Anak anjing

96 10 3
                                        

Joonghyuk dengan tergesa-gesa menyusuri lorong lantai dua-tempat kelasnya berada. Pikirannya kacau mengingat apa yang dia lakukan tadi. Bagaimana dia bisa menepuk kepala orang yang baru saja ia temui, batinnya. Beberapa siswa yang berpapasan di lorong memilih untuk menyingkir secepat mungkin dari hadapannya-memberikan Joonghyuk jalan lebih lebar yang memudahkan kakinya untuk mengambil langkah panjang menuju kelasnya.

Sesampainya di kelas, ia langsung menghampiri Sooyoung yang sibuk tertawa bersama Sangah. Dengan gerakan cepat yang tidak bisa diantisipasi, kini gadis itu tergantung dengan bagian depan kerah bajunya berada di tangan Joonghyuk. Seisi kelas menjadi panik-ada pula yang mengabaikan rutinitas itu. Wajah Joonghyuk sekarang terlihat mengerikan, gadis itu jadi kaku dan tidak bisa berkata-kata. Matanya sibuk melihat setiap sudut kelas, berusaha meminta bantuan lainnya.

"Kau-"

"T-tenangkan diri mu, oke! Hei! Tenang!"

"Bisa-bisanya kau-"

Cengkraman tangan Joonghyuk terlepas saat sebuah tangan menepuk pundaknya. Pemuda itu menoleh, menemukan pemuda bersurai hitam-seekor anjing-bersama pemuda bersurai merah dibelakangnya.

"Joonghyuk-ssi tenangkan dirimu. Sebentar lagi bel kelas berbunyi."

Tangan pemuda bersurai hitam itu mengelus lengan atas Joonghyuk, berusaha menenangkannya. Sedangkan pemuda bersurai merah dengan malas mengevakuasi Sooyoung.

"Kali ini apa lagi yang kau lakukan?"

"Jangan menuduh ku begitu Cale!"

Joonghyuk menatap tangan pemuda yang mengelus lengannya kemudian menghela napas, "Ya."

Jawaban singkat itu membuat pemuda itu tersenyum senang. Melihatnya membuat Joonghyuk teringat dengan seekor anak anjing yang dulu dipelihara Moryak.

"Oke, kalo begitu ayo duduk."

.

.

Choi Han merasa senang-sangat senang. Pasalnya pagi ini ia sudah melakukan kontak fisik dengan gebetannya. Ia merasa keberuntungan tengah berpihan padanya, setelah semalam suntuk curhat dengan Cale mengenai bertapa frustasinya ia mencoba mendekati pemuda garang itu. Choi Han sudah menyukainya semenjak awal memasuki SMA. Waktu itu, kebetulan sekali dia satu kelompok dalam acara MOS angkatan mereka.

Pemuda itu membuatnya terpana dengan caranya memenangkan semua kompetisi yang diadakan oleh panitia-tentu saja ia juga banyak ikut andil. Tapi yang paling penting dadanya-ehm ...

Choi Han bukan orang mesum!

Kebetulan saja waktu itu mahasiswa baru diwajibkan menggunakan seragam SMP mereka dulu. Dengan seragam SMP ketat dan dipadukan dengan basahnya seragam itu akibat keringat, tentu saja ia bisa melihat dada bidangnya dengan jelas. Terlebih lagi ia memiliki tubuh besar dan wajah tampan tapi garangnya. Membuatnya begitu mencolok di mata Choi Han.

Awalnya pemuda itu merasa kesal melihat bagaimana Joonghyuk dapat dengan mudah bersaing dengannya. Namun, lama kelamaan rasa permusuhan dan persaingan itu menimbulkan rasa lain. Bagi Choi Han, tantangan terbesar untuk mendekati Joonghyuk itu adalah kedua sahabatnya-terutama Kim Dokja.

Tapi setelah pemuda itu resmi jadian dengan sahabatnya Cale, ia pikir sekarang tidak akan ada yang bisa menghalangi jalannya lagi. Pikiran itu menjadi sebuah motivasi bagi Choi Han sebelum seorang pemuda dengan sengaja mengambil tempat duduk disamping Joonghyuk saat makan siang.

Anak anjing itu mengerutkan dahinya, alisnya menukik tajam tidak terima. Pemuda di samping Yoo Joonghyuk itu memiliki tinggi yang hampir sama seperti mereka. Di sebelahnya kini telah duduk Han Yoojin, salah satu anak buah Moryak.

"Sunbae-nim, kita bertemu lagi!"

Mata yang berbinar-binar itu membuat Choi Han merasa terganggu. Hampir saja garpu milik Choi Han melayang ke matanya.

"Maaf, Joonghyuk. Yoohyun meminta untuk kami duduk disini ... "

Yoojin terlihat sedikit ragu sebab orang di sampingnya terlihat akan meledak kapan saja.

"Boleh ya, Sunbae-nim? Aku tidak mengganggu kan?"

Joonghyuk menyipitkan matanya saat Yoohyun menatapnya. Entah mengapa pandangannya menjadi silau.

"Ti-"

"Ya, kau mengganggu."

Seluruh pasang mata mengalihkan pandangannya ke arah Choi Han. Pemuda itu dengan santai memakan sosis yang berada di nampannya. Yoohyun memincingkan matanya, tidak senang pertanyaannya dijawab oleh orang lain.

"Siapa ya?"

"Choi Han, 2A."

"Yang nanya."

Mata Choi Han mendelik, menatap tajam Yoohyun. Siswa baru itu ikut mendelik tidak mau kalah. Yoojin yang berada di antara ketiganya kelihatan kebingungan setengah mati. Beberapa siswa yang sedang makan di kantin curi-curi pandang, berusaha menonton drama yang sedang tersaji di hadapan mereka. Aura penuh permusuhan menguar di meja yang ditempati Joonghyuk, membuat pemuda itu merasa tidak nyaman. Ia dengan cepat menghabiskan makanannya

"Cukup kalian berdua."

"Tcih ... "

"Tsk!"

Joonghyuk bangkit, "Ayo Choi Han, sebentar lagi jam olahraga."

Senyum dengan cepat mekar di wajah Choi Han, ia segera berdiri dan membereskan sisa makanannya. Sementara itu, Yoohyun mau tidak mau menelan kekecewaan.

Joonghyuk melirik sejenak ke arah pemuda di sampingnya, "Sampai nanti," Ucapnya pelan.

"Kami duluan."

"A-ah, iya!" Yoojin gelagapan.

Kedua siswa SMA tahun kedua itu segera pergi meninggalkan kantin. Yoohyun menutupi wajahnya. Senyum kecil di bibirnya tak terlihat akibat tangan yang menutupi wajahnya.

"Dia imut."

"Hah ... ?"

Tbc

Wahahaha
Aku kembali!!
Setelah meninggalkan ini selama dua tahun ...
T-tolong jangan gebukin aku!
Enjoy gaes~

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 05, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Choose Me ! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang