mereka sudah sampai di kamar gus isal
"Masuk sayang, gapapa" ucap isal
"Iya" jawab deyra langsung masuk kekamar milik suaminya
Sedangkan isal memilih duduk disofa yang ada dikamarnya"Sini" ucap isal menatap deyra dengan tatapan lembut
"Alen ga bobo diasrama aja? " tanya deyra
"Mau tidur diasrama? Gamau sama mas? Gapapa tidur sama mba sheyra diasrama mau mas antar? "
"Bole ga sama masnya? " tanya deyra lagi
"Boleh sayang, apasih ya gabole buat kamu? " jawab isal dengan senyuman manis yang ada dibibirnya,walaupun tidak rela jika sang istri tidur diasrama
"bener ya?"ucap deyra memastikan
"iyaa,sudah sana,apa mau mas antar?"
"ngga usah mas,aku bisa sendiri"
"yauda"
akhirnya deyra pun pergi ketempat sheyra dan teman temannya yang lain,sebelumnya udah dikasih tau ya sama isal tempatnya sheyra dimana
"Assalamu'alaikum" salam deyra yang langsung dijawab oleh penghuni asrama
"Waalaikumsalam salam, ada apa, ning? " ucap Naura dan teman temannya yang lain langsung menunduk
"Eh? Kenapa nunduk? Gausah manggil aku ning mbak, panggil deyra aja" ucap deyra bingung saat mba mba seniornya menunduk
"Gasopan ning, ning kan istrinya gus isal, masa kita panggil pake nama" jawab verly
"Panggil nama aja gapapa mbak"
"Yaudah, iya" ucap sheyra
"Kenapa kesini? " tanya nayra
"Mau tidur sini"
"Lah? Ga tidur sama gus isal? "
"Engga, mau nyamar jadi santri hehe, kalian bantu ya? "
"Okeee, siaapp" ucap sheyra dan yang lain
"Tidur sebelahku dey! " ucap sheyra
"Oke oke, jamnya tidur disini jam berapa? "Tanya deyra
" besok kan jum'at libur, jadi jam tidurnya agak malem, jam 11,kalo hari biasa setelah shalat isya dan ngaji langsung di suruh tidur sama penjaga"jelas nayra
"Owwhh, sekarang masi jam 9,biasanya kalian ngapain? "
"Biasanya si kita baca novel, tapi hari ini engga, novelku disita sama ustadzah namira, dia galak tau, jangan deket deket yaa, denger denger dia suka gus isal juga, dia belum tau gus isal menikah sama kamu" jelas verly
"Iyaa,oh iya, aku bawa novel lohh, tapi ketinggalan dikamarnya mas isal, gimana? Temenin aku ambil yuk!" Ucap deyra
"Ayokk, tapi gatakut dimarahin? Nanti ketahuan ustadzah namira piye?" Khawatir verly
"Gapapa, tenang kan ada akuu" ucap deyra
Merekapun keluar asrama, sherly, verly dan nayra menunggu ditempat duduk dekat ndalem, sementara deyra kekamar mengambil novelnya
"Alen?Kenapa balik?" Tanya isal saat melihat deyra, btw jangan lupaaa isal kalo manggil deyra itu emang alen yaaa, soalnya namanya kan deyra alennia begitu jangan salpam
"Ambil novel hehe bosen, gapapa kan mas? "Tanya deyra dengan menunjukkan deretan gigi rapih dengan satu gingsulnya
" iya, gapapa"
"Aku pergi, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Saat deyra keluar ndalem, ia berpapasan dengan ustadzah namira, dengan wajah dan tatapan mengintimidasi, ustadzah namira akhirnya bertanya
"Kenapa disini? Mau nyolong kamu? Anak baru kok udah bikin masalah aja, kenapa? Kamu bawa apa itu? Bawa novel? Sini saya sita! " ucap ustadzah namira yang membuat deyra menunduk, sheyra dan teman teman lainnya gatau ya, soalnya mereka lagi duduk duduk dan tempatnya juga beda
"Ngga, ustadzah, saya ngga nyolong" ucap deyra
"Halah, alasan! Coba kasi tau saya apa yang kamu curi? Novel ini? Kamu ambil dari kamar gus isal? Kembalikan! " ucap ustadzah namira, karena perdebatan itu akhirnya isal keluar kamar dan melihat deyra yang sedang menangis dia pun sedikit kesal
"ada apa ini? Kenapa deyra menangis? " ucap isal menatap tajam ke arah namira, seketika wanita bergelar ustadzah itu menunduk
"Ini loh gus, ada santriwati baru masuk masuk ndalem, kayanya dia nyuri sesuatu" tuduh ustadzah namira
"Deyra? Benar apa yang dikatakan ustadzah sayang? " ucap isal terang terangan mengucap "sayang" kepada gadis kecil yang disebelahnya
"H-hah? Sayang? Bukan muhrim gus! " ucap ustadzah namira
"Asal anda tau, dia halal bagi saya, dan ya, ada bukti apa kamu menuduh istri saya mencuri? Apa anda melihat sendiri? Apa karena anda melihat dia keluar dari kamar saya lalu anda menuduh dia sembarangan? " ucap isal marah
"I-istri?, m maaf gus kulo mboten ngertos menawi njenengan punya istri"
Ucap namira kaget
-saya nggak tau kalo anda punya istri-"Len, gausah nangis sayang, sana balik keasrama" tutur isal kepada istri kecilnya
"I-iya mas, assalamu'alaikum" ucapnya langsung lari keluar dari ndalem dan menghampiri dua seniornya
"Loh? Dey kenapa? Gak dibolehin bawa novelnya sama gus isal po? Kenapa nangis? , ayo balik aja keasrama"
Mereka pun kembali keasrama setelah masuk mereka masih bertanya tanya mengapa ning yang sudah dianggap adik mereka ini menangis saat keluar dari ndalem"Lohh, ini dibawa, terus kenapa kamu nangis? Dimarahin gus isal? " ucap verly
"Dimarahin ustadzah namira, aku dituduh nyolong, untung ada mas isal" ucap deyra
"Nah iyaaa, tadi aku liat ustadzah masuk ndalem, aku lupa kalo ada kamu, sekarang ustadzah galak itu dimana? "Tanya nayra
" di ndalem, lagi diomelin sama mas isal"
"Yaudah, gapapa gausah nangis, cup cup dedeekk" ucap sheyra menenangkan deyra
Wueessshh cukupp mbaa, aku capek, minggu depan lagiee yaaa, semangat nunggunya, jangan lupa komen biar aku galupa, pokonya gaada yang vote sama komen ga aku up bab 7 nya🥰👊

KAMU SEDANG MEMBACA
PERNIKAHAN PAKSA ,DIBAWAH UMUR
Fanfictionmenceritakan seorang gadis yang masih berusia 12 tahun dipaksa menikah oleh kakeknya dengan cucu sahabatnya yang umurnya beda 6 tahun,lebih tepatnya laki laki yang akan dijodohkan dengan gadis itu berusia 18 tahun,laki laki itu adalah cucu dari pemi...