1. kembali

97 17 0
                                    

Selamat membaca...

-

Aku terbangun di sebuah ruangan yang sangat aku rindukan, sebuah ruangan yang pernah dulu ku tempati selama lima tahun lamanya, bersama ibu kandung ku juga, ayah tiri ku.

Graciela menatap sekeliling, kamar bernuansa bunga Daisy dengan cat berwarna khaki netral, tak lupa juga beberapa foto tergantung di dinding membuat ruangan tersebut terlihat sangat cantik.

Dengan ekspresi wajah yang keheranan, tubuh gadis itu seketika bergetar hebat. Tunggu, dirinya baru ingat bukannya ia sudah mati? Bagaimana bisa ia berada di kamar miliknya yang dulu.

Graciela menggerakkan tubuhnya untuk turun dari tempat tidur, matanya membelalak, mengapa kakinya menjadi sedikit mengecil dan juga tangannya, bukan kurus, ia tahu bagaimana bentuk tubuh yang kurus dan tidak. Apakah ia menyusut dalam waktu satu malam.

Kepalanya tak sengaja menoleh kearah cermin panjang yang berada di pojok kamar. Apakah begini rasanya transmigrasi, bukan-bukan ini bukan perpindahan jiwa, ini adalah pengulangan waktu yang orang sering menyebutnya sebagai–

Time Travel.

.

.

Graciela menatap wajah kecilnya dalam pantulan cermin. Matanya melirik kalender yang tergantung di samping cermin dengan seksama.

5 Mei 2023

Seharusnya sekarang ia berusia 9 tahun, di kehidupan nya yang dulu, ia mati tepat di umur 16 tahun, berarti hanya ada jarak 7 tahun sebelum kematiannya.

Itu artinya ibu dan ayah belum berpisah, ia ingat dulu saat usianya baru menginjak ke sepuluh tahun ibu dan ayahnya resmi bercerai dirinya lebih memilih untuk tinggal bersama ibunya yang menikah lagi dengan mantan suaminya, atau lebih tepatnya ayah kandungnya. Dan untuk ayah tirinya, setelah mereka resmi bercerai ayahnya lebih memilih untuk pergi dan menetap di negara Italia.

Huh... seharusnya tiga bulan dari sekarang mereka akan berpisah, dan dirinya sekarang sudah menetapkan kalau ia akan ikut bersama sang ayah.

Ditengah-tengah melamun nya tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar sebanyak tiga kali.

Tok

Tok

Tok

"Graciela, boleh ayah masuk."

Itu, suara ayah. Suara yang sangat ia rindukan, tegas tapi lembut.

Dengan senyum yang mengembang, segera ia melangkah cepat menuju pintu kamar lalu membukanya.

Grep...

Graciela memeluk tubuh besar dan kekar milik ayahnya dengan erat membuat pria itu sedikit mundur karena belum siap akan pelukan putri tirinya.

"Ow.. ow.., tumben sekali putri ayah ini," pria itu terkekeh menatap kearah tubuh kecil Graciela, namun ia juga tidak menyia-nyiakan momen tersebut dan membalas pelukan itu.

Dia adalah ayahku, Jergan Reynand Fernandez ayah terbaik sedunia, walaupun status kami tiri dia tetap menyayangiku. Sejak kecil aku lebih akrab dengannya di bandingkan dengan mama, dia selalu gila akan kerja sedangkan ayah, ia lebih menghabiskan waktu di rumah, dan bekerja di via online.

"Kau merindukan ayah, hm?" Graciela mengangguk membenarkan, ya memang benar, ia sangat merindukan sosok ayahnya yang sangat tulus menyayanginya.

"Hah, padahal kita baru saja berpisah 10 jam tapi, putri ayah yang imut ini sudah sangat rindu. Bagaimana jika kita berpisah selamanya mungkin kau tidak akan bisa kuat, Grac."

Graciela melepaskan pelukannya memandang kearah Jergan dengan tatapan tidak suka.

"Baiklah baiklah, jangan memandang ayah dengan tatapan seperti itu, itu sangat menyakitkan hatiku, kau tau." Ucap Jergan dramatis sembari memegang dadanya dengan kedua tangannya. Melihat itu Graciela memutar bola matanya malas.

"Ayah sangat dramatis, sangat cocok menjadi aktor di film the nun."

Gadis itu mengucapkannya dengan bahasa isyarat, kemudian dengan kesal ia meninggalkan ayahnya yang masih mematung di depan pintu kamar.

"Aku tak tau harus bahagia atau sedih, kenapa aku tidak disamakan menjadi aktor drama romantis saja, jangan aktor film mistis."

.

.

"Makan yang banyak, mama mu sudah bekerja keras untuk membuat ini," Jergan meletakan tumis brokoli ke atas piring putri kecilnya. Graciela hanya diam menatap piring nya yang sudah terisi penuh, "berhenti ayah, perutku akan kembung jika memakan semuanya. Dan jangan lupakan jika aku tidak suka pohon kecil itu."

Ia mengerucutkan bibirnya menatap sang ayah. Sungguh, Graciela sangat tidak suka dengan sayur yang bernama brokoli itu, bukan rasanya yang tidak enak tapi melainkan karena ia sedikit jijik, takut jika ada ulat kecil yang menepati salah satunya

Melihat pemandangan itu membuat wajah Zora sang mama tersenyum bahagia, sebuah pemandangan yang sangat jarang ia lihat karena kesibukannya dalam bekerja.

Azora Ayla Geovani lebih tepatnya, wanita berusia 33 tahun, seorang wanita karir di bidang kuliner yang restoran nya memiliki cabang di mana-mana.

"Jangan makan terlalu banyak nanti kau akan kekenyangan, hari ini ada pembukaan cabang restoran baru kita dan kau sudah janji untuk ikut mama." Ujar Zora menatap Graciela yang terlihat mulut gadis itu penuh dengan makanan yang disuapi oleh Jergan.

Graciela terdiam sebentar menatap kearah ibunya kemudian mengangguk menoleh kearah ayahnya membenarkan ucapan Zora.

Jergan menatap bergantian istri dan anaknya, ia menghela nafas panjang.

"Hah, baiklah," pria itu meletakkan sendok yang digenggamnya dan mengambil dua lembar tissue lalu mengelap noda makanan yang ada di mulut Graciela.

-

"Ingat, jika sudah selesai segera telepon ayah, mengerti?" Graciela mengangguk.

"Ayah tidak akan ikut?"

Jergan menggeleng, "tidak, hari ini ayah sangat sibuk, berkas-berkas di meja kantor ayah sudah sangat menumpuk dan ayah tidak mungkin untuk memintakan tolong pada paman Dion, kasihan dia."

Graciela hanya diam, benar ayahnya selalu menyuruh asistennya itu untuk siap bekerja 24/7 tanpa harus ada kendala. Graciela melirik kearah pria yang usianya hampir sama dengan sang ayah yang tengah berdiri tegak di depan pintu mobil, hah, kasihan sekali paman Dion diusianya yang sekarang seharusnya dirinya sudah memiliki pasangan.

"Jangan terlalu keras pada paman Dion, ayah. Kasihan dia, biarkan paman mencari pacar atau istri untuk mendampinginya."

Jergan hanya terkekeh melihat putrinya menasehati dirinya,

"Dengarkan ayah, beberapa rekan kerja sudah ayah jodohkan dengannya tapi dia bilang tidak mau karena belum menemukan perempuan yang lebih cantik dari putri ayah ini," bisik Jergan lalu mencolek hidung mungil putrinya. Sementara itu Graciela bergidik ngeri melirik Dion yang hanya diam seperti patung dengan wajah datar nan galaknya.

Ayahnya itu memang suka sekali menjahili anaknya. Tidak mungkin paman Dion mengatakan hal itu di depan ayah, bisa-bisa ayah akan membuat pria itu babak belur dengan kaki yang tidak bisa berjalan.

Tapi lumayan juga paman Dion, dia kaya raya dan juga tampan, wanita bodoh mana yang akan menolak pesona seorang asisten pribadi di perusahaan berjaya itu, hahaha.

.

.

• Graciela Neave Fernandez

• Jergan Reynand Fernandez

• Azora Ayla Geovani

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 15, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Graciela : Time TravelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang