𝟎𝟏𝟏: 𝐌𝐚𝐥𝐥

2.6K 181 6
                                        

     Setelah memarkirkan mobilnya di parkiran mall, Renza berjalan keluar diikuti oleh Fani dan Shaka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah memarkirkan mobilnya di parkiran mall, Renza berjalan keluar diikuti oleh Fani dan Shaka. Mereka masuk secara berdampingan, membuat orang-orang berdecak kagum melihat mereka.

Renza yang terlihat seperti boss muda, Fani yang manis dan anggun, serta Shaka yang menggemaskan tentunya menarik perhatian orang-orang.

Renza menyodorkan black card kepada Fani dan Shaka. "Beli apapun yang kalian mau, kalau sudah selesai kita bertemu lagi di Cafe itu," ucap Renza sambil menunjuk sebuah Cafe yang tak jauh dari tempat mereka berada.

"Woah, makasih abang/kakak," ucap mereka berdua berbarengan, Renza hanya mengangguk dan berjalan meninggalkan mereka.

Shaka dan Fani memilih untuk berbelanja berdua karena takut tersesat.

3 jam kemudian

Saat ini Renza tengah menunggu kedua adiknya itu di Cafe yang ia bilang tadi. Sudah satu jam lamanya ia menunggu, namun Fani dan Shaka belum juga menunjukkan batang hidungnya.

Tak lama mereka pun muncul, di kedua tangan mereka terdapat banyak kantung belanjaan branded.

"Lama." Renza menatap malas kedua adiknya itu.

"Hehe, tadi keasikan belanja." Fani nyengir kuda lalu duduk berhadapan dengan Renza, sementara Shaka duduk di sebelah Renza.

Mereka menyantap makanan yang sudah dipesan Renza dengan lahap. Setelah selesai, Renza berdiri dan berjalan kearah kasir untuk membayar pesanan mereka. Mereka bertiga berjalan keluar dari Cafe itu, namun baru beberapa langkah, Fani memanggil Renza.

"Kak, hehe." Fani nyengir kuda part 2. Ia menyodorkan kantung belanjaannya, Renza yang paham pun langsung mengambil kantung belanjaan Fani dan Shaka.

"Abang, boleh beli eskrim ga?" Shaka menunjuk kios eskrim yang cukup ramai pembeli yang berada tak jauh dari mereka.

"Jangan banyak-banyak, nanti sakit." Renza mengeluarkan dua lembar uang merah dan memberikannya kepada Fani. Saat di Cafe tadi Fani dan Shaka telah mengembalikan black card milik Renza.

"Yey! Makasih, Abang. Sayang Abang banyak-banyak," ucapnya dengan girang.

Shaka menyuruh Renza untuk menunduk, Renza menurut walaupun ia agak bingung. Tanpa aba-aba, Shaka mencium pipi kanan Renza dan langsung berlari menuju kios tersebut.

Renza menegakkan kembali tubuhnya, menatap Fani yang masih diam di tempat. "Kenapa masih di sini?" Fani tak menjawab, ia sedikit berjinjit dan mencium pipi Renza, kemudian berlari menyusul Shaka.

𝑹𝒂𝒚𝒂𝒏𝒛𝒂'𝒔 𝑵𝒆𝒘 𝑳𝒊𝒇𝒆Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang