01. Disuruh Abang

181 15 1
                                        

Ini cerita aku yang ke empat yah, semoga kalian suka><

Cerita ini buat seneng seneng aja yah, iseng ku buat wkwkw

up tergantung lancarnya pemikiran seperti biasa dengan pemeran yang sama weheheh

Agasha Jamaludin, seorang pria yang berusia 17 tahun dengan mata sipit dan wajah kecilnya, duduk disalah satu sofa bersama adek laki-lakinya yaitu Bartha Marthatha.

"Gas, kata Bapak lo harus pindah kesekolah pelita itu," kata seseorang yang baru bergabung bersama Agasha dan Bartha, yaitu Jephan sang kakak tertua dari mereka.

"Ga mau gue bang," jawab Agasha, membuat Jephan menghela nafas, lelaki tampan itu duduk disalah satu sofa melihat kedua adeknya yang kini sibuk memakan cemilan.

"Kenapa nggak mau Bang?" tanya Bartha, menatap kakak laki-lakinya bingung, "disana ada crush Bartha loh," lanjut Bartha.

"Itukan crush lo, bukan gue!"

"Yah gapapa, nanti Bar juga lanjut kesekolah itu bang!"

"Ga perduli sih gue, malah gue ga mau satu sekolah sama lo cil," ucap Agasha ketus, menatap buku yang kini digenggam erat oleh kakaknya, "bang, lo mau kemana bawah buku?" tanya Agasha pada Jephan.

"Oh iya gue hampir lupa," ucap Jephan tersenyum manis kearah Agasha, membuat Agasha curiga dengan pandangan dari kakaknya.

"Kalau mau minta bantuan ngomong aja, ga usah natep gue kek homo kehausan gitulah bangke," kata Agasha membuat Bartha ketawa mendengar ucapan kakaknya.

"Yaelah, namanya juga minta bantuan yah harus imut imut gitulah!"

"Yang ada jiji bang sumpah!" ucap Agasha menghela nafas, "mau minta bantuan apa?" tanya Agasha serius.

"Beriin buku ini kepacar gue dong Gas!" kata Jephan memberikan setumpuk buku ketangan Agasha, membuat Agasha menatap abangnya sinis lalu memberikan buku itu kembali ketangan Jephan.

"Ogah, mending push rank gue!" jawab Agasha tak mau menerima permintaan kakaknya tanpa sogokan yang pasti

"Gue kasih kinerjoy!"

"Bang, gue udah gede yah!"

"Buat gue juga boleh," ucap Bartha, membuat Jephan menoleh datar kearah anak itu.

"Lo ga bisa bawah motor dek!" kata Jephan, "cuma sih agas yang bisa bantu!"

"Ga denger, ga denger," kata Agasha menutup telinganya sambil geleng-geleng dangdutan.

"Gue beriin akun ml gue buat lo dah, gimana?" tanya Jephan membuat Agasha terkejut.

"Serius lo?" tanya Agasha, membuat Jephan mengangguk, "oke, mana nomor?" tanya Agasha antusias.

"Ngapain tanyain nomor?"

"Mau gue tikung," kata Agasha datar, "yah buat janjian ketemu lah bang, gimana sih."

"Oh iya ntar, gue kirim lewat wa!"

Agasha langsung menatap ponselnya ketika Jephan mengirimnya pesan, ia menatap pesan Jephan yang mengirimnya nomor.

"Nomor pacar lo bang?" tanya Agasha, menatap abangnya yang kini sibuk dengan ponsel.

"Hooh, chat aja!"

"Loh masih ngehomo?" batin Agasha ketika melihat PP itu adalah pria, "Oh oke," ucap Agasha sambil menambahkan kontak itu ke dalam ponselnya dengan nama 'Kaga Tah?'.

"Loh masih ngehomo?" batin Agasha ketika melihat PP itu adalah pria, "Oh oke," ucap Agasha sambil menambahkan kontak itu ke dalam ponselnya dengan nama 'Kaga Tah?'

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Stealing Heart [BibleBuild]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang