Hai, di visualisasi tokoh mereka udah mahasiswa yaa, tapi disini mau aku ceritain dulu di masa sma mereka.
Jadi ini kita flashback dulu di masa sma mereka yaa. Aku tulis miring biar nanti gak bingung juga. Makasih, dan selamat membaca semua!!
"ikut anak-anak gak la ntar?" tanya salah satu teman Aquila yang baru saja duduk di sampingnya.
"Hah kemana?"
"Ke kafe depan"
"Hah? Mau ngapain?" tanya Aquila bingung karena pikirnya ada urusan apa mereka ke kafe depan disaat harusnya mereka belajar mempersiapkan ujian akhir mereka.
"Diajakin Adam tuh, gatau deh tapi tadi alasannya buat bahas soal-soal sih. Gimana? Mau ikut?" tanya temannya sekali lagi.
Aquila menoleh dan bersandar pada dinding, "hmmm gak deh kayaknya, nanti mau ada urusan"
"Urusan apa?"
"Ada deh" balas Aquila sambil tersenyum.
"Mau kemana sih emang?" tanya temannya lagi yang bingung tumben sekali manusia macam Aquila punya kepentingan.
"Kepoooo" balas aquila meledek.
"Halah yauda deh, nanti gue bilangin ke adam soalnya dia tadi suruh ngajakin lu"
Aquila hanya mengangguk malas dan kembali memainkan hpnya untuk membalas pesan.
Saat pulang sekolah
"Heh mau kemana tuh buru-buru banget kayaknya" tanya Inggrid yang berada tidak jauh dari bangku Aquila.
"Ada deh, kepo"
"Dih" balas Inggrid.
"Gaya banget dah ni anak" sahut teman sebelah Inggrid.
"Mau kemana lu? Gaya banget sok sokan ada urusan" tanya Adam yang tiba-tiba menghampiri bangkunya.
Aquila hanya mengangkat bahunya acuh sambil menata barangnya untuk dimasukkan tas.
"Dih ditanyain juga, jawab dong" ucap Adam sekali lagi karena tidak mendapati jawaban.
"Ih kepo banget. Ada urusan. Penting" jawab Aquila dengan nada yang sedikit menyebalkan dan menekankan kata terakhirnya.
"Dih sok sokan banget"
"Yauda bodoamat, minggir. Mau keluar"
"Ett ga boleh"
"Ih apa sih, minggir gak" sahut Aquila sambil menyingkirkan badan Adam yang menghalanginya.
"Gak. Kecuali kalo ikut ke kafe depan. Lagian mau ngapain sih, palingan juga gak penting. Mendingan ikut ke kafe depan bahas soal-soal sama soal olim nanti, lebih penting"
"Halah males, enak aja gak penting. Sok tau banget sih, lagian gue udah ada urusan duluan. Bye" balasnya sambil mengambil jalan lain daripada berurusan panjang dengan Adam.
Melihat Aquila ingin kabur darinya, ia pun dengan cepat menghadang saat Aquila sudah mendekati pintu.
"Et et ett mau kemana lo"
"Ya pulang lah, minggir ga" sahut Aquila kesal.
"Kemana sih, sok penting banget. gausa sok sokan deh"

KAMU SEDANG MEMBACA
Lost
RomanceAquila hanya ingin bahagia. Bahagia untuk dirinya sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Tapi entah mengapa, segala masalah selalu turut serta disetiap proses hidupnya. Tapi satu yang selalu Aquila syukuri, selalu ada orang baik disetiap perjalana...