Ohm dan Nanon kini sudah berada di Ruang 4 tempat dimana member band Rosewild beristirahat pasca mereka tampil malam ini. Terlihat Film yang baru saja selesai berganti baju kini menghampiri Ohm dan Nanon yang tampak asyik mengobrol sambil berkata. "Ohm, aku pulang duluan ya. Yang lain sudah menunggu di parkiran."
"Mau di antar oleh supirku?" Tawar Nanon yang dijawab menggelengkan kepala oleh Film sambil menepuk bahunya lalu menjawab. "Tidak perlu. Lebih baik kau temani saja pria di sebelahmu, dia lebih membutuhkanmu daripada aku dan member lain." Film menunjuk Ohm dengan menaikkan kedua alisnya membuat keduanya terkekeh.
"Yasudah kau hati-hati ya." Tambah Nanon yang di jawab anggukkan kepala oleh Film hingga gadis itu pergi dan sekarang meninggalkan keduanya di Ruang 4 yang membantu membereskan semua barang-barang yang ada di dalam dengan mengembalikan ke tempatnya.
Ohm menengok kesana kemari sambil membantu Nanon sambil bertanya. "Para staf kampusmu pada kemana? Kok tidak membantumu membereskan semua ini?"
"Aku suruh pulang."
"Kok suruh pulang?" Tanya Ohm bingung yang membuat Nanon yang tengah menata beberapa kursi dan meja yang ada di ruangan itu terhenti lalu menoleh Ohm sambil menjawab. "Aku ingin berdua denganmu malam ini, memang tidak boleh?" Nanon menaikkan kedua alisnya membuat Ohm terkekeh dengan perkataan pria lesung pipi itu kemudian Ohm kembali mengerjakan pekerjaannya tanpa mempedulikan ucapan Nanon.
Kini keduanya sudah berada di depan kamar Nanon masih saling memiringkan kepala satu sama lain serta menghisap bibir lawan mainnya satu sama lain. Terlebih dahulu Nanon melepas ciuman itu lalu membuka pintu kamarnya dan mengunci pintu tersebut dan ia pun kembali melanjutkan kegiatan saling mendekatkan kedua benda kenyal itu hingga kini Nanon sudah duduk di pinggir ranjang masih dengan kegiatan bertukar saliva tersebut.
Ohm melepas ciuman itu sambil melepas kemeja yang ia kenakan di lempar sembarang ke lantai begitu pula dengan Nanon yang ikut melepas kemeja yang ia pakai dan membuangnya ke lantai.
Nanon kini sudah berjongkon di hadapan Ohm membuka paksa celana panjang yang Ohm kenakan lalu memasukkan pusat selatan itu ke dalam mulutnya sambil sesekali menjilat, mengulum dan menghisapnya hingga sampai kerongkongan dengan pria yang berdiri di hadapannya menjambak belakang rambutnya.
"Ahh~" Desahan itu seketika keluar dari bibir tebal seksi pria yang sedang menikmati kegiatan yang membuatnya mendesah tak tentu arah, karena merasa tak sabar ia pun menggoyangkan pinggulnya hingga pusat selatan itu terus menerus menyodok mulut Nanon yang mendadak kebas karena kegiatan yang ia lakukan malam ini.
"Emhh~" Suara akibat sodokan kasar dari pria yang berdiri dihadapannya membuat ia melepas kegiatan itu lalu kembali membawa pria yang berada dibawahnya itu ke atas ranjang.
Ia membuka celana pria itu kemudian melakukan handjob membuat pria yang terlentang itu mendongakkan kepalanya ke atas seolah menikmati setiap permainan yang mereka lakukan kemudian sang dominan memasukkan dua buah jarinya ke dalam lubang surgawi yang ada di hadapannya membuat sang submissif tampak kegelincangan di perlakukan seperti itu.
Permainan inti yang mereka lakukan saat ini dengan Nanon yang sudah menungging di hadapan Ohm dengan Ohm yang terus menerus menggoyangkan pinggulnya cenderung cepat dan kasar sementara Nanon yang di perlakukan seperti itu hanya mendesah merasakan rasa sakit dan nikmat yang bercampur aduk jadi satu.
Dua puluh menit setelahnya keduanya kini sudah duduk diatas ranjang dalam posisi cuddle dengan kepala Nanon yang menempel pada dada telanjang Ohm, keduanya mengaitkan jari jemari mereka satu sama lain dengan Ohm yang mencium kening Nanon.
Nanon tersenyum kemudian keduanya mengecup bibir satu sama lain dengan Nanon yang kembali menempelkan kepalanya pada dada Ohm. Ohm mengelus-elus rambut Nanon sambil sesekali menciumi aroma musk yang ada pada rambut di puncak kepala Nanon.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEETHOVEN
FanfictionDua hati yang telah terkubur selama bertahun-tahun perlahan kembali terbuka ketika di hadapkan dalam sebuah situasi yang tak terduga. Memunculkan kembali memori-memori terdahulu yang memang sudah di pastikan takkan terbuka lagi. Ohm Pawat seorang c...
