ULTAH?

18 1 0
                                    

~🐱~

Meow, meow krr

"MAH..MAKHLUK HALUS," Lelaki yang baru saja duduk di sofa, tiba-tiba terperanjat setelah mendapati segumpal makhluk melingkarkan ekornya di betis lelaki itu.

"SINGKIRIN WOI, GW ALERGI," Vano mencak mencak berusaha melepaskan diri dan menjauh dari hewan itu. Namun bukannya menjauh, Chim-Chim justru mengikuti kemana langkah Vano.

Konon kucing itu suka gangguin orang yang ga suka sama dia, karna mereka merasa lebih aman aja.

"Lo takut sama Chim-Chim?!" Reygan berusaha menyakinkan dirinya, baru kali ini ia mendapati kejadian tidak biasa. Emang ada cowok yang takut sama kucing, yah?!

"CHIM-CHIM SINI," Reygan menggedong kucing putih susu itu

Vano terlihat lega melihat Reygan yang terbilang cukup peka untuk memahami fobia nya.

"AKWOWKAOAK, CHIM-CHIM PENGEN SAMA LO DEH,"

Bukannya menghentikan Chim-Chim, Reygan menggendong kucing itu untuk membawanya lebih dekat dengan Vano. Sengaja menggodanya, jujur ia sangat menikmati ekspresi musuhnya yang ketakukan itu. Bahkan sepupu Rey yang masih kecil, tidak bereaksi sedikit-pun jika Rey berusaha menunjukkan film horror, kecoa, jangkrik dan hal menakutkan lainnya.

Melihat Vano yang ketakukan setengah mati, ia menghentikan aksinya. Takut kalau saja lelaki itu justru pingsan di rumahnya.

Ting Tong Ting Tong

"Siapa lagi anjay?" Rey mengingat ingat bahwa hari ini tidak mungkin sang Ayah pulang dan Bunda nya pasti membawa kunci rumah. Rencana Rey itu menikmati hari penuh ketenangan kini menjadi mimpi di siang bolong.

Padahal gw mau main ML, Rey membatin

"Saeng-il chughahamnida! Saeng-il chughahamnida!, Saranghaneun uri Chim-Chim, Saengil chukha hamnidaaaaaa,"

Rey tak bisa menyembunyikan eskpresi terkejut sekaligus haru, melihat Arsen dan Cleon yang repot-repot datang, hanya untuk merayakan ulang tahun kucingnya.

"MET TAMBAH TUA CHIM-CHIM, JANGAN NAKAL NAKAL YA," ucap Arsen sembari mengelus lembut punggung Chim-Chim. Ia membawa makanan kucing dan menancapkan sebatang lilin di atasnya.

"Kok lo masi inget si bro?" Rey melempar tanya pada Cleon.

Cleon Damaresh, lelaki berumur 18 tahun yang menjadi teman sebangku Reygan Aditama ini selalu mendapat julukan "Pria Demensia" akibat memori nya yang amat sangat pendek. Apapun yang baru ia dengar, pasti akan tergerus hangus oleh angin sepersekian detik berikutnya. Sehingga pasti Cleon tidak mungkin mengingat tanggal adopsi Chim-Chim.

"Tadi Bunda telpon Arsen, katanya ga bisa pulang rumah. Papa lo mau balik dari Chongqing, jadi Bunda ke Jakarta buat jemput Papa. Bunda juga khawatir soalnya telpon lo mati, jadi kita samperin dah," ucap Cleon sembari melepas sepatunya.

"AH, Arsen jg blg ke gw klo ga salah lo adopsi kucing di pertengahan Oktober taun lalu. Arsen pengen main sama Chim-Chim. Trus gw ngide ngajak nginep," tambah Cleon panjang lebar

Tumben ingatan Cleon sebagus ini

"Bentar lagi gw juga ultah," celetuk Vano tanpa ia sadari.

"HAH, LO SAHA, KANG?!

"EH, EHHHHHHH?????"

***
Bonus Pics:
⚡😎⚡

Rey n Chim


Arsen : Sini gw fotoin lu sm chim
Cleon : gw mn? Kok g ada?
Arsen : gw crop 😐

~
Reygan, Arsen, Cleon

Kang Foto Pinggir Kali
" Ready, 1,2,3 cheese 🧀"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 24, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BOY FRIEND [PURE BOYS FRIENDSHIP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang