BAGIAN 17

46K 2.6K 149
                                        

HAPPY READING!

Jangan lupa vote dan komen!❤️‍🔥

YANG BANYAKKK💋

Selamat bertemu dengan Fourich!🚩

========

BITTERSWEET RUINS
[ Bagian 17 | Bitter Deal ]

"Masih pagi, dan kamu sudah mendesak asisten saya untuk bertemu?"

Meskipun mansion besar ini adalah milik Darius, namun Amorana yang memang tidak memiliki sopan santun, malah duduk di singgasana pria itu.

Hal tersebut, berhasil memancing emosi Darius yang bahkan baru menyadari bahwa tamunya itu menunggunya di tempat yang haram disentuh oleh siapapun selain dirinya.

"Berdiri."

Perintah yang tenang namun menusuk itu, tidak diindahkan oleh Amora.

Wanita itu, hanya menanggapi dengan kekehan. "Darius, ada yang ingin saya bicarakan sama kamu."

"Berdiri. Dari. Sana."

Suara Darius turun satu oktaf lebih berat, lebih dingin. Amora mendengus.

Tubuh ramping itu kemudian ia berdiri dari duduknya, lalu berjalan mendekat pada Darius sembari menenteng clutch Gucci yang baru dibeli minggu lalu.

"Sekarang sudah boleh bicara?"

"What do you want?" Darius membalas ketus, malas membuang waktu untuk basa-basi.

Amora melipat kedua tangannya di depan dada, menatap Darius dengan tatapan pongah.

"Saya minta kakak saya dibebaskan," ucapnya.

"Satu triliun yang dia ambil tidak membuat kamu miskin, kan? Lalu untuk apa kamu menahan kakak saya, sedangkan kamu sendiri, sudah menyita seluruh harta benda yang jumlahnya, tentu lebih besar dari penggelapan yang dia lakukan ke perusahaan kamu."

Mendengar itu, Darius terkekeh. Dia merasa lucu dengan serentetan kalimat yang dilontarkan oleh Amora.

"Ini bukan tentang uang, tetapi pengkhianatan."

Amora mendengus geli.

"Penghianatan yang dilakukan oleh kakak saya adalah karena pengaruh putrinya," balas Amora memfitnah. "Kalau bukan karena Luina yang mendesak Thomas untuk menuruti semua yang dia inginkan—kakak saya tidak akan pernah mengambil sepeserpun uang kamu!"

Kebencian Amora pada keponakannya itu menetes dari tiap katanya, tajam dan busuk.

"Kamu gak lupa, kan? Thomas dulu orang kepercayaanmu. Negosiator terbaik di perusahaan kamu." Amorana melanjutkan. "Kalau kamu ingin membalaskan dendam karena penghianatan—balaskan saja pada putrinya. Dia otak dari semua penggelapan yang sudah Thomas lakukan di perusahaan kamu."

Darius diam. Membiarkan Amora berbicara lebih banyak—sambil menimbang setiap kebohongan yang keluar dari mulut wanita itu.

"Kamu pikir saya percaya sama kamu?" Darius akhirnya berkata, bibirnya menyeringai kecil.  "Memangnya apa, jaminan yang akan kamu berikan kalau saya membebaskan Thomas?"

BITTERSWEET RUINS [ HIATUS ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang