18.berangkat

112 4 0
                                        

Masuk chap 18 yahhh🔥








07.30
Pagi bersinar cerah, gelap malam sudah di ganti dengan sinar sang surya pagi ini di kamar sela ada dua wanita dengan perbedaan tinggi badan sedang tidur.
Namun vano yang merasa tangannya kram karena dijadikan bantal oleh sela semalaman sudah tersadar dari tidurnya.

Vano membuka matanya perlahan memindahkan kepala sela ke bantal agar tidak membangunkan sang empunya.

Namun usaha vano sia sia sebab sela tetap saja bangun dan menyapanya
"Pagi"

"Gue ganggu ya, maaf. Yaudah tidur lagi aja"vano kembali menidurkan kepala sela ke bantal dan mempuk puk belakang sela pelan.

"Enggak kok, emang harusnya udah bangun. Ini kesiangan malah"

"Kak sel"

"Mmm?"

"Gue tinggal tiga bulan aja nggak lebih kok, bisa kan?"

Sela terdiam sebenarnya ia ingin memprotes pada ayahnya tentang apa yang di bicarakan bersama semalam,namun menurutnya percuma karena Jovan tidak akan mendengarkan.

"Mulai sekarang gue nggak akan manggil Lo pake embel embel 'kak' lagi.
Sela dengerin gue, gue tau ini berat buat Lo. Tapi ini juga sangat amat berat buat gue, gue nggak tau gimana gue tanpa Lo di sana tapi yang pasti gue bakal bertahan karena ini cuma sementara. Dan yang gue lakuin ini buat kehidupan kita di hari selanjutnya buat anak kita nanti juga"

Sela cemberut "tapi kan kita nggak bisa punya anak"

"Bisa lah, adopsi. Anak nggak harus dari darah daging kita intinya gimana cara kita mendidiknya. Okey? Paham kan?"

Sela hanya mengangguk membalas ucapan vano.

"Kalo gitu gue pulang ya, mau siap batin entar berangkat ke luar negeri sama camer"

Cup! Satu kecupan berhasil didapatkan vano sebelum ia melesat ke luar kamar sela,yang mendapat ciuman hanya tersenyum malu telinga dan pipinya sekarang sudah Semerah kepiting rebus.




11.20

Vano merebahkan tubuhnya di kasur, pikirannya kacau di satu sisi ingin sekali ia menolak apa yang Jovan tawarkan alasannya adalah karena ia tidak bisa jauh jauh dari sela apalagi dalam waktu yang lama. Tapi di sisi lain,jika ia tidak menerima tawaran Jovan sama saja ia menolak restu Jovan

Di hadapan sela vano mungkin terlihat baik baik saja dan tenang tapi sela tidak tau saja bahwa di sini vano sangat sangat kacau ingin sekali vano menangis rasanya.vano tidak ingin terlihat lemah di hadapan sela.

"Aarrghhh anjeng!!"

Vano memejamkan mata sejenak,kembali membukanya lalu meraik bendah pipi di nakas yang berada di samping tempat tidur.

kak sela🖤

(Berdering)

"Hallo?"

"Sayang" vano mengeluarkan suara paraunya

"Vano kenapa, sakit?"

"Enggak, kangen aja sama Lo"

"Vano nangis ya?"

"Enggak sayang, diem bentar"

"Kenapa"

"Diem, bentar aja"

MINE [END] GIRLS LOVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang