LIKE DULU DONG SEBELUM BACA
🪭🪭🪭🪭🪭🪻🪻🪻🪻🪻🐦🔥🐦🔥🐦🔥🐦🔥
"Hai, apa aku boleh masuk" ujar (name) di pintu masuk.
"Ya masuk saja (name) ujar halim" sembari menyusun kertas kertas di tangannya.
"Bagaimana? Apakah semuanya berjalan lancar?" Tanyanya sembari menarik kursi dan duduk di tengah tengah keduanya.
"Ya banyak yang melamar, tapi banyak yang tidak kompeten" ujar Hwajin sembari menggigit pensinya geram.
"Ya tolak aja klo gak kompeten "
"Ya ini akan selesai, Dan pelamar terakhir adalah.......?!" Halim tersentak saat mengetahui pelamar terakhir itu "Ehh!!? , kenapa orang ini ada di sini?!" Bingung Halim menatap Hwajin.
"Kau pasti penasaran kan~, sama aku juga penasaran , jadi aku sudah tidak sabar" ujarnya santai sembari mengorek telinga.
"Hah? Emang siapa sih?" Bingung (name) melihat reaksi keduanya.
"Dia ini bisa di bilang berkebalikan dengan kami" jawab Hwajin menatap (name).
"Penjahat maksudnya"
"Bukan, dia hanya tidak setuju dengan cara kerja kami"
"Aku setuju kok"
Hwajin nyengir dan menepuk-nepuk pelan kepala (name).
"Sebenarnya?!, kenapa orang itu.....
Krieet
" melamar ke Badan hak pendidik....."
Cengo Halim saat orang yang mereka bicarakan sudah masuk.
🪭🪭🪭🪭
"Pertama saya ingin bertanya" ujarnya sembari menundukkan menyamakan tinggi gadis itu (kim eunjin). "Apakah anda memposting tulisan di internet......untuk balas dendam" lanjutnya mengintimidasi.
Eunjin menatap terkejut kearah Joonbin. "A-pa maksud anda?".
"Jika anda ingin mendapat kompensasi atas kerugian yang Anda Terima, akan ada banyak cara untuk mendapatkan nya".ujarnya dengan sembari membenarkan kacamatanya dengan .
"Anda bisa meminta bantuan polisi, badan hak pendidik, pengacara atau anda bahkan bisa menghubungi pelaku atau agensinya untuk menyelesaikan masalah dengan baik" perkataan Joonbin membuat Eunjin semakin tertekan dan terkejut.
"A-ah tapi itu....."
"Tapi anda malah memilih cara seperti itu" ujarnya dengan wajah dinginnya "alasannya karena itu, cara paling menyakitkan bagi pelaku yang merupakan seorang selebritis." Ujarnya dingin.
Dari kejauhan di balik gedung sejak tadi (name) dan Hwajin melihat semuanya.
"Aku gak nyangka dia bakal ngomong sekeji itu sama korban " ujar Hwajin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku gak suka dia, dia suka mengintimidasi" ujar (name) dengan tatapan tajam.
'Seharusnya dia gak ngeliat ini, klo sampai orang itu sempat mengintimidasi (name) juga , Lee Joonbin hanya akan tersisa namanya saja' batin Hwajin tersenyum kikuk.
"Lagian kenapa di terima sih, kasian tahu nanti korban korban yang dia urus" (name) menatap kearah Hwajin bingung + emosi.
"Jangan khwatir ,Ini hanya untuk sementara." Ujarnya menyalakan puntung rokok "Lagi pula, mungkin dengan cara ikut kami dan melihat para korban dan pelaku, itu merupakan sebuah tantangan untuk mu ,untuk tidak menggunakan kekerasan atau mengontrol emosi mu" lanjut nya menghembuskan asap rokoknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Real Lesson x reader ||another case
Action"Bukankah kasus seperti ini di luar tugas kita senior". ujar Lim halim pada seniornya yang berpikir keras akan kasus yang iya temukan. " Bagaimanapun juga kasus ini fi sebab kan oleh seorang anak anak, jadi kita tidak punya pilihan lain".ucapnya se...
