𝐶 ℎ 𝑎 𝑝 𝑡 𝑒 𝑟 . 𝐼𝑋

948 85 82
                                    

⚠︎ 𝚆 𝚊 𝚛 𝚗 𝚒 𝚗 𝚐 ⚠︎

•𝙱𝚞𝚔𝚞 𝚒𝚗𝚒 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚔𝚎𝚔𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊𝚗. . 𝙰𝚝𝚊𝚞 𝚖𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗, 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚔𝚎𝚔𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊𝚗
•𝙳𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚔𝚞 𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚜𝚒𝚗𝚒, 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚑𝚊𝚕-𝚑𝚊𝚕 𝚗𝚎𝚐𝚊𝚝𝚒𝚏 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚒 𝚋𝚞𝚔𝚞 𝚒𝚗𝚒

꒷︶꒷꒥꒷‧₊˚૮꒰˵•ᵜ•˵꒱ა‧₊˚꒷︶꒷꒥

𝐾𝑢𝑘𝑢𝑟𝑢𝑦𝑢𝑘. . .

𝐷𝑖 𝑝𝑎𝑔𝑖 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑦𝑔 𝑐𝑒𝑟𝑎ℎ. . . 𝑇𝑒𝑟𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑟 𝑠𝑢𝑎𝑟𝑎 𝑎𝑦𝑎𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑜𝑘𝑜𝑘, 𝑤𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑖𝑡𝑢 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑦𝑎𝑚 𝑎𝑠𝑙𝑖. . . 𝐾𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑖𝑡𝑢 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑢𝑎𝑟𝑎 𝑀𝑎𝑙𝑎𝑦𝑠𝑖𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑒𝑛𝑔𝑘𝑎𝑟 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐴𝑦𝑎𝑚

"KUKURUYUKKK!!!! " Suara ayam yang begitu ngegas karena tidak suka dengan harimau yg sedang ia ajak bertengkar itu

"KUKURUYUKKK POK POK POK POK POK!!!! " Suara Malaysia yang tak kalah kerasnya dengan suara ayam itu

Di saat Philipina baru bangun dari tidurnya dan keluar kamar lalu menuju ke taman belakang mansion. . .

Ia pun terkejut di saat melihat saudara nya sangat bertalenta untuk menirukan suara Ayam. . .

Entah dorongan apa, Philipina pun ikut menjadi ayam seperti Malaysia

Asean yang melihat itu semua pun hanya bisa pasrah, tetapi beda dengan kakak killer di rumah itu. . . Yang bernama Singapore

Singapore mendekati Malay dan juga Phil lalu membuka pintu kandang ayam tersebut yang membuat Philipina dan juga Malaysia terketar-ketir

Bahkan. . . Kntl nya pun terketar ketir, dan alhasil? Mereka berdua di kejar oleh ayam tersebut

Reader : Trus gimana keadaan indo, Marcha?

Me : Owh iya! Sini sini gua kasi tau.  . .

Sekarang Indonesia sedang beristirahat di kamar dari salah satu saudara nya yang bernama Singapore.. .

Yah, walau mereka tidak dekat sama sekali dan juga selalu bertengkar karena si adek atau si Indo ini kek tai

Tetapi sebagai seorang kakak yang baik dan tidak sombong. .  ia meng'ijinkan adiknya untuk tidur di kamarnya , karena apa?

Pake nanya. . . Di chapter sebelum nya sudah terlihat jelas! Bahwa kamarnya Indonesia sudah hancur lebur ,sama seperti kalian. . . Kalau punya uang 50k malah di simpen emak.. Rasanya tu pasti hancur lebur, karena pengen di jajanin malah di ambil

Indonesia sedang terduduk lemas di kasur. . . yang dimana, ia sedang di temani oleh salah satu adik perempuan nya yang bernama Brunei

"Abang. . . " Ucap Brunei yang mulai memberanikan diri untuk berkomunikasi dengan kakaknya yg terlihat stress

Karena apa? Dari tadi mereka hanya diem dieman. . .

"Hm. . . " Jawab Indonesia dengan deheman yg singkat, disini Brunei ingin sekali membanting kakaknya ini. . . Tapi kasian. . .

𝑊ℎ𝑦 𝑀𝑒. . . Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang