Part 30 | Harapan yang Hadir

22 12 0
                                    

===== WARNING!!! =====

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

===== WARNING!!! =====

⛔ DILARANG KERAS MENJIPLAK CERITA INI UNTUK DIPUBLIKASIKAN ULANG DI TIKTOK, INSTAGRAM, YOUTUBE, ATAU PLATFORM LAINNYA! ⛔

==================================


Tiga bulan yang lalu ...

Aisha pergi ke mal sendiri untuk mencari beberapa keperluan. Pak Amar sedang sakit dan tidak bisa mengantarnya, jadi ia memilih pergi dengan taksi tanpa ditemani oleh Bibi Han dan Suster Cha.

Saat perjalanan pulang, taksi yang membawa Aisha mengalami mogok di jalan. Mau tidak mau, ia harus berjalan kaki ke apartemen yang jaraknya sudah tidak terlalu jauh.

Di tengah perjalanan, ia merasa tidak nyaman seperti ada yang mengikutinya. Dengan perasaan was-was, ia pun mencoba menghubungi Bibi Han dan Suster Cha. Namun, tidak ada yang mengangkat panggilan darinya.

"Mereka pada ke mana, ya? Kenapa tidak ada yang mengangkat telepon sama sekali." Ujar Aisha dengan paniknya.

Aisha berusaha berjalan lebih cepat agar segera sampai ke apartemen. Ternyata orang di belakangnya juga melangkah semakin cepat. Tiba-tiba orang itu mendekat, menarik tangan Aisha dengan kasar, lalu menyudutkannya ke dinding.

"Aaarrrghhh!" teriak Aisha takut.

"Hais! Mau ke mana kamu, hah? Selalu saja pulang malam! Tidak pernah mengurus suami!" bentak orang itu marah.

Aisha menunduk takut. "M-maaf, anda sepertinya salah orang, Tuan. Saya tidak kenal anda." Ia menjawab dengan sedikit bergetar.

Pria yang terlihat mabuk itu pun menatap Aisha dengan tajam. "Tidak kenal katamu?! Istri macam apa yang tidak mengenali suaminya sendiri, hah?!"

"I-istri? Tuuan, anda benar-benar sudah salah orang. Saya bukan istri anda."

Mendengar jawaban dari Aisha, tiba-tiba pria itu membuka jasnya dan membantingnya dengan kasar ke hadapan Aisha.

"Aaarrrghhh!" teriak Aisha semakin ketakutan.

"Oh, aku mengerti sekarang! Selingkuhanmu itu sudah mencuci otakmu sekarang, ya?! Selain dia menyuruhmu untuk menceraikanku, dia juga menyuruh kamu untuk melupakan aku? Begitu?! Hais! Dasar bajingan!" teriak pria itu histeris.

Aisha yang ketakutan hanya bisa menutup telinganya. Pasalnya jalanan yang dilewatinya untuk kembali ke apartemen adalah jalanan yang sepi. Ia tidak melihat ada orang lain di sekitarnya. Rasanya berteriak sekencang apapun tidak aka nada yang mendengar atau bahkan membantunya keluar dari sana.

Behind The Secret | MYG ✅️(TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang