1.Bertemu😵‍💫

109 9 0
                                    

"nak... ayahmu merindukanmu. Ibu harap kamu pulang senin lusa, ada yang ingin dibicarakan ayahmu nak"
Tutur halus seorang pria bersuara lembut khas sedang membujuk anaknya.

"Lix ngga akan pulang kalo itu masalah perjodohan sama cowok tua waktu itu! Lix masih mau menikmati masa belajar... ngga mau menikah! "
Berkebalikan dengan orang yang di laptop itu, Phelix membalas sang ibu dengan suara yang cukup keras membuat lawan bicara menghela nafas

"Lix, ini semua untuk kebaikan kamu"

"dia itu brengsek ib—"

"apakah ibu pernah mengajarimu berbicara tak sopan?"
Suara yang awalnya terdengar lembut berubah menjadi marah, Nathan bahkan baru mendengarkan kata kasar keluar dari anaknya itu setelah bertahun-tahun membesarkannya.

"Lix ngga mau pulang kalau tujuan ayah cuman mau jodohin Lix sama si tua bangka itu"

"Phelix kamu ket—"

PIP!

Phelix mematikan video call itu sepihak, karena tak mau memperpanjang masalah ia memilih diam dan tak menghiraukan ibunya.

TING!

Notif berbunyi, sepertinya seseorang mengirim pesan.

🗣️Daniel sending messenger :
"✉️ bruh, ayo ketemuan. kangen nih hahaha"
Answer | Read

Phelix mengeklik tombol hijau bertuliskan *answer*
 
                              👤 Daniel

pas banget gua ada waktu nih, gasin lah. kalo bisa
                       berdua aja ya bro jangan ajak Jo✔️
Daniel :
oke oke bisa
tempat biasa yaaa

you react 👍🏻 to "tempat biasa yaaa"

★(Type here to send messenge) ✙ ——>

Phelix mengantongi handphone nya dan langsung menyambar kunci motor dimeja belajarnya.

Phelix mengendarai motornya dengan cepat dan sampai di Cafe Blue Sky terlebih dahulu dibanding kawannya Daniel.

15 menit menunggu akhirnya sang teman datang membawa seseorang yang tak dikenal oleh Phelix.

"Sup bruh, ini siapa? "
tanya Phelix pada Daniel namun hanya dibalas senyuman.

"Hai, gua Mario"

"hai"

"jelasin ke gue kenapa ada Mario?"
Phelix menatap Daniel

"lo mau idup susah?"

"lo gila?"
Phelix menganga tak percaya dengan temannya itu.

"gua mau idup susah, males banget idup serba ada. bikin gua ga mandiri"

"najis, paling lo idup susah bentar langsung minta kemudahan ke yang maha kuasa"

"emang lo tau rasanya? "

"nggak... hehe"
Phelix menjawab pertanyaan Daniel dengan suara yang memelan.

"gua disini mau nawarin idup di kost gua, yah disuruh Daniel juga. Pasti kerasa kok jiwanya"

"jiwa apa? "

"jiwa orang susah"

huftt... Phelix menghela nafas mendengar penjelasan dari Mario.

Malam harinya Daniel pergi ke kostan Mario dengan beralasan pada Ayah untuk menginap di rumah temannya mengerjakan proyek  penting untuk kemudian hari.

"ini kost gua"
Mario menunjuk kamar nomor 201 dengan pintu putih dan jendela kayu berframe coklat disamping kanannya.

dinding tempat itu berwarna putih keseluruhan, pojok bagian genting ada wifi yang digunakan satu kost. hal wajar jika wifi sangat lemot.

My Beautiful WaiterrsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang