Bertemu lagi

6 2 0
                                    

Akhirnya sampaii..
setelah sekitar 40 menit perjalanan dari kampus ke menara aku menuju tempat wudhu ,, berwudhu dan memunaikan ibadah sholat dhuhur.

Setelah selesai aku ziarah menuju makam sunan Kudus , membaca Yasin kemudian melipir ke makam Bu nyai Hamdanah .

Disini cukup sepi , hingga aku bisa menenangkan hatiku di serambi masjid.

Ketika aku sedang melamun tiba² seseorang duduk di sebelahku . Kemudian dia berucap ..

" Loh saya kita ketemu lagi. Jodoh kali ya" dengan tertawa

Seketika aku menoleh kesamping . Rasanya kaget sekali. Kesini demi menghindari dia . Malah ngikut hufttt..

" Ahh ngga ah , kebetulan aja mungkin." Jawabku kikuk

" Hahaha iya bercanda kok"

Kemudian kita hanya berdiam tanpa pembicaraan hingga akhirnya

" Sya"

Aku pun menoleh kearahnya

"Kamu ngga kangen aku? Aku kangen kamu ..
Aku ngga percaya kalo kamu ninggalin aku hanya karna mau nyari sekolah yg lebih berkualitas aja . Aku ada salah sama kamu 3 taun lalu?" Ucapnya lirih

" Ngga , kamu ngga ada salah. "

" trus kenapa kamu blok semua sosmed aku"

" ngga kok , itu hp aku dulu hilang."

" kalo hp kamu hilang kan bisa hubungi aku pakek no baru sya.."

"Iya maaf ya , soalnya Aku ngga hafal no hape kamu ."

" Yaudah gapapa. Mau tukeran no hp?" Ucapnya kemudian mengeluarkan hp dari saku kemeja

" Ngga dulu ya . Em itu aku lupa ngga bawa hp''  maafkan hamba ya Allah ucapku dalam batin

" Ouh yaudah deh kapan kapan aja." Ucapnya mangguk²

" Hehe maaf ya."

" Kamu sama siapa ke sini sya?''

"Sendiri kok. Kamu?"

" Aku sama temen , tadi dia ke toilet bentar"

" Owalah "

Hingga terdengar teriakan "Andra.. ayo langsung balik aja ,, aku ada janji temu temen." Suara gadis berkerudung cream dengan outfit anak jaman sekarang.

Seketika pandangan ku nanar ,, dan fikiran ku membandingkan dengan bajuku yg hanya gamis polosan .

Ya pasti cowok lebih suka cewek beroutfit dari pada aku  gadis bergamis seperti ibu² . Fikiran burukku pun menghantui berprasangka jikalau Andra laki laki yg aku kaggumi selama ini ternyata sudah punya pacar

Hingga tekatku semakin kuat untuk segera melupakannya

" Sya , aku duluan ya. Nanti hati² ya baliknya . Jalan lagi rame² kalo jam segini." Suara Andra yg menyadarkan ku dari lamunan.

" Ah iya kamu juga hati²."

Kemudian dia berjalan meninggalkanku sendiri.

Ku lirik jam tangan ku ,, "ngga kerasa udah segini aja" gumamku
Kemudian aku berdiri dan berjalan menuju parkiran.
Setelah sampai di pondok aku segera menunaikan sholat Ashar.lalu membantu temen² yg sedang menyiapkan jamuan untuk tamu nya Abah..

Setelah selesai kemudian aku kembali kekamar hingga terdengar ketukan pintu .

Tok tok tok

Sya..

" Masuk aja mbak" teriakku

" Sya , boleh minta tolong nggak? " Tanya mbak Wawa kepadaku

" Apa mbak?"

" Mbak tadi di suruh umi nganter jamuan ke tamu, tapi mbak ada urusan mendadak, boleh ngga kalo kamu yg Anter jamuannya?."

" yaudah mbak kalo gitu aku aja yg antar."

Akupun keluar kamar kemudian menggambil jamuan untuk ku antar ke tamu .

" Monggo pak buk di sambi " ucap ku ramah
(Silahkan pak Bu di nikmati)

Hingga tatapan ku mengarah ke seorang laki-laki yg menempati hatiku hingga saat ini . Hati bertalu Talu

" Loh Sya kamu mondok disini toh?"

" Ah iya" senyum kikuk

" Ahh buk pak ini temen Andra waktu SMP , yg sering Andra ceritain itu loh ." Ucapnya kepada orang tuanya

" Wah cantik Ya le" ucap ibu Andra

" Haha ibuk juga cantik kok." Ucapku kikuk

" Gimana dra kamu jadi tinggal disini aja sama pakde?" Ucap Abah

Waww plot twist apalagi ini ya Allah . Abah pakde nya Andra ?  Tanya ku pada diriku sendiri

" Ehh gimana ya pakde,, sebenernya Andra mau . Tapi pripun pakde ,santri nya jenengan putri semua . Takut e buat ngga nyaman ." Jawab Andra
( Ehh gimana ya pakde ,, sebenarnya Andra mau. Tapi bagaimana pakde, santri nya pakde putri semua.Takut nya buat ngga nyaman.)

Aku yg merasa orang asing dan terasa tidak sopan pamit undur diri . Namunnn suara Abah menginterupsi

" Nasya ,, menurutmu bagaimana nduk? Ngga papa kalo ponakan abah tinggal disini?" Tanya Abah
Aku yg ditanya Abah semakin bingung. Kan Abah yg lebih berhak memutuskan . Kenapa harus bertanya kepada ku

'' ngga papa bah , " jawabku sopan menunduk

" Yaudah le kamu tinggal disini saja bareng pakde mu . Itung² jadi keamanan pondok ." Ucap bapaknya Andra

"Yaudah deh pak kalo gitu ." Ucap Andra pasrah

Babnya emang di perpendek ya..
Jangan lupa vote

Sia SiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang