"Kak.. kakak dimana? Ade rindu". -,batin Zeean sambil menatap kosong ke arah dua anak kecil itu
"Woyyy Zeean,... Ngapain bengong aja liatin anak kecil itu". -,teriak Bia ditelinga.
"Bi.. sosisnya ga ada"
"Ya udah Zee, kita cari yang lain aja"
Bia pergi menjauh dari tempat Zeean berada. Begitupun dengan dua anak kecil tersebut, sudah menjauh dari pandangan Zeean.
Zeean mendekati rak roti tersebut, menatap sayu jejak alas kaki anak tersebut dengan pasir yang mengisi area dimana mereka berdiri.
Mata Zeean terbelalak ketika menunduk ingin mengambil roti, dia menemukan sebuah boneka yang terlihat tidak asing. Ya, Zeean ingat, ini adalah boneka yang dibuat oleh kakaknya 6th silam. Karna ini dibuat oleh kakaknya, jadi boneka itu tidak akan ada di toko manapun.
"Zee,,, kenapa sih bengong aja daritadi, ayo... Keburu sore, nanti mamahku nyariin". -,kata bia
Zeean segera mengambil beberapa roti dan makanan ringan tak lupa pula minumannya.
Ketika sampai di kasir, mereka mengantre. Di depan Bia tampak seorang lelaki bertubuh kekar, berkulit hitam, dengan pakain serba hitam, berkumis tebal dan seluruh badannya bertato. Tak lupa pula piercing berukuran besar di telinganya.
Seketika itu pula Bia menjauh, Bia sangat ketakutan. Bia memiliki trauma jika melihat preman dijalan, rasanya masih terbayang ketika dia hampir saja dirampok oleh beberapa preman yang tampak seperti laki-laki di depannya ini.
"Zee.. takut". -, tubuh Bia berbalik ke arah Zeean.
Zeean menoleh dari balik tubuh Bia.
"Bi, dia memborong semua sosis kenzlernya". -, ucap Zeean sembari memperhatikan gerak gerik lelaki tersebut.
"Hah yang bener aja". -,Bia kaget
Lelaki tersebut membayar penuh beberapa pack sosis kenzler dan beberapa botol minuman.
Mata Zeean tak lepas dari pandangan lelaki itu yang telah keluar dari pintu.
"Zee.. dia udah keluar kah?". -,tanya Bia sambil melirik kecil ke arah lelaki itu pergi.
Tidak lama setelah itu, Bia & Zeean membayar belanjaan mereka. Bia yang pada akhirnya hanya membeli es krim sedangkan Zeean membeli banyak sekali beraneka makanan ringa, roti, serta minuman.
"Zee, dirumah ada tamu? Ko kamu banyak banget belinya?".
"Engga Bi, ini untuk seseorang".
Saat mereka membuka pintu untuk pulang, ada satu pemandangan mengejutkan mereka. Lelaki bertubuh besar seperti preman tersebut, membagikan kanzler dan minuman yang dia beli kepada orang" yang berada disekitar Alfamart.
"Wah... Apa ini mas?". -,tanya amang penjual bakso di depan Alfamart
"Ah,, bukan apa-apa mas, Biasa mas, ini kan Jum'at berkah. Maaf ya mas cuma bisa ngasih ini". -,jelas lelaki tersebut.
"Zee... Aku ga salah lihat kan? Kamu juga lihat kan?"
Lelaki tersebut menghampiri Bia & Zeean kemudian ia memberi 2 sosis kanzler dan minuman.
"Permisi kak, ini saya ingin memberi sedikit makanan di setiap hari Jum'at". -,ucap lelaki itu sembari mengulurkan tangannya.
"Mmm iyyyya, terrrimakasih bang". -,jawab Bia terlihat sediki gemetar.
Zeean sedari tadi tidak memperhatikan lelaki itu memberi sosis tersebut. Tetapi, dia memperhatikan dua anak kecil yang ada di rak roti tadi.
Zeean terdiam, ragu. Dia menggenggam erat boneka yang ada ditangannya. Ada pertanyaan yang ingin dia ungkapkan.
"Zee... Mau kemana?". -,tanya Bia sedikit teriak
Zeean berlari kecil menuju dua kakak beradik itu berada. Kemudian dia memberi plastik merah berisi jajan, roti, dan minuman yang tadi dia beli.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAZEEAN
ФэнтезиCerita fiksi fantasi ini menceritakan sebuah kutukan spiritual yang mana ini bisa menjadi kelebihan Zeean atau kekurangannya. Namun, kisah haru biru ini sungguh tidak mudah terlupakan dalam sebuah perjalanan hidup Zeean.
