-___-

"Yes, you are," sahut Josh.

Astaga! Aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan semburat merah pada pipiku saat ini.

° ° °

Josh mengajakku ke ladang bunga. Astaga, walaupun sudah malam, tetap saja bunga-bunga ini terlihat cantik.

"Kau tau, kenapa aku ingin mengajakmu ke sini?" tanya Josh. Aku menggeleng.

"Ini tempat di mana ibu dan ayahku bertemu." jelas Josh.

"Wow," gumamku kagum.

"Iya, dan aku ingin seperti mereka-"

"Maksudmu?"

"Neera, maukah kau menjadi pacarku?" Josh berlutut di depanku dengan kedua tangannya menggenggam kedua tanganku.

"Josh, kau?" aku benar-benar tak bisa berkata-kata, maksudku, apa dia serius? Josh justru mengangkat sebelah alisnya menanti jawabanku.

"Yes, I am!!" sahutku girang? Entahlah, karena aku benar-benar senang saat ini.

"Oh my Godness, thanks Neera," Josh mengangkat tubuhku tinggi-tinggi di udara, lalu segera menurunkanku. Kita sama-sama tertawa.

Tanpa diaba-aba Josh menarik tubuhku, kedua tangannya menangkup pipiku, lalu ia mendekatkan wajahnya dan mencium bibirku lembut.

He kiss me softly.

Terima kasih, Josh, kau selalu membuatku tak pernah merasa lebih baik saat kau di sampingku.

• • •

THE END

• • •

Thank you for the supports for this story. To keep votes and comments. Thanks a lot. Love y'all💕

naadiaasa

Never Been Better [Short Story]Stories to obsess over. Discover now