Setibanya anet di rumah pukul 22.30 pm ia melihat bapak nya yang belum tidur dan masih setia dengan koran yg ia pegang.
Dengan langkah kecil dan lambat ia memasuki rumah yang kian terasa sejuk kini menjadi panas dan menegangkan, "dari mana saja kamu nduk? Kok baru pulang."tegur harto pada putri kesayangan nya.
" emm anet dari rumah teman pak "Jawab anet dengan berbohong, aslinya ia sangat takut pada bapaknya dan kini ia baru pertama kali berbohong.
" jangan bohong nduk, wes lah kalau kamu ga mau jujur, yasudah duduk dulu di sini bapak mau bicara."
"Baik Pak" lalu anet duduk di hadapan bapaknya ketakutan mulai kembali datang di tambah aura bapaknya dingin, anet juga tidak bisa membantah bapak nya.
"Nduk... Ada hal yang penting mau bapak bicarakan sama kamu, dan maaf perkataan kali ini menyakitkan hati kamu nduk" lalu ia mencoba berbicara dengan putrinya.
"Jadi gini nduk bapak ingin menjodohkan kamu dengan lucky, apa kamu mau?"mohon harto dengan wajah yang memalas.
" tapi pak, anet kan masih kuliah "titah anet dengan merasa bersalah pada bapaknya.
" gapapa nduk, coba kamu dekat saja dulu sama nak lucky kalau emang cocok bapak akan nikahi kalian."
" yasudah kalau itu kemauan bapak anet akan turuti,asalkan bapak bahagia anet akan bahagia juga pak" tutur anet dengan hati yang campur aduk.
" engga nduk kalau emang kamu terpaksa jangan di pertahankan "khwatir yang di rasakan harto semakin menjadi-jadi.
"Bapak tidak perlu khawatir sama anet, anet akan bahagia dengan mas lucky nantinya" jelas anet dengan panjang lebar lalu ia izin masuk kedalam kamarnya.
Baru ia menginjak kan kaki anet di panggil kembali sama bapak nya. " nduk kamu engga terpaksa kan?"tegur harto sekali lagi, berhubung ia masih sedikit khwatir.
" InsyaAllah anet tidak terpaksa pak, jika mas lucky sudah di takdirkan untuk anet, anet gak bisa nolak lagi pak, yang penting bapak ga boleh khwatir ya dan anet juga mau membahagiakan bapak dan ibu. Kalau begitu anet masuk dulu pak, bapak jangan tidur kemalaman yah" tutur anet dengan panjang lebar dan pastinya ia bahagia.
*kamar anet*
Demi bapak ibu aku akan nikah dengan mas lucky, apa mas lucky juga cinta sama aku sama seperti aku mencintai dia? Bagai mana kalau mas lucky tidak cinta sama aku, apa nanti aku bisa mempertahankan rumah tangga kami?.
Pak, buk sebenarnya anet masih ragu, anet takut ngambil langkah yang salah, anet takut menyakiti hati ibu bapak nanti.
..................
Pagi harinya ruang tamu serasa sangat ramai sekali, anet sangat bingung sekali tumben saja bapak dan ibu nya tidak membangun kan ia. Padahal hari ini ia ada kelas pukul 9.00 am sedangkan sekarang sudah pukul 7.45 am sisa waktu kurang 75 menit lagi dengan tergesa-gesa anet melangkah menuju ruang tamu.
"Bu, pak kenapa tidak bangunin anet hari ini? Anet ada kelas tau" tutur anet dengan kesal bahkan ia tidak tau kalau ada lucky di situ.
" haa piye to nduk, hari ini kan minggu emang ada yah kuliah hari minggu? Emm ada ndak nak lucky kuliah hari minggu"tanya siti pada calon menantunya.
" setau lucky, ga ada bu tapi tidak tau kalau di anet nya ada, mungkin anet maksud ia mau kerja kelompok dengan teman nya"jawab lucky dengan santai dan merasa lucu dengan tingkah anet.
Maafin aku ya kalau masih ada cerita nya yg kurang nyambung insyaallah nanati akan aku buat lebih baik dan bagus nya.
Selamat membaca ya jangan lupa vote☺🙏
