Bab 18 : Pamit Mengajar

72 3 0
                                        

السلام عليكم

بسم الله الرحمن الرحيم

استغفرالله
الحمد لله
الله أكبر
لا إله إلا الله

اللهمّ صلّي على سيدنا محمد وعلى سيدنا محمد

سبحان الله والحمد لله ولايلاهيل الله والله أكبر

Artinya : "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar".

🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️

"Assalamualaikum Abii,Umii Ayesha pulangg" Ujar Ayesha sembari Membuka Pintu Ndalem, Lalu Bersaliman kepada Abi dan Umi, Di ikuti dengan Gus Hanif di belakangnya

"Waalaikumsalam, Cie cie habis pacaran" Celetuk Umi sambil cengengesan.

"Apasih Umii, enggak pacaran kokk tadi Cuma jalan-jalan Pagi." Balas Ayesha dengan malu-malu.

"Sini sarapan bareng sama Umi, Sama Abi." Ucap Umi kepada Ayesha.

"Tadi Ayesha udah Sarapan Umiii sama Mas Hanif" Balas Ayesha.

"Oh iyaa?? Sarapan Apa tuh? Timpal Umii.

"Sarapan Bubur Ayam, Umiii." Balas Ayesha sambil Tersenyum.

"Owalahh, enak tuhh." Timpal Umii.

"Hehehehe" Balas Ayesha sambil cengengesan.

"Yaudah ya Umii, Ayesha mau balik ke Kamar dulu" Lanjut Ayesha.

"Iyaa Nak Ayesha." Balas Umi.

Lalu Ayesha pun Pergi ke Kamar lalu merebahkan Dirinya di Atas Kasur.
Tak lama ia merebahkan dirinya di Atas Kasur, Gus Hanif pun datang.

"Assalamualaikum, Zaujati." Ucap Gus Hanif sembari membuka pintu Kamar.

"Waalaikumsalam, Zauji." Balas Ayesha

"Ayesha, habis ini Mas mau ngajar di Pondok, kamu mau Ikut?" Tanya Gus Hanif

"Oh iya, Nanti Mas pulang jam 4, setelah Sholat Ashar." Lanjut Gus Hanif.

"Gak usah deh, Aku nunggu di Ndalem Aja" Balas Ayesha.

"Owalah Yasudah kalau begitu, Mas berangkat dulu Ya." Timpal Gus Hanif.

"Mas" Panggil Ayesha

"Hm, Dalem Zaujati?" Balas Gus Hanif

Cup!

Tiba tiba suara kecupan itu muncul. Yap! Ayesha dengan nekat Mencium pipi Gus Hanif.

"Hehe, Ayesha kasih Cium biar Gus Hanif semangat Ngajarnya" Ucap Ayesha dengan nada cengengesan.

Gus Hanif yang mendapat kecupan secara tiba-tiba itupun terkejut, namun seperti biasa Ia harus tetap Sok Cool di depan Ayesha.

"Astaghfirullah, Humairah Mas sampe kaget, eh sebentar di kening Kamu ada apa Humairah, coba sini Deketan" Balas Gus Hanif

"Hah ada apa Mas??" Timpal Ayesha sambil mendekati Gus Hanif.

Cup!

1-1. Nice! Gus Hanif berhasil membuat Ayesha kecolongan, dengan Modusnya, Gus Hanif bisa mencium kening Ayesha dengan Mudah.

"Hehe, sebenernya ga ada apa-apa, Mas cuman pengen isengin Kamu aja" Ujar Gus Hanif.

"Apaasi Mas, bikin Kaget Aja" Timpal Ayesha dengan Nada ketus dan menahan rasa malunya. Di saat Ayesha masih merasa kaget, Tak terasa pipinya kini menjadi Merah merona.

Gus Hanif yang melihat Tingkah istrinya pun hanya bisa tertawa sambil memg gelengkan kepalanya.

"Iya iyaa, maafin Mas ya." Balas Gus Hanif sembari Mengelus-elus kepala Ayesha dengan lembut.

"Yasudah Mas berangkat dulu ya, Assalamualaikum." Lanjut Gus Hanif.

Lalu memberikan tangan kanannya untuk bersaliman dengan Ayesha.

"Iyaa, Waalaikumsalam, semangat Ngajarnya." Timpal Ayesha dengan menyalimi dan mencium punggung tangan kanan Gus Hanif.

"Ya Allah, ternyata Gus Hanif ganteng banget Yaa, dari Belakang aja ganteng gitu." Gumam Ayesha. Sampai-sampai ia tak sadar bahwa ia telah mengukir senyuman manisnya di wajahnya. Lalu melihat Gus Hanif yang Berangkat Pergi Mengajar, menyebar Ilmu.

---------

Gimana nih, kalian suka gaa sama Bab inii? Author berharap kalian sukaa, kalian boleh meninggalkan saran & kritik di kolom komen atas cerita buatan Saya .

Selalu Support Cerita Ini dengan Tinggalkan Vote atau Komen pendapat Kalian tentang Cerita ini setiap setelah selesai/sebelum membaca cerita ini yaa. Terimakasih🤍🤍

Takdir Tuhan [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang