Gaes, disini ceritanya Joong itu lebih tua dari Win sama Dunk ya
_Happy Reading_
Cahaya lampu sorot memancar dengan hangat di sekitar set. Latar belakang restoran dirancang dengan detail menyajikan suasana yang romantis. Dekorasi set yang realistis membuat Win ikut terbawa. Ia yakin akan menyelesaikan syuting ini dengan baik. Sementara aktor dan aktris lain mempersiapkan diri dengan penuh konsentrasi membaca skrip mereka dan mempraktikkan gerakan-gerakan yang akan dilakukan. Bright dan Win tampak santai, terkesan tak serius atau malah terlalu profesional. Terdengar instruksi-instruksi dari sutradara yang berusaha mengarahkan adegan dengan sempurna. Meskipun ada banyak kegiatan yang berlangsung di sekitar mereka, fokus Win tidak terganggu sama sekali
Begitu arahan "Action" terdengar, suasana menjadi lebih serius, tenang dan fokus
"Sudah lama kita tidak berkunjung ke restoran ini" Kata Bright, membuka dialog mereka
Win menatap Bright, matanya cukup pandai mengekspresikan rasa bingungnya "Kita?"
Bright mengangguk
"Jadi, kamu tidak pernah mengunjungi restoran ini lagi, setelah kita berpisah?"
Bright kembali mengangguk yang membuat wajah heran Win kian terlihat jelas, kemudian ia menggumam "Kenapa seperti itu? Padahal, kamu sangat menyukai cara penyajian restoran ini, pelayanannya, ketenangannya, dan lokasinya"
Hampir saja Bright tersenyum lebar ketika melihat bakat akting Win yang melebihi ekspektasinya. Namun, syuting masih berlangsung yang membuat Bright harus menahan reaksi "Rupanya, kamu masih mengingat sedetail itu?"
"Tentu saja"
"Kamu membuatnya terlihat sangat jelas"
Kali ini, Win panik saat mendengar kalimat Bright yang tidak memiliki jawaban di kepalanya. Ia lupa ada dialog ini. Atau, Bright hanya melakukan sedikit improvisasi?
"Bahwa?" Win membalas seadanya
"Bahwa kamu masih sulit melupakanku"
Mata Win melebar. Kesadarannya tiba-tiba menghilang begitu saja tentang proses syuting yang masih berlangsung
"Apa kamu bilang?! Mana ada aku sulit melupakanmu?! Yang ada, aku menyesal tiap hari mengapa aku begitu-
"Cut!"
Para kru di balik layar terlihat terkejut dengan kemarahan yang tiba-tiba muncul dari Win. Mereka saling bertukar pandang, mencoba mencari jawaban tentang apa yang terjadi
Sutradara yang juga menjadi pusat perhatian, menghela nafas dan berucap dengan sabar "Win, itu tidak ada di script"
"Oh, seperti itu. Maafkan aku... aku terlalu mendalami peran" Win terkekeh canggung
Untung saja, sutradaranya mengangguk paham dan segera menjawab "Tidak apa-apa, itu bagus. Lagipula kamu melakukannya seakan Bright benar-benar seorang mantan yang ingin kamu hajar"
"Itu improvisasi yang mengagumkan, tapi, terlalu cepat untuk menggunakan dialog itu" Ucap Joong menyemangati
..×..
"Kamu kesulitan membedakan syuting dan kenyataan, rupanya"
Win menggeleng, menatap Bright dan menjawabnya dengan pembelaan atas dirinya sendiri "Tidak begitu sulit, hanya saja aktingnya terlalu relate dengan kita, makanya aku terbawa"
"Memang sangat mirip. Aku bahkan sempat berpikir bahwa yang ada di script memang diangkat dari kisah kita"
Win terkekeh dengan wajah resah, memberi respon dengan kurang berminat "Itu terlalu mengada-ngada. Kamu pikir, siapa kita disini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Toxic X- TERBIT
Fanfiction"Tidak ada 'mantan' yang tinggal bersama seperti itu!" "Ada, buktinya kami berdua" Bright mengabaikan bagaimana temannya-Jeff bereaksi begitu berlebihan. Ekspresi santainya tetap terjaga Jadi, mari buktikan seberapa benar rasa percaya diri Bright ya...
