BUNGA YANG MANIS

36 5 0
                                        

"GUA MAU PERGI DARI DESA INI!"

Jisung terbangun terkejut saat mendengar teriakan. Jantungnya berdetak dengan cepat, dirinya berusaha untuk mengumpulkan nyawa dan mencari keberadaan Chenle. Jisung tidak menemukan Chenle tapi hal yang dirinya lihat adalah teman-temannya yang sedang berkumpul di tengah rumah.

"Ayo kita semua balik, gua udah ga peduli sama desa ini," ucap Renjun yang berusaha merapikan barang-barangnya.

"Jangan dulu, Njun. Kita belum dapat hal yang kita semua mau," Haechan menahan tangan Renjun. Renjun berbalik badan lalu menampar Haechan.

"Kita mau? Lu sama bang Mark doang yang mau, lu sama bang Mark sama aja ngentod!" Renjun menampar Haechan sekali lagi.

"Gua tetep ga mau pergi. Kita harus dapat semua hal tentang desa ini, gua ga mau reputasi dan kebanggaan gua hancur karena kita pergi dari desa ini tanpa mendapatkan hal yang bagus. Gua mau reputasi gua semakin tinggi biar gua bisa sombongin. Asal kalian tau, penelitian desa ini bisa bikin kalian terkenal di kampus dan bisa jadi kayak gua," ujar Haechan.

"Terserah lu Bang, gua udah ga tahan tinggal di desa yang aneh kayak gini," Karina mengambil tasnya lalu berlari keluar dari dalam rumah.

"Karina!" Teriak Renjun sambil berlari mengejar karina.

Jisung hanya diam menyaksikan mereka. Jisung dapat melihat Haechan dan Yeonjun ikut berlari keluar dari rumah. Jisung berdiri dari kasurnya, dirinya berjalan dengan lemas menuju pintu rumah. Jisung berdiri di tengah pintu masuk dan melihat teman-temannya yang sedang berkumpul, Jisung melihat itu dengan datar dan tidak tersenyum sama sekali. Di sudut matanya, Jisung melihat Chenle yang berdiri di bagian sisi lain desa sambil memegang keempat bunga yang tersisa milik Jisung. Chenle meremas bunga itu hingga hancur dan terjatuh ke tanah, Chenle tersenyum manis ke arah Jisung dan teman-temannya. 

Haechan, Renjun, Yeonjun, dan Karina berjalan kembali ke arah rumah. Jisung berbalik badan lalu berjalan duduk ke kasur dan mendudukkan badannya lagi di atas kasur. Mereka semua masuk ke dalam rumah, Haechan menutup pintu rumah. Mereka berkumpul lagi di tengah rumah.

"Kita pergi bertujuh dan kita pulang harus bertujuh," ucap Haechan.

"Tunggu, bukannya kita berdelapan?" sahut Renjun.

"Gua ga peduli. Kita harus tetap tinggal di sini dan harus cari mereka yang hilang. Kita juga harus cari hal yang berharga, biar pulang dari sini kita bisa kaya juga,"

"Sekarang kita cari mereka, harus ketemu apapun yang terjadi. Kita berangkat bertujuh, pulang juga bertujuh," perintah Haechan.

Jisung hanya melihat mereka dari kasurnya. Hatinya terlalu sakit untuk berbicara dengan mereka semua, Jisung menatap mereka dengan pandangan dingin. Haechan dan teman-temannya memutuskan untuk keluar dari dalam rumah dan pergi entah ke mana. Jisung memperhatikan mereka yang berjalan pergi meninggalkannya sendirian, lagi. Air matanya jatuh, pipinya dibasahi oleh air mata yang mulai mengalir dengan deras. Jisung menutup mukanya dengan tangan agar tidak ada yang melihat dirinya menangis.

Srekk... Srekk..... Srekkkk

Ada suara langkah kaki yang mendekat ke arah rumah, langkah kaki yang mengenai rerumputan itu semakin dekat dengan rumah. Suara langkahnya sudah berada di dalam rumah. Jisung membuka tangannya karena merasa ada seseorang di dalam rumah. Jisung berusaha menghapus air matanya, senyuman Jisung kembali terlihat saat melihat wajah seseorang di depannya. Chenle mendekat dengan bunga di tangannya dan sebuah senyuman yang terlihat jelas di wajahnya. Chenle mendekat ke arah Jisung, tangan putihnya mengusap pipi Jisung yang masih basah akibat air matanya.

"Kenapa menangis?" Tanya Chenle dengan tatapan yang sangat lembut. 

Jisung menyukai tangan halus milik Chenle, kepalanya menumpu pada telapak tangan Chenle. Jisung menutup matanya karena merasa sangat nyaman. Rambut Jisung diusap Chenle, usapannya berhasil membuat Jisung sedikit mengantuk. Jisung berusaha membuka matanya agar bisa mengobrol dengan Chenle. Chenle melayangkan tatapan bingung ke arah Jisung.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 22, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Solstice & Equinox | JichenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang