Hari terus berlalu. Tak terasa hari pembagian raport sudah ada di depan mata. Sebelum murid benar-benar mendapatkan raportnya masing-masing. Tiga angkatan dikumpulkan berbaris di lapangan, kelas 10 berhadapan langsung dengan kelas 12 lalu kelas 11 berada di pertengahan, membuat barisan membentuk U. Sehingga guru-guru yang memberi petuah di depan dapat terlihat dengan jelas.
“Baik dicukupkan sekian. Selanjutnya pengumuman peringkat perangkatan akan diumumkan oleh Bu Gilang, terima kasih.”
Jantung Lily berdegup sedikit kencang. Matanya melirik ke arah tempat duduk yang disediakan untuk orang tua yang datang.
Raport akan diserahkan kepada orang tua murid. Hal itu memang selalu diterapkan per-semester, mengingat tidak bisa diwakilkan membuat Lily merasa cemas.
Benar saja. Papanya ada di sana, duduk serius menunggu guru mengumumkan peringkat. Tentunya mengharapkan nama anaknya disebut paling awal sebagai peringkat utama.
“Baik,” Bu Gilang menguasai mikrofon, “apapun hasilnya. Saya harap tidak ada yang berkecil hati dan bertinggi hati. Karena ini hanyalah peringkat yang tidak menentukan kesuksesan. Peringkat tiga besar ini diambil dari murid yang terbaik di antara murid baik lainnya.”
Masalah peringkat. Meskipun Bu Gilang sudah berkata begitu, tidak membuat Lily merasa tenang. Mungkin yang lain bisa, karena mereka sudah yakin tidak akan mampu menduduki peringkat tiga besar umum. Atau mungkin orangtua mereka tidak mengharap setinggi itu kepada anaknya.
Berbeda dengan Lily yang dari tahun menuju tahun selalu menduduki peringkat pertama. Kekhawatiran berlebih seperti ini selalu dirinya rasakan, dan kehadiran papanya di sana akan selalu menjadikannya merasa dalam bahaya bila peringkat pertamanya turun.
“Santai, Ly.”
Lily menoleh ke samping, Kaze dengan kacamata bulatnya tersenyum menenangkan.
“Lo pasti peringkat satu.”
Lily menarik napas dalam lalu mengembuskannya pelan-pelan. Dirinya mulai lebih tenang. “Sekelihatan itu gue lagi khawatir?”
“Bukan khawatir lagi. Lo kelihatan panik.”
Bagaimana tidak kelihatan panik? Sedari tadi Lily menggigit bibirnya yang pucat. Napasnya terdengar memburu seperti kehabisan oksigen. Dan bila digenggam, tangan itu terasa dingin.
Lily berusaha tersenyum simpul. Yang sebenarnya sedang meredam panik.
Ada alasan dirinya bisa berpikir berlebihan. Ketika nilai hasil ulangan diumumkan di majalah dinding sekolah, nilai hasil ulangannya cenderung di luar harapan. Meski nilai tertinggi hampir di seluruh pelajaran, tetapi terdapat angka senilai 78 dalam pelajaran matematika wajib. Sebuah nilai buruk yang belum pernah dirinya dapat sepanjang ulangan akhir. Serta pelajaran seni yang berada di angka nilai 70, mengingat dirinya yang begitu sibuk memikirkan Zukee menjadi melupakan menghapal pelajaran seni karena dianggap mudah, tapi justru soal yang diberikan dijawabnya ngawur dan mengandalkan ilmu pas-pasannya pada seni.
Peringkat ketiga besar umum angkatan kelas 10 serta 11 telah diumumkan. Murid yang namanya dipanggil berdiri di depan. Murid yang lain memberi apresiasi dengan bertepuk tangan.
Dan akhirnya angkatan kelas 12 mulai diumumkan. Terlihat bu Gilang tengah mengganti kertas hvs menjadi hvs yang baru yang berisi data score peringkat ketiga besar kelas 12.
“Peringkat ketiga angkatan kelas 12 dengan score 935 jatuh kepada ….”
Lily menutup matanya sambil menggigit bibir. Tak menampik perasaan gelisah kembali menyerangnya.
“Refan Ardy Bakti.”
Lily mengerjap, tidak percaya kedudukan yang Kaze dapati semester lalu justru diduduki oleh Refan anak IPA 8. Ia melirik lelaki berkacamata di sampingnya, dia hanya memasang wajah kalem seperti berucap, “Gapapa. Gak masalah.”
Bersamaan dengan Refan yang maju, gemuruh tepuk tangan langsung terdengar. Ditambah sorak bahagia dari anak XII-IPA 8 karena sosok Refan yang masuk peringkat ke 3 telah mengharumkan nama kelas mereka.
“Peringkat ke 2 dengan score 1100, jatuh kepada …,” Bu Gilang kembali bersuara membuat suasana lapangan kembali tenang.
Jantung Lily kembali bertalu.
“Kaze Radithama!”
Suara tepuk tangan kembali riuh, sedangkan Kaze mengembuskan napasnya segar dan mulai maju.
“Peringkat … pertama. Dengan skor 1115,” Bu Gilang berkata lambat, membuat suasana lapangan menjadi sangat senyap. Tetapi dirinya berkelakar, “Beda 15 angka dengan Kaze, yaa ….”
Kelakar bu Gilang justru membuat jantung Lily semakin berdegup kencang. Dengan panik ia melihat papanya yang ternyata sedang menatapnya. Mata yang selalu mengawasinya setiap saat dan tidak membiarkannya bebas untuk bermimpi apalagi melangkah itu terlihat menajam. Menaruh harapan besar.
Lily putus kontak langsung dengan papanya, lalu matanya secara reflek melirik ke arah seseorang yang berbaris di kelas XII-IPA 1 dan baris paling belakang membuat Lily yang berbaris di tengah barisan harus merotasikan kepalanya ke samping.
Ryan. Seseorang yang menyudutkannya untuk mundur dalam peringkat. Seseorang yang menjadikannya pelayan sebagai bayaran seragamnya yang ketumpahan kuah baksonya Kaze, tetapi seseorang itu juga meyakinkan mimpi besarnya, menolongnya ketika dirinya ditindas.
Melihatnya membuat kejadian dengan seseorang itu kembali berkilas. Lelaki pemarah yang egois, tetapi memiliki prinsip hati yang baik.
Kala itu nyatanya Ryan cepat sadar Lily menatapnya. Mata yang biasa menyorot tajam itu hanya membalas tatapan Lily dengan … teduh.
Tatapan itu membuat kepanikan Lily yang berpikir berlebihan berangsur hilang.
“LILY JENIKA PUTRI!!” seruan semangat dari Bu Gilang membuat semuanya spontan bertepuk tangan lebih meriah.
Dan setelah Lily maju dan mendapatkan hadiah penghargaan dari guru kepala sekolah dengan perasaan lega, semua murid dikerahkan ke kelasnya masing-masing.
Lily melirik tempat di mana papanya berada. Senyum lega karena merasa sudah selamat dari mara bahaya justru kembali pucat ketika papanya menatap dirinya tidak senang.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Lily Kacamata - [ COMPLETED ]
Teen Fiction"Gimana rasanya bebas? Gue gak tau ... yang gue tahu, gue selalu dikekang. Dan setiap hari rasanya kayak dicekik pelan-pelan." Hidupnya diatur. Langkahnya diawasi. Suaranya diredam. Sampai di satu titik, ia bertanya, "Kalau semua ini gak berubah...
![Lily Kacamata - [ COMPLETED ]](https://img.wattpad.com/cover/275571838-64-k646264.jpg)