Halo semua, maaf ya sebelumnya kalo part ini bakalan berbeda sama part sebelumnya karena ternyata apa yang aku hapus di part sebelumnya lupa aku masukin di part ini, akhirnya yauda aku sedih:( teledor banget emang huhuhu
Tapi, part ini adalah part ingatanku yang lebih jelas soalnya part kemarin tuh memang agak abu-abu dikit hehe
sekian curhatan kesedihanku, selamat membaca💙💙💙
"Permisi, maaf mengganggu waktunya. Kita minta waktunya sebentar untuk menginfokan terkait kegiatan kemah minggu depan dan mendata siswa yang ikut nanti" jelas Aquila di pintu ruang kelas 10-A4.
"Ini kegiatan wajib ya" lanjut Diana.
"Oke kak" balas beberapa siswa yang sedang berada di kelas dan mereka pun kembali pada kegiatannya masing-masing.
"Ayo guys abis ini aku data ya" ujar Safina si ketua kelas yang juga adik kelas di pramuka itu dari bangku paling ujung.
Aquila yang melihat itu lebih memilih keluar bersama Diana dan menunggu di depan agar Safina saja yang mendata dan mereka tinggal menerima.
Namun sebelum keluar, pandangannya tidak sengaja bersirobok dengan seseorang yang berada pada meja baris kedua yang sedang memegang stik ps dan sedang dikelilingi teman-temannya. Dengan cepat Aquila memutus kontak mata dan memilih segera keluar dari kelas itu.
Melihat Safina yang tidak mendapat respon berarti pun membuat Aquila dan Diana saling pandang dan berbicara lewat tatapan.
"Tunggu aja" final Aquila dan menyudahi kegiatan tatap-menatapnya.
Mereka tahu kegiatan ini pasti sangat malas diikuti oleh para siswa. Namun apa boleh buat, ini kegiatan wajib terakhir yang harus mereka ikuti sebelum naik kelas. Sedangkan pramuka sudah bukan kegiatan wajib lagi bagi siswa kelas 11 nanti.
Setelah beberapa menit menunggu Diana yang tidak sabar pun segera mengambil tindakan, "ini gak ada yang mau ikut kah?"
Aquila hanya bersedekap dada sambil bersandar pada pagar pembatas.
"Kak wajib banget ikut?"
"Kak kalo sakit gimana?"
"Kalo ada acara di luar kota gimana kak?"
Disusul pertanyaan-pertanyaan lain yang mayoritas pertanyaan itu dari kaum lelaki.
Salah satu dari mereka yang sejak tadi berada di luar yang Aquila kira sedang mengerjakan tugas prakarya bangkit dan menghampiri dirinya, "Kak, aku gak bisa ikut di hari itu soalnya ada lomba" ujarnya saat sudah berada di depan Aquila.
"Lomba apa?" tanyanya kepada laki-laki yang ia ketahui salah satu crush teman sekelasnya.
"Voli kak" jelasnya.
"Oke, besok minta surat perizinan ya"
Saat lelaki itu pergi matanya tak sengaja menangkap pergerakan dari arah pintu yang mana segerombolan lelaki keluar dari sana. Aquila yang merasa jantungnya hampir copot melihat itu memilih menyibukkan diri dengan menulis nama siswa tadi.
"Kak, kalo urgent banget gimana?" tanya salah satu dari mereka yang Aquila tau pemimpin gerombolan tadi dan orang yang sama yang memegang stik ps. Berhenti tepat di depan Aquila dengan menenteng ponsel keluaran terbaru dan wajah yang amat menyebalkan.
Jujur saja Aquila tidak habis pikir, sejak kapan sekolah bisa seperti ini? Membawa stik ps? Lebih seperti main daripada sekolah, karena yang Aquila tahu paling hanya menonton drama atau mv kpop di layar proyektor kelas. Setidaknya itu yang ia lakukan bersama teman sekelasnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Lost
RomanceAquila hanya ingin bahagia. Bahagia untuk dirinya sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Tapi entah mengapa, segala masalah selalu turut serta disetiap proses hidupnya. Tapi satu yang selalu Aquila syukuri, selalu ada orang baik disetiap perjalana...