Selamat Membaca...
.
.
"Tuh benerkan dugaan gue, mukanya kayak gak asing."
"Gila cuy ternyata dia si cupu."
"Sebulan gak masuk, udah glow up aja."
"Iya anjir, malah makin cantik lagi."
"Tapi ganteng juga oi."
"Gue sebagai cewek insecure ges."
"Gue aja sebagai cowok juga insecure."
"Tapi kok gue baru tau kalo dia keturunan Alexander."
"Perasaan selama ini, dia gak pernah pake nama Alexander."
"Iya bener."
"Bukannya tuan Darius itu Cuma punya satu anak cewek dan itu pun kabarnya anak angkat?"
"Iya kan?, bukannya anak perempuannya tuan Darius itu cuma si Yovanka ya."
"Iya, pantes aja si cupu sering bully Yova. Mungkin dia iri kali sama Yova yang disayang sama keluarganya."
"Iya juga."
"Tapi kalo dipiki pikir, agak gak mungkin gak sih. Kalo si cupu bully Yova."
"Iya sih, gue kadang juga kepikiran gitu."
"Secarakan si cupu suka jadi korban bully, terus mana pawangnya si Yova itu abang kandungnya sendiri lagi dan geng abangnya."
"Anak anak sudah cukup bicaranya. Kalian berdua bisa menduduki kursi kosong yang tersedia." ucap sang guru
Kursi kosong hanya sisa dua dan posisinya berjauhan. Jadi Nala duduk di kursi kosong paling belakang, tempatnya dulu . Lalu Alan mengambil kursi kosong yang lain dan membawanya ke tempat Nala.
Mereka menggunakan meja + bangku yang kayak anak mahasiswa yang bisa dilipat itu.
Mereka semua menyaksikan kegiatan Alan tersebut dan hanya diam membiarkan. Hingga kegiatan Alan selesai dan akhirnya guru tersebut melanjutkan sesi mengajarnya.
Kegiatan belajar mengajar pun terjadi dengan hikmat. Hingga tak terasa bel istirahat pun berbunyi. Para murid berhamburan menuju kantin, begitu pun dengan si bungsu kembar. Saat di luar kelas ternyata si kembar A beserta gengnya dan juga Lio sudah menunggu di depan pintu.
Untuk si kembar A dan Lio itu satu kelas, dan sekarang geng si kembar ketambahan satu anggota lagi yaitu Lio. Dan selama mereka sekolah sebelum si bungsu kembar datang. Mereka selalu bersama. Lio tidak berniat untuk berdekatan dengan sepupunya Axton, anak ketiga Darius. Yang merupakan abang kandung si kembar.
Jadi saat ia berpapasan dengan Axton, dia memilih abai. Dan bahkan menjauhinya, karna dia juga salah satu orang yang sudah ikut menyakiti adik kembaranya. Terutama si bungsu.
Axton sudah sering mengajak sepupunya, Lio untuk bergabung, tapi selalu mendapatkan penolakan. Ia juga kesal, karna Lio lebih memilih bersama musuhnya dari pada dirinya.
Dan dia juga kesal karna keluarga besarnya tidak ada yang menghubungi keluarga mereka jika berada di sini.
Nala dan Alan yang melihat kehadiran abang mereka pun mendekat.
"Abang udah lama nunggu kita?" tanya Nala pada semua abangnya
"Tidak." ucap ketiganya
Di saat seperti ini, mereka akan terlihat seperti kembar tiga. Bahkan teman mereka pun ikut terkejut. Pasalnya Aksa dan Lio itu sama kutubnya, berbeda dengan Aska yang masih agak friendly sama teman atau orang terdekat, beda kalo sama orang asing atau pun musuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kenapa Aku... (END)
JugendliteraturDia yang terlahir sebagai anak perempuan pertama. Sedari kecil sudah harus merasakan kerasnya hidup. Ketika saat menyelamatkan sang adik, ia mati akibat tertabrak mobil. Bukannya ke akhirat, ia malah mengisi tubuh seorang anak perempuan satu satunya...
