Enemies to lovers kind of trope (cinta karna terbiasa(?)); bagaimana kalau dua orang yang bermusuhan harus terpaksa menjalin kasih karna persepakatan keluarga yang menguntungkan kedua belah pihak?
Start on September 2024
Ended -
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
.
Nirnyata; khalayan; bualan semata.
Nama tokoh juga muse yang dipakai tak serta merta memiliki hubungan selaras dengan bagaimana kehidupan nyata, ini adalah fiksi.
.
.
.
Sebelum memulai dan segalanya, mari tinggalkan jejak serta tanggapan untuk membuat apresiasi.
Anyway. Happy reading, sayangie!
...
Bloodline, 003 : Hierarchy.
...
AXEL memilih untuk duduk santai didepan para kawannya yang sibuk dengan sparring mereka.
Bukan santai sebenarnya, ia hanya tak punya lawan.
Addison lebih memilih Girriam sebagai pasangan atau lawannya dan dua yang lainnya juga tengah sibuk sendiri, makanya, ia cuma duduk bersila meski pakaiannya masih lengkap beserta épée mask yang ada pada pangkuannya.
"Axe,"
Suara baritone yang khas itu membuat sosok satu ini tak langsung mendongak.
Atau menjawabnya, "Bisa ngomong berdua gak?" Tanyanya dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celana.
Manik matanya Axel masih mengarah dengan bagaimana Addison yang selalu menyentuh Girriam dengan mudah, itu membuat sosok yang berusaha mengajaknya bicara ini agak gatal untuk menepuk bahunya.
"Ax-"
"Duduk." Potong Axel sebelum akhirnya menengok ke samping kirinya, dan menaruh tangannya disebelah, "Mereka gak bakal nguping lagian."