Vania masih tertegun menyaksikan punggung andika yang menjauh darinya. Sambil menahan air matanya vania berkata dengan lirih " Gw cuma mau dikenang sebagai orang baik dik. "
Vania menuruni tangga sambil tertunduk lemas dia menuruni tangga satu persatu sambil masih menahan air matanya. Hatinya begitu sakit mengingat perkataan andika.otaknya dipenuhi dengan pertanyaan berawal dari mana semua ini hingga dirinya menjadi orang yang jahat.
Andika yang sudah berada jauh di depan vania berhenti menuruni tangga, dia menengok ke atas ke vania yang sedang menuruni tangga. tanpa sengaja mata mereka bertemu mereka saling bertatapan. Andika melihat mata vania yang berkaca-kaca tanpa sadar matanya juga ikut berkaca-kaca ia seakan merasakan kesedihan vania tapi dengan cepat dia memalingkan wajahnya dan bergegas menuruni tangga lebih cepat dan masuk kekelasnya.
***
Jam pelajaran pun selesai semua murid bersiap untuk pulang vania bergegas merapikan semua bukunya kedalam tas dia terlihat sangat tergesa-gesa, silvana yang melihatnya merasa heran pada vania.
" Mau kemana loe van buru-buru banget? Kaya di kejar setan loe? "
"Hehe iya nih gw harus ke rumah sakit kontrol takut ga keburu. Bye sil " Ucap vania sambil melambaikan tangannya dan bergegas keluar kelas .
Saat vania baru keluar dari kelas tanpa sengaja dia menabrak seseorang yang tidak lain adalah andika mereka bertatapan lalu berdengus kesal " Loe lagi! "Ucap mereka bersamaan dengan muka jutek.
" Awas minggir , gw buru buru nih" Ucap vania sambil mendorong tubuh andika yang ada di hadapannya. Tapi andika tidak menyingkir dari hadapan vania dia terus menghalangi vania yang mencoba melewatinya.
"Apaan sih loe dik minggir ah. " Ucap vania kesal. Bukannya menyingkir andika hanya menunjuk ke sebuah ruangan yang berada di lantai 2 vania yang kesal mengikuti arah telunjuk andika dia heran kenapa andika menunjuk ruangan osis.
"Ngapain loe nunjuk ruang osis ? Emang ada apa? " Tanya vania penasaran sambil memasang muka polos.
" Jangan bilang loe lupa kalo hari ini kita ada rapat buat nentuin siapa kandidat calon the next ketua OSIS ? "Jelas andika. Vania tertegun kaget mendengar jawaban andika dia pun langsung memasang muka polos sambil nyengir kuda ke andika.
" Oh.. Itu inget ko Inget.. Hehe tapi sorry ni pak ketos kayanya gue ijin dulu ya hari ini soalnya ada urusan pentiiing bangeet, jadi gue ijin boleh ya plisss ?"pinta vania sambil memasang muka melasnya.
"Emang nya ada yang lebih penting dari pemilihan ketos baru? Loe itu sekertaris osis loh masa ga tanggung jawab sih van? "
" Bukannya gue gak tanggung jawab tapi beneran dik ini penting banget plisss. "
"Udah pergi aja van biar gue yang gantiin tugas loe.lagian kan gue anak osis juga" Ucap silvana yang tiba-tiba muncul dari dalam kelas.
"Ahh tengkyu sil loe emang the best.oke pak ketos masalah sudah teratasi jadi gue permisi ya oke bye." Tanpa menunggu persetujuan dari andika vania melengos pergi sambil berlarian kecil ke gerbang sekolah dan langsung memasuki taksionline yang dipesannya.
Sementara itu andika masih terdiam heran melihat vania yang pergi seenak nya dia merasa sedikit kesal kepada vania.
"Heh pak ketos dari pada melongo liatin mantanya mending sekarang kita ke ruang osis pasti udah ditunggu tuh" Ucap silvana kepada andika.
"Emangnya temen lu itu mau kemana sih buru buru banget? " Tanya andika kesal sambil berjalan menuju ruangan osis.
"Kepo" Jawab silvana singkat yang semakin membuat andika kesal.***
Di lorong sebuah rumah sakit terlihat seorang siswa SMA Angkasa Raya sedang berjalan menyusuri lorong sambil menjingjing sebuah handbag dia lalu berhenti di depan pintu ruangan praktek dokter yang bertuliskan ruang obgyn dia lalu mengetuk pintu dan tidak lama pintu pun terbuka dan munculah sosok dokter muda tampan sambil tersenyum menyambut orang yang di tunggunya.
"Akhirnya dateng juga loe ka." Dengusnya kesal.
"Ya sorry bang kan gw sekolah dulu."jawab raka ke dokter Nathan yang tak lain adalah kaka nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
mantan kesayangan
Romancevania anindya gadis kelas 3 sma yang terus mengejar mantannya sang ketua osis andika rajendra karna tidak terima diputuskan dia terus mengganggu sang mantan dan pacar baru sang mantan april.tapi vania mendadak tobat dan berubah 180 derajat dia menja...