8

4.8K 334 8
                                        

Setelah mengambil beberapa hari istirahat, hari ini Jaemin akan pergi ke pertemuan keluarga yang sudah dijadwalkan. Haechan membantu Jaemin bersiap-siap, memakaikan setelan jas warna hitam pada tubuh Jaemin yang telah terbalut kemeja putih dan dasi hitam.

"Hari ini kau hanya perlu mengawasi dari jauh," ucap Jaemin, kepala Haechan mengangguk sebagai jawaban.

Setelah memastikan penampilan Jaemin sudah rapi, Haechan mengambil kursi roda milik Jaemin agar Tuan-nya itu bisa duduk disana. Kedua tangan Haechan lalu mendorong kursi roda keluar dari kamar Jaemin untuk keluar dari tempat yang mereka sebut rumah, Jeno sudah menunggu di depan dengan pintu mobil yang terbuka.

Seperti biasa Jeno membantu Jaemin untuk duduk di kursi mobil dan Haechan memasukkan kursi roda ke bagasi baru kemudian duduk disamping Jeno. Karena tujuan mereka ke acara keluarga Jaemin, mereka harus duduk seperti bos dan pelayan seperti pada umumnya.

Mobil pun melaju, Jaemin membaca daftar tamu yang diberikan oleh Jeno begitu mobil meninggalkan area rumah.

"Siapa yang dipastikan datang?" tanya Jaemin.

"Para petinggi perusahaan datang, seperti biasa keluarga Yohan tidak datang. Mereka pasti terlalu malu untuk datang dan hanya untuk diolok-olok," jawab Jeno tanpa melepaskan pandangan dari jalan.

Jaemin menaruh kertas berisi daftar tamu yang kemungkinan hadir, pria itu kemudian mengambil sebuah foto dan memberikannya pada Haechan.

"Awasi dia, dia salah satu target dari klien kita. Aku ingin kau membunuhnya tetapi jangan membuat kegaduhan," kepala Haechan mengangguk, setelah ia menerima foto dari Jaemin ia langsung memasukkannya ke dalam saku.

Perjalanan mereka cukup jauh, mengingat Jaemin memang diasingkan dari keluarganya sendiri. Maka dari itu mereka berangkat pagi meskipun acara masih nanti malam.

Tak banyak yang Jaemin katakan ketika mereka sampai dirumah megah itu, sudah lama Jaemin tak menginjakkan kaki disana sampai Jaemin takut kakinya benar-benar lumpuh jika ada disana.

"Kupikir kau tidak akan datang," Jaemin tak perlu menoleh untuk melihat siapa pemilik suara, sudah pasti sang Ayah.

"Ayah, dia sudah lama tidak kembali ke rumah," itu kakak Jaemin, Jeffery namanya. Ayah Jaemin tak ambil pusing, ia meninggalkan Jaemin di ruang tamu bersama dengan Jeno menuju ke halaman belakang dimana acara reuni diadakan.

Seperti yang diminta oleh Jaemin, kini Haechan sudah berada di salah satu ruangan dan menggunakan baju pelayan yang membantu mengurus pesta keluarga itu. Mata Haechan mengawasi gerak-gerik orang yang menjadi targetnya, seorang wanita yang menjadi selingkuhan dari suami klien yang memesan jasa mereka.

"Hei kau! Kembali bekerja dan jangan melamun disana, makanan utama akan segera dihidangkan," suara itu membuat Haechan menoleh,

"Maaf, aku akan segera kesana," Haechan buru-buru meninggalkan ruangan itu menuju ke dapur untuk memindahkan hidangan utama ke meja yang ada diluar.

Anak itu tidak melepaskan pandangan dari targetnya begitu diluar, rencananya cukup klise, ia akan menumpahkan minuman pada wanita itu dan mengikutinya ke kamar mandi. Haechan sudah mempelajari peta rumah milik keluarga Jaemin, ia mengunci semua pintu kamar mandi kecuali kamar mandi yang ada di depan dan kamar.

Setelah menaruh nampan berisi ayam panggang yang cukup besar itu, Haechan melancarkan aksinya. Ia membawa nampan berisi minuman dan berjalan melewati wanita itu, dengan sengaja berakting tersandung dan menumpahkan minuman ke dress yang wanita itu pakai.

"Kalau berjalan pakai matamu! Argh sialan, kau tahu seberapa mahalnya dress yang aku pakai sekarang?!"

Haechan buru-buru berdiri sambil meminta maaf, memasang wajah bersalah.

Rendezvous (Nahyuck) ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang