Bagian 29.

764 29 0
                                        


"Demian" panggil Anita.

"Hm" sahut Demian.

    Ya selepas kejadian tadi Demian pun segera ke tempat Anita berada karena dirinya merindukan Anita.

"Aku tanya siapa kita" tanya Anita.

"Katanya kamu adalah keturunan Malhotra dan aku juga jika kita saudara kita tidak boleh menikah" sahut Anita.

"Kita bukan saudara atau sepupu aku adalah anak Papah Felix dan mamah Arin, aku mempunyai Alter ego yang tak lain pemilik rumah Malhotra dan lainnya" sahut Demian dan merebahkan punggungnya.

"Kemari sayang" suruh Demian.

"Kamu tidak merindukan aku" tanya Demian membuat Anita memeluk tubuh Demian.

"Bagaimana janin kita" tanya Demian.

"Dia baik-baik saja" sahut Anita.

"Besok kita chek up apa dia baik baik saja" sahut Demian.

"Selama 1 minggu ini kamu kemana" tanya Anita dan memelai rambut Demian.

"Kerja, karena apa aku tidak mau istriku ini kelaparan dan apalagi kamu membawa janin ku" sahut Demian.

"Btw, kamu mau apa" tanya Demian.

"Karena selama 3 bulan ini kamu tidak pernah meminta makanan dariku" ujar Demian.

"Mau apa ya" gumam Anita.

"Hum besok saja aku pikirkan malam ini janin kita mau istirahat karena papahnya ada disini" sahut Anita.

"Love you Husband" gumam Anita dan terlelap dipelukan Demian.

"Love you wife" sahut Demian.

   Demian mengecup dahi sang istri dan menelpon Devan apa perintahnya dilaksanakan.

"Bagaimana disana" tanya Demian.

"Sesuai rencanamu Demian, kami sudah melakukan apa yang lue suruh" sahut Devan.

"Besok kita semua ke rumah sakit sekalian mau periksa Daniel apa dia bisa berjalan atau tidak" ucap Demian.

"Iya gue setuju saja lagi pula kita tidak pernah mengantar Daniel maupun Anita ke rumah sakit" sahut Devan.

"Dimana Marchel" tanya Demian.

"Marchel bersama Angel, dan Dava bersama Gadis dan Daniel bersama Gita" sahut Devan.

"Lalu bagaimana kedua jasad itu" tanya Devan.

"Bakar" suruh Demian.

"Gue yakin kalau anak buah The Petir yang lain akan melawan kita jadi lue dan Dava bahkan Marchel harus melatih anak anak" suruh Demian.

"Baiklah jaga Anita" ucap Devan dan mematikan teleponnya.

  Demian ingin menangis saat hari itu saat mengetahui bahwa Anita membawa janinnya dan Daniel mengalami kekerasaan Chandra pada Daniel.

"Gue tembus kesalahan gue Daniel" bathin Demian.

"Gue minta maaf, sekali saja lue bicara sama gue" bathin Demian.

"Arsaka" teriak Demian.

   Tiba tiba Demian terbangun dan menempati dirinya sudah dirumah sakit dan melihat sekelilingnya.

"Demian, kamu tidak apa apa kan" tanya Anita.

"Bagaiman bisa aku ada disini" tanya Demian.

"Kamu pingsan sudah 2 hari kamu tidak sadarkan diri" sahut Anita.

"Ya lue pingsan saat malam itu lue telpon gue dan tiba tiba Anita telpon bahwa lue pingsan dan benar saja malam itu lue tidak bisa bernafas" sahut Devan.

"Katakan pada papah apa penyakit mu sebelum papah yang lain tau" tanya Felix.

"Aku tidak tau pah, aku mengalami kesulitan membedakan halusinasi dan kenyataan" sahut Demian.

"Kita harus bawa dia di Kerajaan Malhotra sebelum ingatan Demian menghilang" ucap Raka.

"Maksudmu" tanya Arin.

"Aku bermimpi dua hari yang lalu bahwa kerajaan Malhotra dan Agatha dalam masalah besar dan aku sudah menghubungkan kesana tapi hancur berkeping-keping" ucap Raka.

"Ini ada masalah dengan ingatan Demian dan Anita keduanya masih terikat dimasa lalu kedua orang tuaku" sahut Raka.

"Demian" panggil Raka.

"Kamu adalah Raja selanjutnya di Malhotra" ucap Raka.

"Bukan paman, bukan aku" sahut Demian.

"Ini perintah Aku sebagai Raja sekarang" ucap Raka dan menjentikkan tangannya dan benar saja semua diubah menjadi tempat kerajaan bahkan mereka bukan lagi dunia moderen kini dunia masalalu.

  Demian dan Anita menatap tak percaya apa yang dilihat oleh mereka bahkan hati Anita menangis tatkala rakyat Malhotra sengsara.

"Bertahan sebentar lagi" ucap Anita dan merobek baju nya dan mengikat pada seorang anak kecil.

"Ratu muda kembali" ucap gadis kecil itu.

"Anda kembali, ratu cantik kembali" gumam Gadis bernama Athena.

"CEPAT LINDUNGI ANAK ANAK DAN WANITA" perintah Raka pada anak buahnya.

"Baik yang mulia" sahut pengawal.

"Kita bukan dunia moderen dan kita jauh dari beradapan manusia sana" ucap Felix.

"Apa ini yang dimaksud papah Byanda bahwa rumah Malhotra adalah kerajaan yang menyamar" bisik Arin pada suaminya.

"Iya" sahut Felix.

   Sedangkan para gadis kewalahan membantu para warga untuk mengungsi ketempat yang lebih aman.

"Tempatnya bagus bahkan lebih bagus daripada manusia moderen" sahut Jessica.

"Baru sadar" sahut Gadis dan mengelap keringat nya.

"Anita mana, jangan sampai Anita menghilang" sahut Gadis.

"Entah mungkin dia bersama Demian" sahut Jessica.

   Benar saja Anita menatap bangunan didepannya.

"Tau tempat ini sayang" tanya Demian.

"Tempat ini kita ditemukan saat masih bayi" sahut Anita.

"Ya kelahiran kita lah membuat Raja Nathan dan Ratu Chintya meninggal dunia" sahut Demian.

"Aku harap bisa ketemu sama mereka berdua" sahut Anita.

"Sudah jangan diingatkan lagi ataupun ingin bertemu dengan mereka, bagaimana kita membantu para warga" tanya Demian.

   Kini keduanya pun membantu para warga yang sudah terdampar atas bencana alam.

Vote yayaya.

 Demian Posesif [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang