HAPPY READING!
Jangan lupa vote dan komen!❤️🔥
Selamat bertemu dengan Fourich!🚩
========
BITTERSWEET RUINS
[ Bagian 10 | Accidental Kiss ]
"Luina!"
Pyok! Pyok! Pyok!
Luina yang hendak mendongak karena mendengar namanya dipanggil, saat itu juga langsung memejamkan mata ketika puluhan telur dilempar ke arahnya dari balkon lantai dua.
Perempuan tersebut bahkan baru datang, tetapi para manusia yang sama bajingannya dengan Fourich itu, malah tidak memberinya waktu libur sebentar.
Luina menghembuskan napasnya lelah. Sebenarnya dia ingin marah, tetapi pada siapa? Mereka juga pasti melakukan ini karena predikatnya sebagai red person. Padahal skandal memalukan kemarin juga sudah terbukti bahwa dirinya tidak terlibat.
Lucunya, saat dia bahkan hampir dikeluarkan gara-gara kasus tersebut—Alena—orang yang terbukti bersalah dan memfitnahnya, malah tidak dijatuhi hukuman apapun selain mendapat poin pelanggaran.
Luina mengepalkan tangan mengingat hal tersebut. Kepalanya lalu mendongak untuk melihat siapa saja yang sudah melakukan hal menjijikkan ini terhadapnya.
Dan saat itu juga, kilat mata Luina diisi kecewa ketika melihat adanya Raya berdiri di sana—di antara para pembully yang terlihat bahagia.
"Beautiful morning, isn't it?"
Luina menurunkan pandangan. Tanpa perlu berbalik pun sebenarnya dia sudah tau suara siapa yang berada di belakangnya tersebut.
Namun, pada akhirnya dia tetap memilih berbalik, untuk menatap tajam empat orang yang kini tampak ikut senang melihat kondisinya yang seperti ini.
"Lepasin gue dari red person!" Katanya tanpa basa-basi.
Ardanthe spontan saling pandang dengan Regaska, lalu terkekeh bersama.
"Gak segampang itu, baby."
"Gue udah rela ya jadi pembantu kalian. Seharusnya itu udah cukup untuk kalian mainin gue, tanpa harus ngajak yang lain," tegas Luina.
"Mental lo gak kuat?" Sahut Zirga di sebelah Regaska.
"Apa kalau lo yang jadi gue, lo akan kuat? Lo gak tau rasanya dibully kayak gimana! Jadi, hentiin semuanya!" Emosi Luina meledak saat itu juga.
Dia pernah bilang kan kalau dia bukan perempuan kuat?
Selama ini Luina selalu bersikap seolah-olah tidak terpengaruh akan perilaku kasar teman-temannya.
Padahal yang sebenarnya terjadi adalah, setiap dirinya selesai dibully, yang dia lakukan hanyalah mendekam di dalam toilet, diam, menangis sampai puas, lalu keluar seolah memang dia tahan banting dan sekuat baja.
Padahal dibalik itu, Luina menahan mati-matian hasrat dirinya untuk mengakhiri hidup.
Memangnya setelah semua yang terjadi pada hidupnya, apa masih bisa ia mengatakan kalau mentalnya baik-baik saja?
Dibully, dibenci, dijauhi—dan sendiri. Dia tidak punya alasan untuk tetap berdiri.
Ditambah lagi, sekarang dia dijadikan mainan oleh Fourich yang entah sampai kapan.
Dan sekarang, sepertinya dia juga telah terjebak. Negosiasi tidak menguntungkan kemarin, tampaknya hanyalah bualan yang mereka lakukan agar bisa menyiksanya lebih parah lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
BITTERSWEET RUINS [ HIATUS ]
Novela Juvenil"You look so scared, baby. What's going on?" "Relax, L. We're not here to bite you." "Come on, Lui. You know there's nowhere to run, right?" "Lo takut, sayang?" *** Hidup Luina hancur dalam semalam. Ayah tirinya ditangkap karena menggelapkan triliun...
![BITTERSWEET RUINS [ HIATUS ]](https://img.wattpad.com/cover/370508211-64-k271214.jpg)