3. Berkenalan Dengan Mereka

15 2 0
                                    

Namanya Rikas Askara, baru berusia 24 tahun. Anak dari salah satu pengusaha terkaya sebenua Asia. Berwajah rupawan bak artis ibu kota. Berkarisma, ramah, pintar, putih, tinggi, tanpa celah untuk dicaci maki.

Wkwkwk...NGIMPI!!!!!

Ppff... Bukan seperti itu dia, mari kita sungguh-sungguh berkenalan dengannya.

Benar dia bernama Rikas Askara usia 24 tahun. Bukan anak pengusaha melainkan anak sebatang kara. Seorang pengangguran yang bahagia di era apocalypse. Disamping itu dia sempat membuat bingung pihak kecamatan saat melakukan pendataan untuk pembuatan KTP. Bisa dikatakan dia interseks atau kelamin ganda. Terkadang dia merasa dirinya perempuan, namun dilain waktu merasa sebagai lelaki. Memang jika dilihat dari fisiknya, dia seperti cewek tomboy pada umumnya dengan potongan rambut pendek diatas bahu (agak ikal), perawakan bongsor, dada semi kecil (di remas masih bisa sih), dan suara serak-serak basah.

Memang kejadian seperti ini adalah hal langka di dunia dan dia menjadi salah satunya. Saat beranjak remaja Rikas sempat merasa malu dengan kondisinya, namun dukungan dari orang terdekat dan sikap masa bodohnya mampu membuat dia tumbuh menjadi orang yang lebih percaya diri.

Setelah wisuda sampai sekarang dia belum pernah bekerja, makanya dia menjadi pengangguran bahagia. Karena tidak akan ada ajang pamer kerjaan berkedok reuni. Dia bisa hidup sampai sekarang pun karena mendapat uang tutup mulut setiap bulannya. Bukan jadi ani-ani ya, melainkan sering memergoki pak haji depan rumahnya menyewa lc. Dan itu bukan sekali atau dua kali, hampir tiap hari itu pun bukan hanya sekedar menyanyi.

Kenapa dia bisa berada dibawah reruntuhan?

Dihari itu Rikas berada di rental PS, dia menyewa ruang VIP karena cukup introvert anaknya. Nah saat di luar sudah chaos si puki ini lagi asik main game Unravel. Dan anehnya mas-mas yang jaga rental tidak memberi tau dia, mungkin saja masnya emang sengaja atau saking paniknya dia langsung pergi begitu saja. (Lagian suka-suka masnya lah ya. Tapi author pilih opsi pertama sih). Dirasa sudah cukup lama bermain, Rikas keluar dari ruangan itu.

"Eh kok sepi, tadi rame anjir. Ini bukan rental goib kan?" Dia keluar sambil celingak-celinguk. Karna kebingungan akhirnya dia memutuskan pergi dari situ.

Sesampainya di luar dia cengo, kenapa? Ada konser JKT. (Bercanda). Otaknya yang lemot membuatnya susah mencerna apa yang terjadi di sekitarnya. Dia hanya diam mematung melihat pemandangan orang mukbang orang, bahkan salah satunya berlari menghampirinya dengan wajah berlumuran darah. Namun Rikas hanya diam, hingga dia disadarkan dengan suara tembakan-tembakan dan salah satunya mengenai orang yang berlari kearahnya. Saat semua menjadi kacau, Rikas yang berada di dekat perempatan Jetis berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menjauh dari sana. Namun sialnya nasib baik tidak memihak pengangguran. Dimana pihak militer meluncurkan roket dan  mengenai gedung sekolah, sehingga beberapa bangunan disekitarnya terkena imbasnya begitu juga dengan Rikas dan lainnya.

Jadi awal ceritanya begini...

Sebulan sebelum kejadian sudah tersebar desas-desus parasit yang bisa memakan otak khususnya pada manusia. Namun sepertinya masyarakat Indonesia menganggap hal itu hanya angin lalu, karena belum masuk fyp Tik Tok. Aktivitas berjalan seperti biasa, hingga dihari kejadian pun masih ada yang bertanya "ini kenapa sih?, pada lari-lari emang ada pak Jokowi?, bahkan ada ibu-ibu kejang-kejang saat senam dikira ayan. Kocak ya. Masalahnya yang kejang-kejang bukan cuma satu tapi sampai sepuluh orang, ya kali orang-orang pada joget Harlem Shake.

Hingga kejadian itu merambat dan menyebar ke seluruh kota di Indonesia. Dimana gejala awal pada wabah ini adalah kejang-kejang lalu muntah darah, bahkan mata mereka akan memerah dan saraf nya terlihat jelas. Setelah itu mereka akan menyerang siapapun yang ada didekatnya. Semua orang lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri masing-masing. Sekejap kota kecil yang terkenal nyaman ini berubah menjadi neraka.

Sekarang kita beralih ke Marsha.

Namanya Marsha Ayunda berusia 23 tahun. Sudah lulus kuliah tahun ini dan sedang melanjutkan S2 nya di Salatiga. Bisa dikatakan dia pendek, kulitnya putih, mata kecil (ada keturunan Tionghoa). Dia disini sendiri ditemani anjing kesayangannya bernama Poki, keluarganya berada di Bekasi.  Bisa dikatakan Marsha ini memiliki keluarga cemara dan berada.

Dihari yang sama Marsha memutuskan pulang ke Bekasi untuk menghadiri acara ulang tahun mamanya. Namun sayang saat dia keluar dari kamar mandi, ada ibu kos yang mengetuk pintunya dengan brutal. Karna kaget dan juga penasaran dia segera membuka pintu.

"Mbak Marsha jadi pergi hari ini, kalau iya jangan ya mbak bahaya di luar sana!"

"Loh Bu kenapa, saya sudah pesan tiket bus dan jam 13.00 nanti saya berangkat."

"Diluar kacau mbak, ada itu yang di film-film... Apa ya namanya?" Dengan wajah panik ibu kos mencoba mengingat.

"Pelakor bu?" Tebak Marsha.

"Aduh bukan mbak, mereka suka nyerang, gigit-gigit gitu!". Ibu kos berkata seperti itu sambil memperagakannya sampai membuat Marsha kaget.

"Eh itu zombie bu. Emang beneran ada disini ya, setau saya itu cuma di film?". Marsha masih tidak percaya dengan ucapan bu Ani, hingga mereka dikagetkan dengan cewek yang tiba-tiba terjatuh didekat gerbang kos.

Beberapa anak kos lainnya segera membantu diikuti bu Ani, sedangkan Marsha hanya diam didepan kamar. Belum sempat bu Ani jongkok, cewek tadi langsung menyerang bu Ani hingga terjengkang. Hal itu membuat yang lain berteriak dan berusaha memisahkan, namun naas bu Ani sudah berubah menjadi zombie dan menyerang mereka semua. Sedangkan Marsha yang sik sak syok segera masuk ke kamar. Dia langsung menuju kamar mandi karna mual melihat apa yang barusan terjadi. Tidak terbayangkan apa yang pernah dia lihat di film dan yang dibicarakan bu Ani, benar-benar terjadi.

Marsha menyalakan hpnya dan ternyata sudah banyak pesan serta panggilan tidak terjawab dari orang tuanya. Saat dia akan menelepon papanya terdengar suara para zombie berjalan di depan kamarnya yang dimana membuatnya mengurungkan niatnya tadi. Marsha berharap bisa selamat dari sini dan dia memutuskan akan keluar dari kos saat zombie-zombie itu pergi.

           

                         



             
                    To be continue ....

(Mohon maaf kalo ceritanya gak jelas, tolong jangan baper karna ini cuma karangan dari orang kece dan gak bermaksud menyinggung pihak manapun, terimakasih)

      

DING DONGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang