Halo beb , ini adalah cerita pertama author ya , mohon di maklumi soalnya otak author cuma sebiji pasir doang , hehe :v
Welcome Deskripsi
Deliana Aysira bisa di panggil Delia , seorang gadis dingin dan irit bicara , Delia juga suka membaca buku , ta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
{
Anggap aja itu }
"Theo"
"Iya , nona"
"Jelaskan secara rinci alur cerita di chapter 1"
"Hah?"
"Ck , gua lupa dengan alur cerita chapter 1 nya"
"Oh , lebih baik saya jelasin pas nona berangkat , soalnya gerbang sekolah udah mau tutup"
"Y"
Velia pun mengendarai motor sport nya
( Skip )
Di tempat lain
Tepat di SMA International Genereyson , sebagian siswa sudah ada di kantin ada juga di perpus , kelas , dll
Brumm brumm
Perhatian siswa kini melihat ke arah gerbang
Terlihat beberapa siswa yang memasuki gerbang, mereka adalah zeno dan teman temannya, bersamaan dengan Velia yang mengendarai motor sport nya dengan kecepatan di atas rata rata
"Buset siapa tuh cewe? Berani bener bawa motor"
"Mana motor nya Segede beban hidup gue lagi"
"Tau aja lo Maemunah"
"Dia lewatin zeno?, Cari mati cok"
Itulah bisik bisik dari siswa siswa yang ada di dekat gerbang sekolah, Velia hanya menatap malas mereka dan pergi
"Theo"
"Kenapa nona?"
"Jelasin alurnya"
"Baiklah nona, Chapter 1 bercerita tentang protagonis wanitaakan di bully oleh antagonis wanita , saat itu protagonis tak sengaja menabrak antagonis , sedangkan antagonis tersebut membawa 2 mangkok bakso yang baru , dan terjadilah drama tersebut , hingga salah satu tokoh membantu protagonis wanita , antagonis itu cemburu melihat mereka berdua , dan untuk protagonis wanita sudah memiliki perasaan kepada tokoh tersebut"
"Klise sekali"
"Namanya juga alur nona"
Belum sempat Velia menjawab tangannya sudah di cekal oleh seseorang
Velia melihat orang yang mencekal lengan nya , ia menatap datar tapi tidak dengan batinnya
"Ck kuman"
"Lo berani bener lewatin kita"ucap dia dengan sombong
Velia diam tak berkutik , ia ingin mendengar ocehan pemuda itu