3. TEMAN BARU

2 0 0
                                    

Ella dengan cepat menerima uluran tangan tersebut. "aku Ella, salam kenal kak semoga kita bisa berteman baik ya" ucap Ella sembari tersenyum manis.

Kejadian ini tak luput dari pandangan anggota geng Alex. Rayan hanya tersenyum memandang Nana dari sana.

Rey dan Saka hanya memandang Rayan dengan tatapan yang sulit di artikan. Entahlah, seperti, heran mungkin? namun mereka tak berani bertanya.

"Woy!! liatin apaan lo" tepukan di pundaknya dan suara keras dari belakang sontak membuat Rayan kaget dan mengeluarkan kata mutiaranya.

"asdfdjk goblok kaget" latahnya. ia memejamkan mata dan mengelus dadanya sabar. 

"ARKAAANN!!" teriaknya membuat seisi kantin menengok ke arah meja mereka. 5
Tak terkecuali 3 perempuan yang berada di seberang meja mereka. Satu dari ketiganya mengeluarkan tatapan yang sangat tajam. Siapa lagi jika bukan Ella, ia memiliki mata elang yang tajam membuat banyak orang segan dekat dengannya.

Alex yang semula tidak menghiraukan mereka langsung menengok dan membekap mulut Rayan yang sangat ramah itu. "Goblok malu-maluin aja lo" bisik Alex pada Rayan penuh penekanan.

Arkan, Saka, serta Reynard sudah tak sanggup lagi menahan tawa mereka. 

"hahahaha mampus lo Ray" batin Reynard.

Ting!

tiba tiba saja hp Rayan berbunyi pertanda ada pesan masuk. Setelah Alex kembali ke tempat duduk nya dan teman teman nya yg lain memakan makanan mereka masing masing Rayan mengecek hp nya. Ternyata yang mengirim pesan adalah Nana.

Pesan terakhir Rayan hanya di baca oleh Nana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Pesan terakhir Rayan hanya di baca oleh Nana. Lalu Rayan kembali memakan bakso yang sempat dia diamkan hingga sedikit mendingin.

"Ciee kiw kiw" ucap Alex yang duduk di samping Rayan.

"Lo ngintip ya" tuduh rayan.

"Kagak, cuma gak sengaja liat terus gue baca deh" ucap Alex santai tanpa rasa bersalah.

"Orang teh meni kepoan" ucap Rayan pada Alex. 

"Ngomong opo'o kon Ray, kok ora cetho blas" balas Alex dengan logat bahasa jawanya.

"Teu ngarti kan? Sarua urang ge teu ngarti bahasa dinya" ucap Rayan lagi.

Alex yang semakin tidak mengerti kembali mengeluarkan bahasa daerahnya di selingi dengan kata yang biasa orang Jawa gunakan ketika marah.

"Oo cah gendeng wes ngerti aku ora paham malah sansoyo di gawe ra paham, Rayan dlogok, nyrimpeti wong madang ae" ucap Alex lagi.

Rayan ingin kembali menjawab namun, Saka menyudahi adu mulut dari dua orang berbeda daerah tersebut.

"Udah woy kuping gua panas dengerin lo debat mulu" ucap Saka. Ya bagaimana tidak, mereka berdebat menggunakan dua bahasa yang berbeda.

Lalu mereka sama sama diam dan memakan makanan mereka yang sempat didiamkan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 14, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Who's he? this ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang