Takdir yang tidak pernah di duga oleh Asailaa saqila gadis Sekolah Menengah Atas yang harus menikah dengan laki laki yang sama sekali tidak dia kenali,bukan karena perjodohan tetapi karena kejadian yang tidak pernah Asailaa sangka,masa depan nya yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam hari nya kedua orang tua Asaila kembali ke rumah mereka sedangkan Azzam tetap di rumah sakit untuk menjaga istrinya.
"Azzam"
"Kenapa hm?kamu butuh sesuatu?"
"Bukan"
"Lalu?"
"Kamu sudah makan?"
Azzam terenyum mendengar pertanyaan dari sang istri lalu di lanjut dengan gelengan kepala sebagai jawabannya "Belum saa"
"Muka kamu pucet,kamu cari makan aja sana"Ucap Asailaa
"Tidak usah,saya tidak lapar,saya disini saja nemenin kamu"
"Aku gak papa Azzam,kamu makan aja dulu" "Aku gak mau kamu ikutan sakit kayak aku"
Lagi dan lagi Azzam tersenyum mendengar nya "Saya memang sudah sakit saa" Ucapnya dalam hati
"Malah senyum,sana zam beli makan dulu"
"Iyaa,saya keluar dulu yaa kamu tidak apa apa sendiri?"
Asaila mengangguk sebagai jawabannya "Yasudah saya pergi dulu sebentar" Ucap Azzam sembari mengelus pucuk kepala istrinya.
Ketika Azzam sudah hilang dari pandangan mata nya,Asaila langsung menangis sebanarnya dari tadi dirinya terus menahan tangis hanya saja ada Azzam yang membuat nya menahan tangisan nya itu.
"Aku kuat ga ya?" "Aku takut" "Umii asaa takut"
****
Azzam pergi tidak lama dirinya hanya beberapa menit untuk sekedar membeli makanan keluar dan kembali ke ruang inap istrinya membawa makanan yang ia beli.
Tetapi melihat istrinya yang menangis Azzam langsung panik "Kamu kenapa?ada yang sakit?saya panggilin dokter ya saa" Ucapnya panik
"Aku gak papa zam"
"Kenapa kamu menangis?"
"Aku takut dengan penyakit ku sendiri,aku tau zam dokter sudah terlebih dulu memberi tau aku,kalau GERD aku semakin parah kan?jika ini di biarkan berdampak ke paru paru aku dan akan menyebabkan kematian?"
Mendengar itu Azzam langsung memeluk istrinya begitu erat "Tenang yaa,ada saya disini kamu tidak perlu takut dengan penyakit kamu" Ucapnya
"Aku takut zam,aku takut"
"Saya mohon saa,lawan penyakit kamu,jangan mau kalah sama penyakit kamu"
Asailaa semakin menangis di dalam pelukan Azzam,dirinya benar benar takut akan kalah dengan penyakitnya sendiri "Jangan takut,jangan takut ada saya" Lagi dan lagi Azzam terus mengulangi kata kata yang sama untuk menenangkan Asailaa.