Chapter 7

114 16 2
                                        

"Si kak Joonbin itu pinter banget ya" Ujar (name) sembari scroll berita menggunakan handphone milik Halim yang berada di sampingnya menyusun berkas berkas karyawan baru BPHP.

Baru saja beberapa jam yang lalu viral berita tentang seseorang yang mengakui bahwa dia melakukan sandiwara atas perintah Yojeong untuk menutupi kesalahan Yojeong itu sendiri. Sekarang muncul berita bahwa Joonbin telah menerima laporan dari 5 korban Yojeong yang telah mengaku.

"Ya sepandai-pandai nya tupai melompat pasti akan jatuh juga kan" ujar halim menanggapi (name).

"Itu kata kata yang pasaran kak"

"Y-yeah, begitulah" speechless Hallim.

(Name) melihat kearah jendela, diluar cuacanya sangat gelap. "Kak Hwajin dan kak Joonbin kemana kok belum balik?" Tanyanya kepada Hallim. "Padahal ujannya deras banget" lanjutnya sembari bergumam.

├┬┴┬┴ тнє ηιgнт┬┴┬┴┤

"Itu surat pengunduran diri"
Joonbin menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Hwajin.
"Saya akan mengundurkan diri dari badan hal pendidik begitu menyelesaikan persoalan ini." Lanjut nya kepada Hwajin yang memperhatikan surat pengunduran Joonbin.

"Saya sudah cukup paham tentang badan hak pendidik." Joonbin menatap Hwajin yaang tersenyum remeh padanya.

"Yah........ Aku sudah menduga kau tidak akan bertahan lama. Dibanding pengacara, gaji pengawas Lapangan lebih kecil dan sering dinas keluar" Ujar Hwajin sembari menggoyang kertas pengunduran Joonbin. "Tapi, bukankah ini panggilan hati yang tak terduga? Aku bahkan tidak kepikiran untuk sampai memanipulasi  foto~" lanjut Hwajin.

"Itu tindakan untuk membuktikan ketidaklogisan badan hak pendidik" balas Joonbin. "Pasal 8 undang-undang pembentukan Badan Perlindungan Hak Pendidik. Semua tindakan pengawas untuk penyelidikan kasus dan pengawasan lapangan tidak dibatasi oleh organisasi lain atau perundang-undangan. Berdasarkan hasil peninjauan undang-undangnya, pengawas tidak melanggar hukum sama sekali bahkan jika mereka melakukan pembunuhan. " Jelas Joonbin panjang lebar. "Ketidak logisannya bahkan melewati badan keamanan nasional selama masa kediktatoran militer. Dengan ini saja sudah cukup sebagai dasar untuk membubarkan badan hak pendidik." Lanjutnya menjelaskan, Hwajin hanya dia sembari mempertahankan senyuman andalannya dengan tenang.

"Saya tidak tahu apa yang anda harapkan dari saya ketika memilih saya sebagai pengawas lapangan, tapi.... Sebaiknya anda siaga untuk kedepannya." Joonbin berbalik hendak meninggalkan ruangan kerja milik hwajin.

"Aku rasa, tidak tuh~" Hwajin meremar kertas pengunduran Joonbin menjadi sebuah bola dan tersenyum remeh kearah Joonbin yang sudah menatap dirinya tajam.
"Kau, yang menjaga hak asasi manusia terlepas dari apakah mereka korban atau pelaku..... Sampai memanipulasi bukti dan menggiring pelaku untuk mengeksposnya, apa kau akan melakukannya hanya untuk menjatuhkan kami?."

, ‧͙⁺˚*・༓☾  ☽༓・*˚⁺‧͙


Saat Joonbin berjalan dilorong ia melihat salah satu ruangan yang terbuka dengan inisiatif dia mendekati pintu tersebut dan melihat  , ada seorang yang sedang duduk di depan meja sendirian dengan sibuk mencoret coret buku dihadapanya.

"Ngapain diem depan situ? "

Lamunan Joonbin terhenti saat seseorang yang ia perhatikan melihat kearahnya.

"Kalo mau masuk ya silahkan" ujar (name) kembali fokus pada buku didepannya.

Joonbin pun masuk dan duduk di depan (name) dan melirik kearah bukunya.

The Real Lesson x reader  ||another case Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang