Kedua puluh dua

5.5K 345 39
                                        

.
.
.
Haiiikkkkk!!!!
Andra is backk!!!

Jangan lupa vote dan komennya ya. Gratis kok.
Btw baca sampe akhir ya.
Gak usah siapin tissue, karena bawangnya cukup sedikitttt :D
Kalo gak oercaya coba baca geh!!!!
.
.
.

Saat ini andra, abel, dan rafka tengah berada dikantin sekolah. Gosip tentang andra yang mencontek saat olimpiade memang sudah selesai, karena rafka dan abel bisa membuktikan bahwa andra tidak bersalah tanpa harus membawa-bawa nama gana.

Namun, gosip tentang andra dan wanita itu belum juga terpecahkan. Sebenarnya andra masih belum nyaman dengan tatapan teman-temannya. Namun rafka dan abel berhasilkan meyakinkan andra dengan istilah kalau kita tidak salah kenapa kita harus takut.

"lo belakangan ini keliatan lebih kurus ndra. Lo gak sakit kan? " ucap abel saat lagi-lagi ia melihat tubuh sahabatnya itu semakin kurus.

"gue diet bang. Gua kan mau daftar audisi master chef" ucap andra berusaha menanggapi kekhawatiran abel dengan candaan.

"yeee bocil, si abel tuh beneran khawatir. Lagian mana ada daftar master chef harus diet." ucap rafka yang hanya ditanggapi kekehan oleh andra.

"lagian ya ndra. Lo kenapa capek-capek harus kerja sana-sini sih. Duit dari hasil olim lo itu aja banyak banget."

"itu mau gua pake buat sesuatu ka. Jadi gak boleh diganggu gugat. " ucap andra sambil menggoyangkan jari telunjukany kekiri dan kekanan menandakan gerakan tidak.

"ngomong-ngomong si bagas kayanya makin hari makin gencar banget nyaingin lo ndra. " andra yang sedari tadi sibuk dengan baksonya kemudian memusatkan atensi pada kalimat abel barusan.

"kok lo ngomong gitu bang? Perasaan gua sama bagas gak saingan sengit. Ya sewajarnya aja gitu"

"tapi gua liatnya beda ndra. Kaya ambisi bagas itu beda. Gua takut dia menghalalkan segala cara untuk bisa ngalahin lo" kekhawatiran abel itu tentu bukan ucapan tak berdasar.

Karena suatu kali ia pernah tak sengaja menguping pembicaraan bagas dan seseorang di telepon.
Tentang rencana menjatuhkan orang.
Dan yang paling membuat abel terkejut adalah, ada nama andra yang keluar dari mulut bagas saat itu.

"udah bel. Lo jangan parno. Andra itu orang baik, jadi gua rasa gak ada yang bakal berniat jahat ke andra" yang kemudian diangguki oleh andra

"iya bang, gua itu orangnya baik hati, rajin menabung -

Belum sempat andra menyelesaikan ucapannya. Rafka memasukman bakso kedalam mulut andra.
Sungguh. Ia merasa salah bicara karena memuji andra sebelumnya. Dan akhirnya suasana meja mereja bertiga terisini canda dan tawa khas anak SMA.

"semoga lo selalu baik-baik aja ndra"

.
.
.
.
.
.
.

Banyak hal yang menarik yang seharusnya terjadi dikehidupan sesorang anak seumuran andra. Bermain dengan teman sebaya, pergi jalan-jalan saat libur sekolah tiba atau hal yang paling sederhana adalah berkumpul bersama dengan keluarga hanya sekedar untuk sarapan pagi atau makan malam bersama.

Tapi hal itu adalah hal yang sangat langka untuk andra.

Saat dirumah ini hanya ada mereka bertiga, ayah dan abangnya tidak mau bertegur sapa dengannya dan sekarang saat nenek dan kakeknya ada dirumah. Suasana semakin mencekam.

Sang nenek seolah-olah semakin mencuci pikiran ayah dan abangnya untuk semakin membencinya.

Saat ini andra tengah libur bekerja diminimarket karena beca dan keluarganya sedang berlibur keluar negeri.

Deandra [SUDAH TERBIT/TERSEDIA DI SHOPEE FIRAZ MEDIA]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang