******
Kris tersenyum ketika Barra menangkup kedua pipinya, "Udah jangan nangis terus! Habis ini kita cari tau bareng semuanya."
Kris mengangguk, "Makasih ya, Bar."
"Jangan bilang makasih sama gue. Inget, lu punya gue Kris! Ceritain apapun yang lu rasain sama gue," ucap Barra.
"Babe?" Panggil Farez yang sudah rapih dan akan berangkat.
"Eh mau berangkat sekarang?" Tanya Barra.
Farez mengangguk, kemudian menatap Kris, "Gue tinggal dulu ya, Kris. Lu istirahat aja dulu sama Barra di sini."
"Thanks ya, Rez. Sorry, jadi ngerepotin lu sama Barra," ucap Kris tak enak.
Farez tersenyum, "Ngomong apa sih lu, Kris. Santai aja, nggak usah gitu. Ya udah gue pergi dulu, ya."
Barra pun akhirnya mengantarkan Farez hingga ke pintu.
Cup.
Farez mengecup pipi Barra pelan, "Aku berangkat dulu, Sayang. Mau nyium kamu di sana, nggak enak sama Kris," ucap Farez sambil menggoda.
Barra menepuk dada Farez pelan, pipinya memerah, "Apa sih, Yang!"
Farez tertawa kecil dan mengusak rambut Barra pelan, "Ya udah, pergi dulu ya."
Barra mengangguk, "Hati-hati ya..."
Sepeninggal Farez, Barra menatap Kris yang termenung dengan pandangan mengarah ke jendela.
"Kris," panggil Barra pelan.
Kris menoleh, "Iri banget gue liat kalian berdua," ucap Kris lirih sambil tersenyum menatap Barra.
Barra menghela nafasnya pelan, "Udah dong, jangan sedih terus. Kita sarapan dulu yuk!" Ajaknya.
"Aku nggak laper, Bar. Kamu aja ya yang makan," tolak Kris.
"Kok gitu! Nggak! Ayo makan juga, jangan sampai kamu sakit. Ayo!" Ajak Barra kemudian menarik paksa tangan Kris.
"Bar," rengek Kris, namun tetap bangkit mengikuti langkah Barra. "Yuwa tuh mau ke sini juga, ntar kita bisa ngobrol bareng!" Lanjut Barra.
Ketika waktu menunjukkan pukul 10, Yuwa datang dengan membawa banyak camilan. Dirinya mengepalkan tangan saat mendengarkan keseluruhan cerita dari Kris, "Kok Sakti brengsek banget sih sama lu, Kris!? Lu kurang apa sama dia selama ini!?"
"Yu, tenang dulu! Jangan keburu emosi!" Ucap Barra.
"Ya terus gimana dong, Bar! Udah keterlaluan banget dia sama Kris!" Kesal Yuwa.
Barra menghela napas, kemudian menepuk pundak Kris, "Jawab gue jujur, sebenernya lu pengen tau penjelasan dari Sakti kan?" Tanya Barra.
Kris menoleh, kemudian menunduk. Ia mengangguk pelan, "Iya, gue pengen tau, tapi gue juga takut, Bar. Kalau penjelasan dia malah nyakitin gue."
"Ini terserah lu juga sih, Kris. Kalau menurut gue, lu bisa temuin Sakti pas lu siap. Biar kalian bisa ngobrol dan sama-sama tau. Sebenernya ada apa," ucap Barra. "Gue bukannya apa, Kris. Gue ngeliat dari kejadian yang sempet nimpa gue sama Farez. Sama-sama nggak mau ngomong, jadinya ya... gitu."
Kris menatap Barra lama, dirinya sangat memahami maksud Barra. Kemudian ia menatap Yuwa.
"Kalau gue, gue pikir lu jauhin dulu si Sakti. Biar dia tau rasa, lagian dia mau jelasin apa lagi. Udah jelas-jelas bawa cewek ke kos! Tapi ya emang balik ke lu, Kris. Lu sukanya gimana," ucap Yuwa.
Kris tersenyum kecil, "Makasih ya, kalian udah mau dengerin cerita gue sama kasih saran. Biar gue nenangin diri dulu, terus mutusin mau nemuin Sakti apa nggak."

KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
RomanceMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...