chap 4

1.2K 50 1
                                        

" Jadi kondisi putri anda dinyatakan koma,Akibat benturan keras yang dialami kepala nya mungkin bisa mengakibatkan putri anda amnesia, faktor utama terjadinya amnesia kepada anak anda adalah kerusakan pada sistem Limbik di dalam otaknya ."

Terang sang dokter

Seakan dihantam petir.tubuh Anasta terkulai lemas sebelum mendarat di lantai .reza dengan sigap menahan tubuh sang istri.

Reza dengan segera mengendong sang istri dengan bridal style. Membawa nya kedalam salah satu ruang inap rumah sakit. Reza membaringkan tubuh lemah anasta ke atas brankar rumah sakit.

Tak lama seorang dokter wanita masuk kedalam dimana reza dan anasta tempati. Dokter itu langsung memeriksa anasta.dokter itu berbalik ke arah reza setelah memeriksa anasta.

"Tuan, nyonya jangan terlalu banyak pikiran yang bisa menimbulkan stress dan membuat kelelahan."

Terang sang dokter. Setelah mengatakan itu sang dokter permisi kembali untuk keruangan nya.

ᨏᨐᨓ ᨓᨐᨏᨏᨐᨓ ᨓᨐᨏᨏᨐᨓ

Kini waktu berlalu dengan cepat. Di sebuah ruangan bernuansa putih terdapat seorang gadis tengah bersandar di brankar rumah sakit sambil mengumpat. Menabsen seluruh nama binatang.

"sial, sial, sial banget gw njir"

Gadis itu terus mengumpat tanpa sadar ada seseorang telah masuk. Gadis itu berhenti mengumpat saat mendengar suara benda yang jatuh dan menoleh ke arah seorang wanita menegang dengan tangan megantung.

Gadis itu menatap aneh kepada wanita di depan nya. Wanita yang baru dia lihat.

"Anda siapa?"

Wanita itu tersadar dari lamunan nya dengan segera berlari ke arah gadis itu.

"Sayang, akhirnya kamu sadar juga bunda rindu"

Wanita itu memeluk sang gadis dengan erat. Air matanya tak dapat lagi ia bendung. Wanita itu sangat merindukan putrinya sudah satu minggu sang putri koma namun saat ini ia sudah bangun.

"Bnjir nih ibu ibu sapa dah, main peluk peluk aja"

Gadis itu bergumam di dalam hati. Meskipun begitu sang gadis membalas pelukan wanita itu.

Wanita itu tersadar dan melepaskan pelukan nya. "Tunggu sayang, bunda panggil dokter dulu dokter"

Wanita itu langsung berlari keluar dari ruangan untuk memanggil dokter. Padahal ada alat untuk memanggil dokter dari ruangan itu. Sangking senang nya wanita itu.


Sedangkan gadis itu hanya memandang dengan pandangan sulit.daria gadis itu menoleh ke arah pintu terdapat dimana ada seorang dokter dengan wanita tadi--- anasta dan di samping wanita itu ada sosok pria berwajah datar berjalan berdampingan dengan anasta


Sang dokter melangkah mendekat ke arah daria. Dokter itu menyuruh daria berbaring agar memudahkan nya untuk memeriksa. "Apakah kau mengingat nama mu? "

Setelah memeriksa dokter itu melayangkan pertanyaan aneh menurut daria." nama saya daria dok ". daria menjawab dengan seadanya kan memang namanya memang daria.

Sang dokter menoleh ke arah pasangan suami istri di belakang nya. Anasta  terlihat sudah meneteskan air mata nya. Apakah anak nya sudah tak mengingat namanya sendiri?

Anasta melangkah ke arah dimana sang dokter dan sang putri." nak nama mu bukan daria tapi naraya ".anasta mengucapkan dengan nada bergetar.

Daria sendiri merasa aneh dengan situasi saat ini. Bukan memang namanya daria kenapa wanita mengatakan seolah nama nya memang naraya. Tak lama kepala nya terasa sakit seakan ada puluhan batu yang menghatam kepala nya.

Matanya mulai terlihat memburam. Sakit nya tak bisa ia tahan mata nya sudah mau tertutup sebelum matanya benar benar tertutup. Daria melihat dimana anasta terliat cemas







Seyouuu

Dark dark nya nanti dlu

narayaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang