Enemies to lovers kind of trope (cinta karna terbiasa(?)); bagaimana kalau dua orang yang bermusuhan harus terpaksa menjalin kasih karna persepakatan keluarga yang menguntungkan kedua belah pihak?
Start on September 2024
Ended -
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
012 - You bet.
.
.
.
Nirnyata,
Kesalahan pada penulisan kata murni atas kelalaian penulis, tapi mohon maaf penulisnya dikejar waktu banyak yang harus diselesailan soalnya.
.
.
.
Minimal vote dan comment, atau bisulan dimuka sama jerawat segede gaban. Aamiin.
Selamat membaca, sayangie.
...
Bloodline, 012 - You bet.
...
MEIRISHA sebelumnya tak pernah membayangkan kalau Axelle nantinya akan bersama Sophia.
Oh, dirinya sama sekali tidak menaruh apapun untuk memikirkan siapa ke depannya yang akan bersanding dengan Sophia atau sang teman kecil.
Pemikirannya soal Axelle akan bertunangan dengan seseorang saat mereka masih remaja, itu tak ada sama sekali ada dalam bayanganya.
Ya, sama sekali tidak.
Setelah bertahun-tahun bersama dengan si Gelael pun.
Walau konteksnya adalah keduanya tumbuh bersama sebagai teman dekat, ah, teman kecil karna Natalie sangat dekat dengan ibunya itu.
Berpikir soal nantinya mungkin mereka akan menjalin hubungan saat menjadi dewasa baru, ketika memasuki kuliah atau setelah kuliah, mungkin?
Tapi, sekarang.
Kenapa harus malah kawan satu circlenya yang malah dipilih si Gelael, bukan dirinya?
Mengetahui Sophia dan Axelle itu macam air juga api..
Terlebih keduanya━━terutama Sophia selalu saja bersikap melemparkan kepalan tangannya ke Axelle, atau berusaha adu mulut dengan si Gelael walau sahabat kecilnya itu hanya akan menyahut jika memang butuh disahuti.
Sangat tidak masuk akal 'kan?
Namun, jika diteliti Meirisha tau betul semuanya pasti kembali lagi pada benefit yang akan dilakukan kedua keluarga tersebut.