Jeon Wonwoo seorang alpha, yang tidak ingin menambah ekspektasi orangtuanya yang terlalu membebani, jadi dia menukar informasi lab dan selama 3 tahun di SMA berpura-pura sebagai omega.
Ingin hidup tenang, tapi semenjak Kim Mingyu menggeretnya kemana...
DITATAPNYA bekas gigitan di leher Jeon Wonwoo dengan khawatir, Yoon Jeonghan tidak menyangka Wonwoo akan melakukan kegilaan ini dengan seorang alpha.
"Ugh, berhenti melihatnya seperti itu, aku jadi merinding." Wonwoo menutup tengkuknya dengan kedua tangan.
"Aku tahu itu bukan tanda karena kamu itu alpha, tapi terlihat mirip sekali seperti tanda yang asli."
"Baguslah, kalau begini tidak ada yang mempertanyakan statusku sebagai omega."
Wonwoo sempat kekurangan ide soal bagaimana cara menipu keluarganya lebih lanjut. Tapi jika ada alpha lain yang mengklaimnya sebagai omega, dia tidak perlu memikirkan itu lagi.
"Jadi sekarang kita tidak perlu bertukar seragam dan almamater?" Tanya Jeonghan. Wonwoo mengajukan untuk bertukar pakaian yang dicampur feromon masing-masing agar membantu mengacaukan penciuman alpha maupun omega di sekolah, tapi jika begini... Apa masih harus? Feromon Jeonghan sementara tidak bisa tercium karena tanda non permanen dari Seungcheol, dan Wonwoo terampil memblokir feromonnya sendiri.
"Mau bagaimana lagi. Akan sangat aneh juga jika kita terus bertukar feromon karena Seungcheol mengenal feromonmu yang menempel di seragamku, dia mungkin akan menghajar alpha sepertiku yang memonopoli omega yang diincarnya."
"Menurutmu kamu bisa mengalahkan Seungcheol?"
"Tentu saja, aku sabuk hitam dan punya pengalaman saat SMP. Choi Seungcheol mungkin mengerikan, tapi aku yakin bisa mengatasi itu." Wonwoo merebahkan badannya yang pegal-pegal itu di sofa empuk kesayangan. Jeonghan bersandar di bahunya, dan menghela nafas lega. "Kamu mengkhawatirkanku, Jeonghan?" Rambut Jeonghan yang panjang itu digusaknya lembut.
"Tentu saja, kita hanya memiliki satu sama lain di dunia ini."
"Romantis sekali," Wonwoo tahu jika Jeonghan tidak sepenuhnya berpikir seperti itu, hanya saja omega itu pintar membuat orang merasa penting, mengacak-acak pikiran orang. Wonwoo jadi tidak sabar melihat apakah Seungcheol bisa menangani Jeonghan.
—🐈⬛—
Cafe yang sepi, aroma kopi dan suasana hangat yang nyaman. Pemuda berkulit seputih salju duduk di kursi paling pojok, tangannya menggenggam secangkir kopi latte dengan lukisan angsa. Menatap penuh menghakimi pada seseorang di hadapannya.
"Kau benar-benar menandai seorang alpha?" Tanyanya, skeptis.
"Hm," Kim Minggu mengangguk kecil, tersenyum penuh dengan bangga. "Bukankah itu yang ibuku mau, Jihoon?"
"Ya tapi, kau bahkan tidak memberitahuku bagaimana... maksudku perkembangannya, tidak mungkin kan kau tiba-tiba meniduri orang dan menggigit tengkuknya?" Lee Jihoon mengusap wajahnya karena frustrasi, sekarang bagaimana caranya dia memberi tahu ibu Mingyu soal ini, padahal dirinya diberi kepercayaan untuk menjadi caregiver Mingyu.
"Ayolah, kau ini hanya service cat dan bukan temanku. Aku tidak perlu melaporkan hal yang tidak penting padamu." Sepertinya Mingyu masih dendam. Mingyu mengganggapnya sebagai teman dekat sejak kecil, dan baru-baru ini mengetahui fakta jika Jihoon dibayar banyak untuk menemaninya. Sampai-sampai pekerjaannya yang caregiver (orang yang membantu dan mendampingi seseorang yang membutuhkan bantuan, seperti lansia, anak-anak, atau orang dengan kebutuhan khusus) diganti Mingyu dengan sebutan kucing servis (Emotional Support Animals (ESAs)) yang kerjaannya sama saja hanya saja versi binatang.
"Setidaknya beritahu aku siapa alpha itu," Jihoon juga tidak mau ribet berurusan dengan orang yang banyak maunya ini.
"Namanya Jeon Wonwoo," Mingyu mengaduk es americano menggunakan sedotan. "Usia 18 tahun, berat badan sekitar 63 kilogram, tinggi badan 182 sentimeter, BMI 19 kategori normal. Tidak ada riwayat penyakit serius selain masalah pencernaan dan badannya sehat. Bagian reproduksinya berfungsi dengan baik, setelah memeriksa tandanya aku yakin itu permanen."
"Consent?"
"Hah?"
"Apa dia sudah memberimu consent, persetujuan, sehingga kau bisa mengklaimnya?" Jihoon jadi ingin menabok Mingyu sekeras mungkin, "jika tidak, itu dihitung sebagai tindakan kriminal, pemerkosaan."
Mingyu berpikir sebentar, "dia mengklaim aku adalah mate-nya, itu sudah terhitung persetujuan kan?"
Yasudahlah Jihoon tidak mau banyak bertanya lebih detail soal itu, dia membuka tab untuk melihat data siswa-siswi sekolah Mingyu dan mencari nama Jeon Wonwoo disana. Tapi Jeon Wonwoo yang ada disini, adalah seorang omega. "Kim Mingyu apa maksudmu alpha? Data disini menujukkan—"
Mingyu menutup tab Jihoon, "data bukan kebenaran mutlak. Bukankah aku dicatat sebagai alpha disana meskipun aku bukan alpha?"
"Tapi... omega...?" Jihoon makin pusing, kenapa orang-orang ini mempersulit hidupnya terus sih. Akan sulit jika Mingyu menandai seorang omega, tapi katanya Wonwoo itu alpha.
Omega, tapi alpha?
"Itulah titik serunya, Tuan Lee Jihoon yang terhormat." Kim Mingyu tersenyum menyebalkan, a smirk that makes people want to punch his face. Dia menjilat gigi taringnya yang kemarin dipakai untuk menandai seorang alpha, matanya menyipit saat tersenyum tapi warna hijau keemasan tampak jelas. "Kira-kira kapan alpha itu akan sadar jika dia diklaim oleh enigma, mau bertaruh?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.