7(marsha)

15.8K 518 75
                                        

" ARAAAAAAA"

ara reflek melepaskan hisapannya dan memeluk Indira takut orang yang datang melihat tubuh bagian atas Indira

Aduh..

Ara berteriak kesakitan ketika orang yang memergokinya melempar bantal ke arah ara

Ara dengan sigap melindungi badan indira
" kak pliss dengerin penjelasan aku dulu ".ucap ara mencoba menenangkan

Orang yang memergoki ara dan indira memghela nafas kasar dan duduk di sofa yang sedikit jauh dari ara yang posisinya indira masih di pangkuan ara

" bawak indira ke kamar kamu. Dan balik ke sini lagi aku mau ngomong ".ucap orang itu dengan nada dingin

Ara berdiri sambil menggendong indira menuju kamarnya
Indira yang malu menyembunyikan mukannya di pundak ara

Sesampainya di kamar ara menurunkan indira dari gendongan

" kamu di sini aja. Kalo mau pakek baju aku ambil aja di lemari ".ucap ara
Indira dengan malu malu mengaguk

Saat di ruang tamu. Ara duduk di tempatnya tadi

" udah sejauh mana? ".tanya orang itu dingin

" hmm ini baru pertama kali kak dan aku belum nyentuh dia sepenuhnya ".ucap ara gugup

" kalo aku gak dateng mungkin kamu udah nidurin dia ".ucap orang itu

Ara menunduk takut
" ra aku udah mengagap kamu kayak adik aku sendiri, aku gak mau kamu melakukan hal yang salah"

" maaf kak jinan ".ucap ara

Yang memergoki ara dan indira tadi adalah jinan. Jinan yang memang sering datang ke apartemen ara untuk mengecek apartemen ara ketika ara pulang kampung

Jadi tak heran kenapa jinan bisa membuka pintu apartemen ara. Awalnya jinan tidak tau ara akan pulang

Tiba tiba bel berbunyi
Ara berdiri dan membuka pintu

" cc-i shani ".ucap ara kaget melihat perempuan berdiri di depannya dengan senyuman manis

" akhirnya kamu pulang juga ra. Gimana liburannya? ".tanya shani

" bbaik ci. Oh iya silahkan masuk ".ucap ara

Shani masuk dan ara mengikuti dari belakang

" loh ada kamu nan? ".ucap shani
Shani duduk di sofa yang kosong

" iya ci. Tadi mau ngecek apartmen ara takut ara belum pulang ".ucap jinan

Shani mengaguk mengerti dan tak sengaja melihat jaket tergeletak di lantai

" itu jaket siapa? ".tanya shani

Jinan dan ara panik
" aahituu jaket kak jinan ci ".ucap ara mencoba tenang

Ara memberi kode agar jinan mengiyakan ucapannya
" nah iya ci. Tapi aku buang sembarangan ".ucap jinan

Shani mengerutkan keningnya melihat ara dan jinan yang panik

" kayaknya aku gak pernah liat kamu pakek deh nan. Kalo gak salah jaket itu punya indira, aku liat dia pakek jaket itu di tempat latihan tadi ".ucap shani curiga

Jinan dan ara melotot mendengar ucapan shani
Shani mentap ara tajam

Ara yang di tatap mendunduk
Shani berdiri dan pergi

Ara dan jinan milihat shani yang menuju kamar ara jadi panik

Ara berlari dan menghadang shani saat akan membuka pintu kamarnya
Jinan berdiri dan hanya melihat saja

bocil pencinta susu [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang