1. LOVE AT THE FIRST SIGHT

165 27 40
                                        

Jatuh cinta pada pandangan pertama? Mungkin itu terlalu klise dari banyaknya alasan mengapa cinta di pertemukan. Tidak ada yang tau tentang takdir manusia, begitupun dengan kisah cinta.

Untuk beberapa waktu lalu ketika hati tengah rapuh dan bimbang, entah mengapa ketika Senja tak sengaja bersitatap kedua bola mata Naufal semua keraguan itu tiba-tiba lenyap. Sebelumnya, Senja memiliki banyak pengelaman buruk perihal asmara. Tidak ada hal baik untuk mengenang pengalaman buruk itu. Sudah berapa kali gadis itu mengalami kegagalan. Berkali-kali ia harus menerima kenyataan pahit tentang 'seseorang pergi tanpa alasan pasti.'

Seseorang pernah berkata "Kenapa mencintai seseorang harus mempunyai daftar alasan jika kamu mencintainya?"

Senja terdiam sejenak, untuk menaruh perasaan apakah harus memiliki alasan? Mungkin jika ditelusuri lebih jauh, ternyata jatuh cinta Senja bukan berawalan dari "Bagaimana aku bisa mencintai dengan begitu?"

Senja hanya menuangkan perasaan di atas kertas dengan segala hal yang berkaitan dengan Naufal, mungkin jika Naufal telaah lebih dalam, lelaki itu akan menemukan tumpukan kertas berisi tentang cerpen cinta Senja khususkan untuk Naufal sumber inspirasi.

Senja memberanikan diri untuk menatap kedua mata Naufal selama dua detik, mencari inspirasi guna melanjutkan kegiatan menulisnya tentang 'Naufalnya'.  Namun, tidak disangka ternyata sosok lelaki yang sedari tadi menjadi sumber gerak hatinya menatapnya disisa-sisa tawanya bersama teman-temannya. Tiba-tiba dadanya bergemuruh, pipinya memanas. Senja salah tingkah, itu sudah pasti. Ia dengan cepat kembali sibuk dengan penanya sembari bergabung tawa menatap teman-temannya yang sedari tadi sedang bercerita entah apa yang sedang mereka bahas. Senja tidak memperhatikannya, yang paling penting sepertinya temannya sedang membahas seru, terlihat bahwa mereka tertawa bersama.

Teman-temannya pun mengalihkan pandangannya kearah Senja mengerutkan kening. Wajar saja, siapa yang tidak heran bahwa tiba-tiba Senja ikut tertawa padahal sedari tadi gadis itu sibuk dengan kegiatannya.

"Eh, btw tipe pasangan lo seperti apa sih, Senja?Tanya temannya, Pran.

Senja berhenti dari tawanya. dengan perasaan yang campur aduk dan jantung berdebar tak karuan Senja melirik sekilas kearah Naufal dan menjawab pelan, bahkan setengah berbisik.

"Seperti Naufal," ucapnya percaya diri. Percayalah! Bukan maksud ingin bermain-main, hanya saja ia ingin tau bagaimana reaksi teman-teman ketika mereka melihat Senja menyukai seseorang yang tidak pernah mendapatkan rumor kencan dari perempuan manapun.

Lalu sepersekian detik kemudian, dua orang teman tertawa terbahak-bahak.

Dengan tak tau malunya, salah satu teman mereka yang nama tag-nya Dio Jenar berteriak sambil menunjuk jarinya kearah Senja. "WOII NAUFAL, LO DI SUKAIN NIH SAMA DIA," teriak Dio tertawa keras dan disusul oleh teman-teman lain yang sialnya mendengar teriakkan Dio.

Saat itu juga Senja tidak bisa berkata apa-apa, yang pasti ada secuil rasa perih bersarang di rongga dadanya ketika melihat respons teman-temannya. Apakah menertawakan pernyataannya dan menganggap perasaan Senja hanya lelucon? Namun yang lebih menyakitkan adalah Senja melihat respon Naufal biasa saja, seperti tidak minat.

Setelah melihat teman-temannya sudah menghentikan tawanya Pran mengatakan sesuatu yang membuat harapan Senja hancur. "Lo jangan suka sama Naufal deh. Ntar lo sakit hati," ucapnya yang ia kira hanya candaan semata.

Senja mengerutkan kening dengan rasa penasaran yang besar. "Memangnya kenapa?"

Pran berhenti tersenyum dan mengatakan pada Senja dengan raut wajah yang sangat serius. "Dia udah punya cewek. Kalaupun dia jomblo, dia juga nggak mau kali sama lo." Kalimat terakhir tentu saja hanya lelucon saja, seperti yang sering ia lontarkan pada Senja dan teman-temannya. Karena, Pran memiliki sifat usil, sering membully untuk candaannya.

Tidak ada rasa sakit yang amat besar ketika kita menyukai seseorang yang hatinya bukan milik kita. Senja tertawa miris, apakah ia harus merasakan kekalahan lagi sebelum berjuang?

Senja masih ingat percakapan kala itu, dan membuat Senja sempat berhenti sejenak beberapa saat untuk menata ulang hati yang sempat berantakan. Beberapa hari itu Senja bahkan sempat kehilangan minat yang berkaitan dengan Naufal; seperti malas menatapnya, malas berbasa-basi pada Naufal, bahkan sampai Senja berharap tidak satu kelompok dengan Naufal!

Senja pernah baca salah satu kutipan dari buku novel. Kata-katanya seperti ini, "Secanggih-canggihnya peradaban, ngga akan pernah membuat kamu menjadi milikku. Sepintar-pintarnya Einstein, kurasa beliau tidak akan pernah menemukan rumus yang cocok untuk kita jadi kita. Kita terlalu rumit, seperti kabel-kabel yang berserakan di rumahku. Kita seperti jedai dan buku, tidak ada hubungannya tapi sama-sama hadir di dunia."

Bagaimana rasanya menyukai seseorang yang setiap hari bertemu dengannya? Yang jelas seharusnya rasanya seperti ribuan kupu-kupu yang berterbangan di dalam perut. Ia sempat merasakan butterfly era.

Untuk bagian senangnya, mungkin Senja senang menunggu kehadiran Naufal. Siapa sih yang tidak suka difase menunggu seseorang yang kita suka berangkat sekolah? tidakkah kalian merasakan betapa degupan dada dan pancaran mata yang berbinar seakan-akan menanti lotre dengan hadiah ratusan juta. Begitulah perasaan Senja.

Mata Senja sering kali mencuri tatap kearah gerbang sekolah, sampai-sampai teman atau saudara sering kali memergoki mengapa Senja seperti menanti seseorang masuk.

Seperti saudaranya kali ini.

"Lo nungguin siapa? Perasaan dari tadi mata lo sering liat kearah gerbang sekolah? Lo nungguin seseorang ya?" Tanya saudara kandung Senja yang bernama Asmaraloka, yang sering kali dipanggil, Mara.

Senja terdiam. Tidak mungkinkan Senja mengatakan dengan gamblang di depan teman-temannya seperti dulu? Jangan sampai ia kembali dijadikan bahan lelucon lagi. Alih-alih menjawab, ia hanya menggelengkan kepala, tersenyum kecil.

Senja belum cukup berani untuk mengatakan secara terang-terangan lagi. Meski ia begitu mengagumi sosok Naufal Putra Galaksi. Laki-laki yang tiga tahun satu kelas dengannya tanpa tidak tahu dirinya ia berani menaruh perasaan sejak satu tahun lalu.

Sebenarnya tidak ada yang aneh menyukai teman sendiri. Akan tetapi yang membuat Senja terlihat aneh menyukai Naufal adalah mereka tidak pernah terjebak dalam percakapan sehari-hari meski satu ruangan pun. Bahkan menanyakan tugas pun Senja tidak pernah! Tidakkah begitu aneh?

Senja kira itu hanya perasaan kagum ketika melihat visual Naufal. Tetapi lama-kelamaan perasaan asing ketika Naufal berinteraksi dengan perempuan lainnya membuat Senja terganggu. Ia tidak suka sekaligus merasa iri saat gadis lain bisa berinteraksi dengan Naufal secara bebas. Sedangkan dengan dia tidak.

Diary Untuk Naufal [Sudah REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang