Si cantik yang serupa indurasmi.
Shanaya Lazuardi.
Pemilik nayanika sewarna coklat madu, hidung mancung yang kecil, bibir yang biasa mengulas senyum manis dan gingsul lucu yang jadi pelengkap senyum manisnya. Rambut legam menjuntai di atas bahu, tinggi semampai dan pinggang yang pas untuk gue peluk. Asta lentik yang juga pas untuk digenggam, her hands fits in mine like it's made just for me to hold.
Perempuan baik mirip seperti ibun yang berhasil gue temukan dulu. Punya keahlian masak yang gak ada duanya. Entah masakan ibun maupun Shanaya, selalu berhasil membuat gue gak jadi cari makan di luar. Hatinya lembut dan sedikit emosional yang selalu bisa membuat gue jatuh cinta. Tutur kata lembut dan suara merdu yang candu selalu menenangkan gue dari riuhnya isi kepala. Punya senyum manis yang selalu buat hati gue bergetar saking manisnya, meluluhlantakkan iman.
Shanaya itu cantik, baik, lucu, pintar, gemes, sopan, cantik, baik, lucu, pintar— yang buat gue selalu kewalahan dan kebingungan mau jatuh cinta model apa lagi ke dia. Paket komplit banget apalagi setelah dia udah jadi milik gue.
I'm the luckiest.
Sedikit banyak tentang si cantik yang baik, perempuan cantik setelah ibun yang selalu membuat gue bertanya-tanya, apa yang gue perbuat sampai balasan dari Tuhan seindah dan seberharga eksistensinya.
What did I do to deserve you
You tell me what did I do
Lucu rasanya, seorang Nazareo yang amatir dalam hal bercinta bisa memiliki sosok untuk dicinta yang nyaris sempurna. Menaruh hati untuk orang lain tidaklah mudah, tapi untuk jatuh hati, gue bisa semudah dan secepat kedipan mata. Mirip seperti sihir, senyuman Shanaya yang gak ada tiga detik lamanya, mampu membuat gue langsung jatuh hati, padanya. Si cantik itu adaaaa aja tingkah lakunya yang bikin gue makin cinta. Sekecil apapun tingkahnya, berdampak besar buat gue. Entah menebar euphoria keseluruhan badan atau menarik kurva ke sudut-sudut bibir gue. Pasti ada aja hal kecil yang dia buat secara alamiah tanpa dibuat-buat.
Shanaya punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, it's normal. Gue, semua orang juga punya. Bukan karena Shanaya punya kekurangan gue harus ambil celah buat cari yang lebih dari dia, hahaha gila kali ya. Manusia hidup untuk saling melengkapi kan? Apa kurangnya dia gue coba bantu cukupi, apa lebihnya dia gue cukup apresiasi. Sebaliknya, dia juga berlaku seperti itu terhadap gue. Jadi, gak ada alasan buat berpaling ke yang lain kan? Gak akan pernah ada.
She is perfect in her way.
Boro-boro meleng, gue terlalu sibuk buat jatuh cinta ke sekian kalinya sama si cantik.
Shanaya cantik apa adanya, luar dalamnya pun sama, bagaimana gue gak jatuh cinta? Angin pun tahu berapa banyak kata cinta yang keluar lewat bibir gue tanpa diketahui si cantik.
Untuk si pemilik hati sampai kapan nanti, ayo menjadi jatukarma yang punya cerita amerta. Pelabuhan terakhirku ada di kamu, aku akan singgah selamanya di tempatmu bahkan sampai karang menguasaiku.
Katamu kamu mau punya cerita seperti Habibie dan Ainun. Kamu bisa punya kisah seperti mereka, dan aku akan mewujudkannya untukmu.
Naza.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only (we)
FanfictionSedikit cerita bagaimana dua insan Tuhan yang sedang merajut asa dengan cinta. Mengikuti alur semesta dan berbahagia bersama. "Naza, terimakasih." "Terimakasih kembali karena sudah lahir ke dunia, sha." Na Jaemin × OC © dairymacchiato
