3.Bidadarinya Rey

139 47 5
                                        

"Realita tetap realita, tak peduli kamu menghindar atau tidak, semua itu tidak mengubah kenyataan yang ada."

-Asailaa saqilaa-


"Saa mari kita mencoba mencintai satu sama lain"Ucap Azzam,setelah mendengar itu Asaila langsung menatap Azzam cukup lama tapi ketika di tatap balik oleh Azzam dirinya langsung membuang tatapan itu ke jalanan

"Maksud kamu?saya harus nerima semuanya?"Ucap Asailaa yang di balas anggukan oleh Azzam

"tidak masalah tapi ini hanya akan berlangsung selama 3 bulan jika kita sama sama gagal maka kita akan pisah!"

Saat Sailaa mengatakan itu Azzam langsung memberhentikan mobil nya di tepi jalan,Asailaa yang melihat itu langsung terheran kenapa mobil tiba tiba berhenti.

"Kamu sadar apa yang kamu bicarakan tadi?"Tanya Azzam serius dengan menatap Asaila,Sedangkan yang ditatap nya tetap fokus memperhatikan jalanan di depan.
"Asaila yang bertanya kepada kamu"

"Kamu fikir saya bercanda dalam hal ini?"Jawab Asaila tanpa melihat Azzam sedikitpun

"Asailaa tolong jangan pernah bawa bawa kata pisah di antara kita,saya sudah berusaha mencintai kamu jadi tolong kamu juga seperti saya"Ucap Azzam sembari memegang tangan Asaila tapi sayang nya tangan itu langsung di tepis oleh Asaila

Asaila menatap Azzam sekilas "Seperti mu?kamu gak akan faham zam,saya disini seperti korban ya walaupun saya tau kamu juga korban disini tapi disini saya paling menderita zam,semua harapan saya selama ini hancur karena menikah dengan kamu"Ucap Asaila yang sudah menangis di dalam mobil sembari menundukan kepala nya

"Asaa,kamu juga perlu tau kalau saya juga masih punya banyak harapan harapan kedepan nya sebelum saya menikah,tetapi sekarang kondisi nya berbeda,sekarang saya sudah menjadi suami kamu,tulang punggung keluarga mau bagaimanapun saya harus menerima semua nya,karena ini takdir dari Allah dan saya yakin semua takdir Allah itu yang terbaik untuk hambanya"Ucap Azzam

"Benar kata kamu,ini takdir Allah tapi saya masih butuh waktu untuk menerima semuanya zam,tolong jangan paksa saya untuk segera menerima semua ini"Ucap Asaila

"Saya tidak akan memaksa kamu saa,kapanpun itu saya akan tetap menunggu waktu itu"

"Satu lagi zam,tolong jangan datang di hadapan saya terlebih dahulu sampai saya benar benar bisa menerima ini semua"Ucap Asailaa

Azzam tidak menjawab perkataan Asaila melainkan dirinya langsung menyalakan mobil dan kembali fokus menyetir mobil.

Setelah percakapan tadi keduanya memilih sama sama diam,suasana semakin canggung di antara keduanya,tidak ada pembicaraan lagi setelah itu.

****

Setelah sampai di rumah Asailaa,dirinya langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa mempedulikan Azzam,Azzam yang melihat itu pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah istri nya itu.

Di depan teras rumah ternyata ada Reynan abang nya Sailaa,Azzam pun langsung menghampiri Reynan yang sedang duduk di teras rumah.

"Assalamu'alaikum bang"

"Waalaikumsalam"
"Kenapa tadi Zam?"Tanya Reynan yang melihat adik nya pulang dengan keadaan yang kesal dan sudah menahan tangis

"Biasa bang"

Reynan yang mendengar itupun membuang nafas nya kasar dan langsung menepuk bahu adik ipar nya itu "Yang sabar ya,Asaa perlu waktu" Ucap Reynan

"Sudah pasti bang"
"Oh iya saya titip Asaa ya bang,saya tidak bisa berkunjung ataupun jemput dia lagi"Ucap Azzam

Reynan yang mendengar itupun langsung mengerutkan dahinya bingung "Kenapa?" Tanya nya

Azzam pun tersenyum mendapat pertanyaan itu "Asaa sendiri yang meminta nya kepada saya,saya maklumi Asaa butuh waktu jadi saya tidak akan mengganggu nya dulu sampai dia tenang" Jawab Azzam

"gua ngerti zam,semangat yaa"Ucap Reynan

"Abah umi ada?"Tanya Azzam

"Gak ada lagi ada kajian di luar kota,nanti saya kasih tau kalau kamu kesini"Ucap Reynan

Azzam pun tersenyum membalas perkataan abang ipar nya itu "Kalau gitu saya langsung pamit saja bang,assalamualaikum"Ucap Azzam

Azzam pun langsung melenggang pergi dari rumah istrinya,dia menengok ke arah jendela kamar istri nya ternyata Asaila sedang mengingip lewat jendala kamar nya,Azzam pun langsung tersenyum melihat istrinya itu.

"Kamu lucu banget sa"

****

Di saat malam hari Asaila sedang membaca buku di ruang tengah sembari meminum kopi milik nya,note Asaila itu gadis pecinta kopi sehari tidak minum kopi rasanya tidak bisa untuk Asaila.

Di saat sedang asik membaca buku abang nya yang bernama Andri datang dan langsung berbicara dengan Asaa.

"Masih belajar buat olimpiade?atau buat beasiswa?"Tanya Andri dengan tatapan sinis kepada adik nya

"Dua dua nya bang"

"Cih,beasiswa yang kamu ambil itu syarat khusus nya masih singel artinya yang belum nikah,udah tau mau beasiswa itu tapi malah ngehancuriin masa depan sendiri"Ucap Andri

"Wallahi bang,Asaa gak melakukan hal keji itu"

"Saa dimana mana maling gak mau ngaku,apalagi kamu yang kasus nya begini"

Mendengar perkataan abang nya itu Asaila langsung menunduk menangis,tak lama kemudian Reynan datang karena mendengar keributan di ruang tamu.

"Apa apaan ini"Ucap Reynan karena heran melihat adik nya menangis
"Bang lo udah gila ya,dia adik kita loh bang"Ucap Reynan

"Adik lo aja kalik,gua gak punya adik murahan kayak dia"Ucap Andri yang langsung melenggang pergi dari ruang tamu

Mendengar itu Reynan langsung memeluk Asailaa dengan erat "Dek jangan di dengerin ya" Ucap Reynan sembari mengelus punggung Asaa

"Sebenci itu bang Andri ke Asaa bang?,se keji itu Asaa dimata nya?"Ucap Asailaa sembari sesegukan dalam pelukan Rey

"Sstttt dek dengerin abang,Bang Andri itu cuman butuh waktu untuk faham kondisi ini,abang yakin kalau semua abang kamu itu percaya sama kamu tapi bang andri hanya butuh waktu aja"Ucap Rey

"Atau bang Fandi di sana juga tau soal ini?"Tanya Asaila kepada Reynan,Reynan pun hanya membalas anggukan sajaa
"Pasti bang Fandi juga kecewa dan benci sama Asaa ya bang?"Ucap Asailaa

"Seperti apa yang tadi abang bilang,semua abang kamu itu pasti percaya sama adik kecil nya ini"Ucap Rey sembari menghapus air mata adik nya

"Kenapa abang juga gak ikutan benci kayak mereka?"Ucap Asailaa

Reynan pun tersenyum mendengar pertanyaan dari adik nya "Kamu itu bidadari nya abang setelah umi,kesayangan abang,dunia nya abang jadi mana mungkin abang ngebenci bidadari nya abang ini"Ucap Rey sembari mencubit pipi adik nya

Setelah Rey mengatakan itu Asailaa langsung tersenyum dirinya sangat bersyukur saat ini semua orang tidak membenci nya,masih ada abang nya yang selalu ada untuk nya,tidak pernah meninggalkan dirinya sebentar saja.

-Terimakasih-

jangan lupa votmen yaww!!!

Takdir Asailaa ( ga lanjut )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang