"Hmm~" 🎵
"Hmm~ 🎶"
"Kau terlihat senang ya (name)"
"Tentu saja!"
Tentu ia senang karena di perbolehkan oleh kedua untuk ikut mereka bertugas, saat ini mereka sedang berada di perjalanan ke tempat mereka bertugas kali ini
(Name) yang duduk di belakang melihat kearah jendela dan bersenandung dengan senyuman.
"Saya tidak mendengar apa apa sebelumnya, Hari ini ada kasus apa?" Tanya Hallim yang duduk di depan di samping Hwajin.
"Ah aku belum memberitahu kalian ya?, Hari ini tidak ada kasus." Hwajin tersenyum santai.
"Oh iya (name) , walaupun kau pura-pura menjadi anggota BPHP kau tetap harus perpenampilan seperti kami" lanjut Hwajin.
"Tapi, aku gak punya Jas."
"Ini pakai punya kakak saja" Hallim menyerahkan paperbag berisi pakaian milik Hwajin.
"Okay, nanti aku pakai"
≻───── ⋆✩⋆ ─────≺
(Name) keluar dari kamar mandi Sekolah yang mereka datangi , selesai memakai pakaian yang dipinjamkan oleh Hallim, ia keluar dan memperlihatkan pada kedua orang yang sudah di anggap kakaknya.
"Gimana ? Cocok gak? "
"Wahhh bagus! Terlihat sangat pas?........ Ehh tunggu tidak pas ya...... " ucapan Hallim terhenti saat melihat bagian bawah pakaian yang (name) kenakan, kakinya jadi tidak keliatan.
"Kepanjangan ya " speechless Hallim.
"Pffttt..... " Hwajin menahan tawa.
"Yaudah sih gk usah ketawa, sepatu ku tinggi kok " saat memakai sepatunya, hanya bagian bawah sepatunya yang kelihatan.
"Nah sekarang hampir sama tinggi nya kayak kak Hallim"
Hwajin masih berusaha untuk tidak kelepasan tertawa, dia memalingkan tubuhnya dan menutup wajahnya, bahunya bergetar menahan tawa.
"Jangan tertawa, iya aku tahu aku pendek!"
"Ehm...... (Name) rambutnya mau di Jepang dua sisi kayak semalam gk?" Tanya Hallim.
"Enggak deh kak semalam kayak cewek nantang, Gimana klo cepol aja?"
"Wah bagus jugak tuh" Hallim pu menyepol rambut (name) dengan rapi.
"Nah sekarang jadi sedikit lebih dewasa" ujar Hwajin selesai tertawa.
"Cuma sedikit?"
"Iya bocah, ayo sekarang kita masuk. Tugas kali ini sangat mudah sebenarnya"
"Oke kakek"
"Hei!"
"Hehe"
Mereka pun mengikuti langkah Hwajin yang jalan duluan di depan sedangkan Hallim sedang memberitahu nya beberapa sikap yang harus ia terapkan untuk ke depanya.
Setibanya lah mereka di suatu ruangan kelas yang muridnya seperti sudah bersiap-siap akan sesuatu. Mereka bertiga berdiri di depan para murif tersebut.
"Perhatian semuanya" sang guru bersuara. "Yang akan mengawasi ujian Try Out Nasional kali ini adalah pengawas dari Badan Hak Pendidik." Hallim seketika tercengang mendengar hal itu. "Mereka ini dari pasukan khusus, jadi jangan macam macam"
"Kenapa tiba-tiba ke sini? Kenapa kita mengawasi ujian try out..... ?" Bisik Hallim panik pada Hwajin.
Sedangkan (name) dia......
KAMU SEDANG MEMBACA
The Real Lesson x reader ||another case
Action"Bukankah kasus seperti ini di luar tugas kita senior". ujar Lim halim pada seniornya yang berpikir keras akan kasus yang iya temukan. " Bagaimanapun juga kasus ini fi sebab kan oleh seorang anak anak, jadi kita tidak punya pilihan lain".ucapnya se...
