Nanon baru saja selesai memasak pancake strawberry dan segelas orange juice yang ia sajikan diatas meja ruang makan rumah mewah nya itu.
Tak lama datang seorang pria yang tampak sudah rapi untuk bersiap berangkat kerja hari ini duduk pada kursi kosong yang ada disana lalu menikmati makanan yang Nanon sajikan.
"Aku hari ini ada rapat dengan beberapa composer dari agensi lain. Pulang kerja mungkin agak terlambat." Ucap nya sambil mengunyah makanan pada mulutnya.
"It's okay, my dear. Aku juga ada pekerjaan yang belum terselesaikan di pabrik dan ada schedule rapat juga sepertinya akan sama-sama pulang terlambat kita."
"Baiklah."
"Ohm."
"Hmm?"
"Kalau kita--adopsi anak kamu mau?" Tanya Nanon tiba-tiba yang membuat Ohm tersedak dengan ucapan suaminya itu lalu menoleh sambil menjawab. "Kamu serius bicara soal ini, sayang? Kita semua kan orang sibuk kalau punya anak siapa yang mengurus? Bukan tidak setuju hanya--" belum sempat Ohm selesai berbicara terlihat Nanon tampak terdiam dengan ucapan Ohm.
Ohm pun menghela nafas sambil menyentuh punggung tangan Nanon dan kembali berucap. "Aku tidak melarang, sayang. Kamu jangan salah paham dulu ya. Aku cuma tidak mau saja nanti kamu repot."
"Sebenarnya aku bukan mau adopsi anak tapi aku mau adopsi bayi."
"Bayi?"
Nanon pun mengeluarkan ponselnya lalu memberikan nya kepada Ohm membuat Ohm tiba-tiba tersenyum sambil terkekeh dan menoleh kearah Nanon sambil berkata. "Bayi yang kamu maksud itu anak anjing?"
Nanon menganggukkan kepala sambil memohon kepada Ohm agar di izinkan. Ohm hanya menghela nafas sambil mengusak puncak kepala Nanon dan berkata lagi. "Aku sudah berpikir kamu itu ingin adopsi anak panti asuhan. Ternyata anak anjing. Tidak apa-apa kalau ini aku izinkan."
"Kalau anak panti asuhan aku tidak sanggup, sayang. Lebih baik hewan peliharaan kan bisa kita anggap anak."
"Iya, terserah kamu saja, sayang."
"Berarti boleh?"
"Boleh sayang." Ucap Ohm yang membuat Nanon memeluk erat suaminya itu dan Ohm membalas pelukan suaminya itu kemudian Ohm melepas pelukannya sambil melirik kearah jam tangan nya. "Aku harus berangkat, sayang. Nanti kita ketemu lagi dirumah ya. Love you." Ohm mengecup kening Nanon dan pamit pergi untuk berangkat kerja.
---
La Corda D'Oro...
Chief of Executive Room...
Terlihat seorang wanita tampak pusing dengan pekerjaan yang ada di hadapannya kemudian tak lama setelahnya datang pria lesung pipi menghampirinya sambil membawa segelas kopi yang ia taruh diatas meja kerja wanita tersebut.
"You always give me a caffeine, dude?" Katanya sambil menerima gelas tersebut menyeruput nya perlahan.
"I just give your order, Miss." Senyumnya yang membuat wanita itu menganggukkan kepalanya.
"Apa yang membawamu kesini, Nanon?"
Nanon pun duduk di kursi depan meja kerja wanita itu sambil menjawab. "Red Wine Entertainment baru saja merilis aktor baru, apa kita tidak coba saja untuk memakai dirinya untuk iklan?"
"Kau selalu memikirkan peluang yang ada. Benar-benar gigih."
"Demi perusahaan ini akan kulakukan, Nonnie."
"Ya, terserah kau saja. Bikin saja dulu surat perjanjian nya sekaligus temui CEO Red Wine Entertainment untuk diskusi masalah ini."
"Okay, Boss."
KAMU SEDANG MEMBACA
BEETHOVEN [FINISHED ✔️]
FanfictionDua hati yang telah terkubur selama bertahun-tahun perlahan kembali terbuka ketika di hadapkan dalam sebuah situasi yang tak terduga. Memunculkan kembali memori-memori terdahulu yang memang sudah di pastikan takkan terbuka lagi. Ohm Pawat seorang c...
![BEETHOVEN [FINISHED ✔️]](https://img.wattpad.com/cover/344578683-64-k163799.jpg)