HAPPY READING!
❤️🔥JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN❤️🔥
💋KOMEN YANG BANYAK💋
Selamat bertemu dengan Fourich!🚩
========
BITTERSWEET RUINS
[ Bagian 29 | Anger ]
Perkelahian makin brutal.
Jordan yang baru tiba, langsung masuk ke tengah kerumunan, menendang satu orang yang nyaris memukul Ardanthe dari belakang.
"Jaga belakang lo, Dant!" teriaknya sambil ngehantam rahang musuh.
Meski kaget dengan kehadiran Jordan, Zirga yang sedang diserang, tetap berusaha melayangkan tendangan pada satu lawan hingga menabrak dinding toko. Sementara Alex, dia tidak membiarkan Javas bisa melewati pukulannya.
"Biar gue handle yang ini, Gas!"
Mendengar itu, Regaska langsung melepas satu lawan, dari tiga lawan yang menyerangnya.
Namun, tanpa Fourich sadari—Jordan yang bahkan baru memberi satu tendangan ke mantan lawan Regaska, terlihat menggerakkan matanya seolah memberi kode. Dan saat itu juga, temannya Javas tersebut segera memukul Jordan sampai jatuh.
Dia perlahan mundur, mencari celah, lalu berlari ke arah Luina sambil bawa balok kayu besar.
Mata Fourich yang tidak sekalipun melewatkan kondisi Luina, seketika membelalakkan.
"LUINA!!!"
Luina yang memejamkan mata, tak sempat bereaksi, kala sesosok tubuh membungkus tubuhnya erat. Dan—
DUAGH!
"Alex!" Teriak Ardanthe, Regaska, Zirga bersamaan.
Perkelahian berhenti seketika.
Semuanya hampir telambat jika saja Alex tidak segera memeluk tubuh Luina, dan menjadi tameng hidup untuk gadis itu.
Kepala Luina yang masih berada dalam dekapan, perlahan mendongak kala tangan yang melingkari tubuhnya mulai melonggar.
DEG!
Mata Luina membulat kala melihat seseorang yang membawa balok, masih berdiri di belakang Alex yang terdiam dengan napas memburu.
"A-alex.."
Alex lalu menyentuh kepala belakangnya sendiri. Melihat adanya darah ditangan, Alex seketika mengeratkan rahang. Tangannya mengepal, sebelum tanpa di duga dia berbalik badan dan memukul salah satu temannya javas tersebut dengan membabi buta.
BUGH! BUGH! BAGH!
Saat itu juga, Javas dan teman-temannya mundur, dan beranjak pergi.
"Alex, alex udah!"
Luina berusaha menarik lengan Alex untuk berhenti—namun tak berhasil. Amarah Alex sudah membutakan semuanya. Matanya merah, rahangnya mengeras, dan tangannya masih terus menumbuk wajah lawan yang bahkan hampir tak bergerak.
Tanpa pikir panjang, Luina langsung menarik kencang lengan Alex, sebelum kemudian memeluk lelaki itu dengan erat.
"Alex.. udah.. udah, please..."
Alex berhenti. Namun napasnya masih terengah-engah seolah belum puas.
Dia tidak merasakan sakit di kepalanya. Dia bukan marah karena dihantam. Tapi dia marah—karena mengetahui bahwa target sebenarnya lelaki itu adalah Luina.
KAMU SEDANG MEMBACA
BITTERSWEET RUINS [ HIATUS ]
Teen Fiction"You look so scared, baby. What's going on?" "Relax, L. We're not here to bite you." "Come on, Lui. You know there's nowhere to run, right?" "Lo takut, sayang?" *** Hidup Luina hancur dalam semalam. Ayah tirinya ditangkap karena menggelapkan triliun...
![BITTERSWEET RUINS [ HIATUS ]](https://img.wattpad.com/cover/370508211-64-k271214.jpg)