HAPPY READING!
Jangan lupa vote dan komen!❤️🔥
Selamat bertemu dengan Fourich!🚩
========
BITTERSWEET RUINS
[ Bagian 7 | Luina's New Scandal ]
Setelah menurunkan Luina di depan rumah sederhana yang seukuran dengan kamar mandi di mansionnya itu—Zirga segera tancap gas meninggalkan komplek kecil tersebut.
Tangan kanannya yang kini tak dihiasi gelang, memutar setir ke arah kanan, untuk mengambil jalan keluar. Sedetik sebelum melewati pintu keluar, Zirga menekan klakson, lalu membelokkan mobilnya ke arah kiri.
Bersamaan dengan itu, tiga mobil mahal dengan jenis berbeda-beda yang terparkir di seberang jalan, kompak melaju bersama menyusul mobil putih milik Zirga.
Senyum seringai yang tadi mati-matian lelaki itu sembunyikan, kini berani ia keluarkan dengan jelas.
***
Pagar besi hitam setinggi 10 meter perlahan dibuka. Dua pria berpakaian hitam menariknya ke dalam setelah mendapat sinyal dari layar monitor—bahwa empat mobil para tuan muda mereka tengah berjalan mendekat.
Mobil-mobil mewah itu melesat masuk satu per satu. Melewati hutan buatan yang rapi di sisi kanan kiri jalan pribadi, melintasi lapangan tenis kosong dan padang golf yang sepi, sebelum akhirnya berhenti serempak di depan air mancur marmer yang berdiri megah di tengah halaman mansion.
Zirga turun lebih dulu, sembari menyerahkan kunci pada valet yang sudah menunggu di sisi mobil. Ia menoleh sebentar ke arah ketiga temannya yang melakukan hal sama, masing-masing pada valet yang berbeda.
Dengan tas sekolah tergantung santai di satu tangan, keempat pemuda itu melangkah naik ke tangga depan. Dua pelayan membuka pintu utama sebelum mereka sempat menyentuhnya.
"Selamat datang, Tuan."
Mereka langsung disambut empat pelayan berseragam hitam putih, membungkuk hormat dan siap menerima tas masing-masing. Tak lama, empat pelayan lain datang menghampiri, membantu mereka melepaskan jas sekolah, lalu membawanya pergi untuk dicuci.
Mansion megah ini adalah salah satu properti keluarga Matadore—sekaligus menjadi tempat yang paling Fourich sukai. Bukan hanya karena ukuran dan fasilitasnya yang mewah, tapi karena tempat ini adalah surga privasi. Apa pun bisa mereka lakukan di sini. Tanpa kamera tersembunyi. Tanpa mata-mata. Dan tanpa omongan yang bocor ke luar.
Semua yang bekerja di mansion ini sudah dibayar sangat mahal. Sebagai bonus, mereka juga dibayar untuk satu hal lagi—diam.
"Finally," desah Regaska sambil menjatuhkan dirinya ke sofa empuk berwarna tosca gelap. "I can't wait to see how it turns out tomorrow."
Alex terkekeh sambil menyodorkan bungkus permen ke pelayan di belakangnya. "Gue lebih gak sabar lihat Luina berdiri di belakang kita, kayak mereka."
Sembari memakan permennya, Alex menunjuk tiga pelayan yang berdiri tegak di belakang Regaska, Ardanthe, dan Zirga.
Itulah kenyamanan khas mansion ini. Di balik setiap sofa besar, selalu ada satu pelayan yang siap siaga. Bahkan saat mereka menginap, tiap kamar dijaga seorang pelayan dan satu bodyguard dari luar.
Di mansion ini, tak ada satu pun yang bisa mengganggu mereka. Karena rahasia, kekuasaan, dan keamanan, semuanya terkunci rapat di balik dinding tebal tempat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
BITTERSWEET RUINS
Jugendliteratur🚩Re-Publish! New Version of Bad Luck [ for Luina ]🚩 ❗️50% Different [ updated with additional scenes with deeper conflicts ]❗️ • "You look so scared, baby. What's going on?" "Relax, L. We're not here to bite you." "Come on, Lui. You know there's n...
