𓇢𓆸 b'day & bad day

0 1 0
                                    

⚘⚘⚘ Assalamu'alaikum ⚘⚘⚘
Hiiii

Welcome, untuk yang membaca cerita ini. Terima kasih telah berkenan mampir dan membaca cerita karangan manusia satu ini. Have fun, guys💖

———

💌Jangan lupa komen bila ada kesalahan pengetikan💌

💌Jangan lupa komen bila ada kesalahan pengetikan💌

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sang surya belum menampaki sinarnya. Suasana pagi yang dingin di kota Bandung terasa menyejukkan. Suara-suara adzan menggema hingga ke atas langit yang masih ditemani bintang dan bulan.

Didalam kamar dengan cahaya temaram yang di sinari lampu tidur. Seorang gadis masih setia memejamkan matanya berbalut mukena putih dan mushaf yang masih setia di pangkuannya.

Sudah setengah jam setelah ia melaksanakan sholat malam dan tadarusan masih setia tidur. Wajahnya sangat ayu. Hidung bangir, bulu mata lentik dan bibir tipis yang terbentuk sempurna.

Pintu putih dengan bandulan dinosaurus itu terbuka. Menangkap sosok lelaki dengan pakaian yang sudah rapi, siap untuk pergi melaksanakan shubuh berjamaah di masjid.

Arlan Sadewa Pradipta  melihat putri bungsunya itu yang sedang tertidur. Ia terkekeh pelan lalu berjalan menghampiri putrinya

"Sayang?... Wanda."

Gadis itu mulai membuka matanya kala mendengar suara khas papa nya. Muka-muka khas bangun tidurnya tentu membuat Arlan kepalang gemas.

Wanda mengusap kedua matanya. Menyesuaikan cahaya yang masuk retinanya.  Senyum bulan sabit ia berikan pada papa nya.  "Maaf, ya. Ketiduran lagi." katanya pelan.

Tangan Arlan bergerak mengusap kepala Wanda yang tertutup mukena. "Lain kali, jangan tidur sambil senderan. Nanti sakit punggungnya," Arlan menjeda sebelum kembali melanjutkan. "Yasudah. Sekarang ambil wudhu, habis itu sholat."

Wanda memberikan hormat, tanda patuh. "Siap, papa."

"Papa ke masjid dulu, ya." Arlan beranjak pergi dari kamar Wanda untuk pergi sembahyang di masjid komplek.

Wanda menaruh mushaf nya di atas nakas. Dilanjut melepas mukena nya. Sebelum mengambil wudhu, langkahnya membawa ia menuju pantulan kaca meja rias di samping tempat tidurnya.

Dalam hati ia mengucap beribu-ribu syukur pada sang pemilik semesta. Masih memberikannya kesempatan untuk menghirup udara hingga ia menginjak usia 17 tahun.

"Happy sweet seventeen, awa." monolognya.

⚘⚘⚘

Seorang gadis yang sudah siap dengan seragamnya menuruni tangga perlahan. Pagi-pagi sekali ia sudah siap dengan hijab yang menutup dada dan tas punggung dengan gambar favoritnya. Dinosaurus atau yang sering ia sebut diroo.

AMOUR'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang