Ini dah end, jadi buat siapa aja yang baca mohon vote sama komen. Gratis kok nggak bayar🥲🦍
Ratna terdiam seribu bahasa.tak ia pungkiri saat ini ia merasa sangat gelisah sebab memang benar bahwa pesawat tersebut adalah pesawat yang ditumpangi oleh Jovan dan anak anak.
Saat ini keempat manusia tadi tengah duduk termenung di ruang keluarga rumah Jovan. Tidak ada satu orang pun yang berniat membuka mulut untuk mencairkan suasana.
"Adel" panggil Ratna dengan tatapan sendu
"Iya?"
"Bantu bunda ya, kamu telfon kantor polisi tanyain udah berapa banyak korban yang di temukan di TKP"
"Iya bunda" Adel mengangguk sambil mengeluarkan handphone dari sakunya hendak menelpon, namun ia tahan sebentar sebab terdengar suara ketukan pintu yang berasal dari pintu utama.
Tok! Tok! Tok!
Semua orang menutup mulutnya rapat rapat lalu saling pandang dengan alis mengerut seolah bertanya ' manusia mana yang tidak tau waktu untuk bertamu di rumah orang lain' sementara waktu sudah menunjukkan seperempat menit lagi tepat pukul sebelas malam.
"Biar sela aja"
Sela bangkit dari duduknya,melangkah pelan menuju pintu utama. Sebenarnya ia agak ragu untuk membuka pintu takutnya itu hantu. Tapi kalo itu manusia kan kasihan tidak dibukakan pintu.
"Malam sayang"
Sela terdiam kaku, tatapannya terpaku,tubuhnya membeku melihat pemandangan di hadapannya saat ini
"Hey" panggilan orang dihadapan sela membuyarkan lamunannya. Sebab orang di hadapannya saat ini tengah membuka tangannya meminta untuk di peluk.
Bruk!!
Sela dengan kuat menubruk kan badannya kepada orang tersebut "hiks"tangisnya tidak bisa ia tahan lagi
Orang itu menoleh kebelakang melihat dua manusia yang juga sedang menatap dirinya "Daddy sama Abang masuk duluan aja nanti vano nyusul" Arta dan Erland mengangguk kemudian masuk terlebih dahulu meninggalkan dua sejoli yang sedang berdiri berhadapan di teras rumah itu.
Vano membalas pelukan itu. sesaat kemudian melepaskannya memegang bahu sela lalu menatap mata itu lekat leka. Tatapan yang tiga bulan lebih ini berhasil membuatnya menahan rindu tak karuan. Vano mengangkat tangannya memegang pipi halus hendak mengusap air mata yang turun deras dari mata sela.
"Kenapa nangis hmm? Jangan nangis dong vano nggak suka sela nya vano nangis"
"Sela hiks, pikir vano hiks nggak akan pulang"
"Siapa bilang? Kan gue udah janji sama Lo kalo gue bakal pulang dan sekarang gue di sini" vano berusaha menjelaskan kepada wanita kesayangannya di hadapannya ini supaya tidak lagi menangis.
"Tadi aku denger berita kalo pesawat yang kamu naikin terbakar terus jatuh jadi aku nggak bisa nahan air mata aku"
Vano tidak membalas ucapannya melainkan
Cup!
Vano mengecup lembut kening sela lalu memejamkan matanya dengan tangan yang melingkar posesif di pinggang ramping wanita pendek itu "sayang"
"Hiks iy- hiks ya?"
"Kangen"
"Sela juga hiks,sela kangen banget sama vano, sela hiks nggak bisa tidur tiap malam karena mikirin Vano, sela selalu ngerasa sepi hiks kalo nggak ada vano sela nangis tiap malam mikirin vano yang nggak pulang pulang, sel-"
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE [END] GIRLS LOVE
Teen FictionWARNING ‼️ THIS IS#GXG# SO KALO NGGAK SUKA BOLEH DI SKIP AJA NGGAK PAPA KOK👩❤️💋👩 Baca aja dulu ye sape tau suka Tentang anak geng motor,sama cewek cupu. cerita ini gua up pas 2024-2025 lahh pokoknya mahh 1.vanola彡 2.miselaゞ #gxg# !!THIS IS CET...
![MINE [END] GIRLS LOVE](https://img.wattpad.com/cover/357984842-64-k574767.jpg)