CHAPTER IV

1.1K 104 20
                                        

Kalau di tiga chapter sebelumnya kalian sudah membaca bagaimana bucinnya Lee Donghyuck sama gue

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kalau di tiga chapter sebelumnya kalian sudah membaca bagaimana bucinnya Lee Donghyuck sama gue. Di chapter ini izinkan gue bercerita sedikit soal bagaimana gue 'menjinakan' seorang Donghyuck. 

Bukan, Donghyuck bukan beruang beneran kok. Dia cuma cowok kuliahan yang kebanyakan makan gula, jadi kadar excitement-nya kadang terlalu tinggi.

Seperti yang kalian baca sebelumnya, Donghyuck PDKT saat gue lagi makan siang sendirian di kantin kampus. 

Gak sendirian banget sih, lebih tepatnya lagi nunggu temen buat makan siang bareng. 

Gue gak akan cerita terlalu banyak di bagian ini nanti kalian pusing kalau diulang-ulang. 

Anyway, kalau boleh jujur, gue sendiri kadang masih merasa kesulitan buat mengontrol Donghyuck.

Loh, kenapa harus dikontrol? 

Karena kadang dia suka kebablasan dalam arti yang sesungguhnya. Entah saat ngobrol atau menjahili gue di depan teman-temannya. 

Pernah suatu hari sepulang kita dari pantai, kalian baca part itu kan? Ehm. 

Gue udah sangat kelelahan. Penyebab gue kelelahan adalah karena pertama, gue gantian nyetir mobil–meski cuma dua jam, tapi lumayan kalau non-stop pantat jadi tepos. 

Kedua, you know ya, he did me 3 times. Gempor gak tuh. 

Besoknya kita ada janji ketemu temen-temen circle kita. Ada tiga orang, Yangyang, Jeno, sama Jisung. 

Mereka memang ada titipan belanja beberapa barang dari store surfing yang cuma ada di pantai yang kita kunjungi, jadi sekalian dibawain.

Gue karena kecapean jadi banyak diem aja, sambil makan cheese toast sama teh anget. 

Gue gak tahu siapa yang mulai bercerita, tapi tiba-tiba obrolan mulai menjurus pada topik ehm ehm. Dan Donghyuck dengan terlalu antusias bertanya banyak hal sama Yangyang.

"Hah, masa sih? Bisa kuat? Berapa kali kalau minum begituan?"

"Gak tahu sih, cuma kata anak-anak yang lain bisa sampe lima kali sehari." Balas Yangyang.

"Edun. Apa gak peyot tuh titit digempur lima kali?" Jeno nyeletuk dengan santai.

Jisung sudah tertawa tanpa suara, yang berarti itu lucu banget. Tapi saat sedang asyik mengunyah makanan, tanpa memperdulikan obrolan mereka. Donghyuck tiba-tiba mengatakan hal yang bikin gue hampir keselek.

"Ah, tapi gue sama Renjun tiga kali gak pake obat, kuat-kuat aja."

Jeng... Jeng... Jeng... Jeng.. (biar dramatis)

Tentu jawaban ini disambut gelak tawa tiada henti dari ketiga makhluk menyebalkan itu. 

Yangyang ketawa sampai wajahnya memerah. Jeno gak jauh berbeda. Sementara Jisung gak berani menatap mata gue langsung.

Book Guide No. 623Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang